Reportase: Diskusi bersama editor National Geographic Indonesia

by
November 3, 2011 15:32  |  Published in Reportase  |  2 Comments

Sebuah permintaan mendadak disampaikan oleh Purwo Subagiyo, seorang digital strategist National Geographic Indonesia dalam persinggahannya di Surabaya. “Bisa nggak disiapkan tempat di C2O untuk ngobrol santai dengan mas Yoan?”

Yoan adalah panggilan akrab dari Mahandis Yoanata, seorang pecinta sejarah yang juga seorang editor di majalah National Geographic Indonesia. Di hari yang sama, ia dan fotografer Feri Latief membagi pengalamannya dalam melakukan pelputan untuk NGI di kampus ITS Surabaya. Malamnya ia bertandang ke C2O untuk berbagi cerita mengenai kota lama di Surabaya.

“Saya sudah menyusuri beberapa kantor lama di Surabaya, kebanyakan bagunannya masih dalam kondisi baik. Surabaya ini menurut saya memiliki kota lama yang paling bagus dibandingkan Jakarta, Bandung, atau Semarang,” kata Yoan.

Yoan menceritakan cerita-cerita menarik mengenai bangunan lama di Surabaya

Lantas kisah-kisah tentang bangunan lawas pun mengalir lancar dari mulutnya. “Kalian tahu bangunan bekas kantor asuransi di daerah Jembatan Merah yang dahulu dibangun oleh Berlage?” tanya Yoan kepada peserta diskusi kecil ini. Lantas ia bercerita tentang patung singa yang ada di depan gedung tersebut dan menghubungkannya dengan simbol singa milik Santo Markus yang menjadi lambang Venesia. “Bisa jadi, dulu Berlage melihat Surabaya sebagai Venesia dari timur, karena begitu banyak sungai dan kanal yang melintas kota,” kata Yoan.

Ia juga menjelaskan dengan detail tentang makna perselen mozaik yang ada di dalamnya. “Lambang Firaun dan tujuh bulir padi di kanan kiri itu bisa jadi merujuk pada mitos kuno tentang masa panen dan paceklik selama tujuh tahun yang melanda Mesir kuno. Semacam pesan untuk memanfaatkan pajak sebelum datang musibah di kemudian hari,” kata Yoan.

Pria yang berasal dari Jogja ini juga bercerita tentang lambang Syria kuno yang menghiasi setiap brankas yang ada di kantor-kantor milik Belanda. “Saya ini selalu memperhitungkan detail dan mencatatnya,” kata Yoan.

Foto bersama NG Indonesia dan C2O

Diskusi tentang sejarah dan budaya kuno berlangsung seru. Berbagai tanya jawab juga dilontarkan oleh peserta yang tidak banyak itu. Lukman Simbah bertanya tentang kebijakan tata kota kolonial yang disambung oleh Bucu, seorang mahasiswa Planologi ITS. “Belanda dulu mendesain sebuah kota dengan mempertimbangkan apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Bucu.

Yoan juga merasa senang dengan keberadaan c2o di Surabaya. “Cari tempat sharing kayak gini di Jakarta sudah jarang, dulu ada dua di Depok, tapi entah sekarang…” kata Yoan.

Foto oleh Ardian Purwoseputro.

: Inisiator Hifatlobrain Travel Institute, sebuah blog perjalanan yang dikelola secara kolektif, dan kini telah menjadi salah satu rujukan utama tentang isu terbaru dunia perjalanan di Indonesia. Kunjungi juga: @hifatlobrain dan @aklampanyun.
Email this author | Visit author's website | All posts by

2 Responses

Feed Trackback Address
  1. Lucky de Palma says:

    menarik banget diskusinya sayang saya tidak tahu infonya atau memang tidak diinfokan sebelumnya…btw sukses buat acara2 yang terselenggara di c2o

  2. [...] Yoan menceritakan cerita-cerita menarik mengenai bangunan lama di Surabaya. Lantas kisah-kisah tentang bangunan lawas pun mengalir lancar dari Baca Selengkapnya: http://c2o-library.net/2011/11/reportase-diskusi-editor-national-geographic-indonesia/ [...]

Your Responses


Newsletter

Twitter

Projects

Cergamboree Postcards from Bookworms Traveler in Residence Surabaya Book Map Design It Yourself 2011

Resensi Buku »
Makassar Nol Kilometer edisi kedua, 2011
Reportase: Makassar Nol Kilometer
Anwar J. Rachman, et al., 2011 [2005]
by Kathleen Azali
Buku yang menjadi salah satu rujukan utama bagi siapapun yang ingin mengetahui mengenai budaya popul...
Resensi Film »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie maker, minima...
Resensi Musik »
afternoontalk-report
Reportase: Afternoon Talk
Love Letter to Java Tour 2012
by Anitha Silvia
Sebelum pertunjukan, saya dan kawan-kawan Afternoon Talk dan Taman Nada menghasilkan Manic Street Wa...
Project »
pfbw
Postcards from Bookworms

by c2o library
[ April 14, 2012; 16:00 to 18:00. ] C2O mengundang khalayak umum untuk kembali mengirimkan kartu pos...
Acara »
ojokmutung
Ayorek Cangkruk! #2

by c2o library
[ May 19, 2012; 15:00 to 19:00. ] Sabtu 19 Mei 2012, pk. 15.00 di Sanggar Seni dan Taman Baca Stren...

Facebook

Subscribe

Archives

Event Calendar

November 2011
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930EC