Mohe Wae Rebo!

by
December 13, 2011 08:31  |  Published in Acara, Highlight, Pemutaran Film

Pemutaran & diskusi film arsitektur nusantara: Mohe Wae Rebo!
Bersama Rendy Hendrawan & Arya Wishnu Wardana
Jumat, 16 Desember 2011
Pk. 18.00 – 21.00

Tersedia popcorn dan minuman hangat, courtesy of Hifatlobrain Travel Institute, kru Mohe Wae Rebo dan C2O. Mohon sumbangan kawan-kawan untuk menjaga kelangsungan kegiatan ini ;-)
INFO: info@c2o-library.net
———-
Benarkah dimuseumkan berarti telah punah? 
Menjadi pusaka berarti dibiarkan berdebu dan beku dimakan waktu? 
Tercatat dalam sejarah berarti harus siap terlupakan dan digantikan oleh hal baru?

Wae Rebo Series : The Rebirth of Wae Rebo | Official Trailer from vidour on Vimeo.

Seperti ada yang ingin disampaikan oleh alam melalui deretan gunung dan bukit, aliran sungai dan selapis kabut, langit pagi dan malam, juga mata yang memandang ramah sejumlah turis yang kebanyakan bukan berasal dari tanah nusantara.

Mungkin Wae Rebo memang hanya diperuntukkan bagi mereka yang dengan tulus ingin mencintai alam hingga ke akarnya. Berjam-jam perjalanan jauhnya dari gemerlap lampu kota dan gemercik air mancur bernilai milyaran, memang sangat logis jika hanya segelintir orang Indonesia diantara jutaan yang berjubel memenuhi pulau Jawa yang mampu dan mau menyempatkan waktu mencicipi surga dunia di tengah belantara ini. Alam memberi bayaran yang setimpal. Tak hanya sebentang lukisan hijau berhias kabut melatari rumah adat tua berbentuk kerucut yang bisa dinikmati sambil menyeruput kopi hitam di pagi hari, alam juga menghadiahi taburan bintang yang menjadi tayangan pembuka saat malam, sebelum kepala suku mulai bercerita tentang warisan budaya mereka yang dengan tekun mereka jaga.

Masyarakat Wae Rebo menghargai alam dari lapisan yang paling esensial. Nilai yang alam ajarkan sejak nenek moyang mereka tuangkan dalam keseharian, disimbolisasikan ke dalam Mbaru Niang (rumah adat) dan pola sawah yang mereka buat. Setiap detail perilaku mereka terlihat sederhana, namun merupakan budaya kaya dan tak lekang oleh zaman. Yang pernah rapuh dan hilang, kini tergantikan, dengan dukungan segelintir saudara setanah air mereka yang masih sanggup datang dan peduli.

*

Suatu siang ketika ketujuh Mbaru Niang telah tegak berdiri, siap dihuni, sayup terdengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan dengan fasih, tanpa cela. Di ujung atap Mbaru Niang yang kembali sempurna, melambai-lambai bendera kebangsaan Indonesia.

“Seperti melihat nenek moyang lahir kembali dari rumah yang setelah sekian lama hilang, lalu kini bangkit dan berdiri,” kata seseorang dari Wae Rebo. Ah, Wae Rebo tidak boleh mati hanya agar dapat kita buat museumnya dan dinikmati tanpa hati.

Terima kasih, Wae Rebo, pusaka arsitektur nusantara tidak pernah seindah dan sehidup ini.

Mohe Wae Rebo!

Sumber: Ronaldiaz Hartantyo dan Adi Reza Nugroho
Ditulis oleh Rofianisa/Vidour untuk “Bring Waerebo to 21st Century” iPad Application Project

: perpustakaan kecil di Jl. Dr. Cipto 20, Surabaya, Indonesia. Lebih lanjut mengenai C2O, kunjungi http://c2o-library.net/about/ atau email segala komentar dan saran ke info@c2o-library.net
Email this author | Visit author's website | All posts by

Your Responses


Newsletter

Twitter

Projects

Cergamboree Postcards from Bookworms Traveler in Residence Surabaya Book Map Design It Yourself 2011

Resensi Buku »
Makassar Nol Kilometer edisi kedua, 2011
Reportase: Makassar Nol Kilometer
Anwar J. Rachman, et al., 2011 [2005]
by Kathleen Azali
Buku yang menjadi salah satu rujukan utama bagi siapapun yang ingin mengetahui mengenai budaya popul...
Resensi Film »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie maker, minima...
Resensi Musik »
afternoontalk-report
Reportase: Afternoon Talk
Love Letter to Java Tour 2012
by Anitha Silvia
Sebelum pertunjukan, saya dan kawan-kawan Afternoon Talk dan Taman Nada menghasilkan Manic Street Wa...
Project »
pfbw
Postcards from Bookworms

by c2o library
[ April 14, 2012; 16:00 to 18:00. ] C2O mengundang khalayak umum untuk kembali mengirimkan kartu pos...
Acara »
ojokmutung
Ayorek Cangkruk! #2

by c2o library
[ May 19, 2012; 15:00 to 19:00. ] Sabtu 19 Mei 2012, pk. 15.00 di Sanggar Seni dan Taman Baca Stren...

Facebook

Subscribe

Archives

Event Calendar

December 2011
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031