Pasang Surut (Surabaya Utara)

pasangsurut-575x575

Pasang Surut (Surabaya Utara) merupakan ajang untuk bercerita, memantik rasa penasaran dan memahami kota, dimulai dengan wilayah utara Surabaya. Acara ini memamerkan dan mempresentasikan karya-karya peserta workshop Urbanisme Warga yang telah meneliti daerah Surabaya Utara selama tiga bulan. Diramaikan dengan Ludruk Besud Cak Lupus, Silampukau, dan Piknik Akustik yang diisi oleh Redo Nomadore, Terracotta, Era Listyana Porn Ikebana, dan Dancing Tiger.

Jumat, 28 Oktober 2016
pra-acara di Kawasan Surabaya Kota Lama

Tur jalan kaki untuk memahami tipografi Kota Lama Surabaya
Pemandu : Jimmy Ofisia
Mulai 08.00 – selesai (±5 jam)
Gratis, langsung datang ke titik kumpul: Depan Hotel Kemajuan, Jl. KH Mas Mansyur 96 Surabaya
PIC : Gugun ( +62 857-3077-7433), ari (+62 856-3377-898)

/////////////

Sabtu, 29 Oktober 2016
di Balai Merah Putih, Kompleks Gedung Balai Pemuda

Workshop tipografi untuk merespon tipografi Kota Lama Surabaya
bersama Alviant Helmi
Mulai pk. 16.00 (±3 jam)
Biaya: Rp.150.000, termasuk kertas & alat (maks. 10 orang)
PIC : Nita (082139022888)

Ludruk Besud Cak Lupus
Mulai pk. 18.00-18.15

Pertunjukan Musik Silampukau
Mulai pk. 18.15-18.45

/////////////

☞ Minggu , 30 Oktober 2016
di Balai Merah Putih Kompleks Gedung Balai Pemuda

Diskusi Tentang Penelitian di Surabaya Utara
Mulai pk. 16.00-18.00

Piknik Akustik
Mulai pk. 19.00-21.00
Piknik dengan kopi rempah & kudapan khas Kampung Arab


Peserta Pameran

  • Artika Farmita (Wartawan), meneliti Kalimas. Presentasi akhirnya berupa pengantar & sejarah Kalimas, infografis rute & kapal, serta cerita dari para nahkoda kapal
  • Puspitaningtyas Sulistyowati (Arsitek) akan bercerita mengenai transformasi fungsi pintu samping di Kampung Arab. Semula pintu samping dikhususkan sebagai akses khusus perempuan, namun fungsi tersebut kini telah berubah. Peneliti mendokumentasikan perubahan fungsi pintu samping tersebut dan pembagian zonasi dalam rumah keturunan arab serta kegiatan bekerja perempuan di dalamnya. Peneliti akan melengkapi ceritanya dengan catatan catatan pribadinya dalam metode penelitiannya, seperti keragu-raguan, pertalian serta batasan etis, etnis, dan gender yang rumit. Ini juga karena disadari bahwa banyak orang menjadi ragu-ragu tidak yakin dengan norma yang berlaku, dan salah tingkah ketika memasuki kampung Arab.
  • Dyah Wijayanti (Urban Designer) melakukan kajian townscape (seni membaca visual kota) di kawasan Eropa Kota Lama Surabaya. Peneliti menyelami berbagai keragaman arsitektur, aktifitas dan ruang-ruang yang terbentuk dari kegiatan-kegiatan di kawasan tersebut.
  • Muhammad Amri Yahya (Arsitek) meneliti mengenai pemaksimalan ruang di daerah Pecinan, dengan masuk lewat isu makanan. Sudut pandangnya adalah bahwa para penyedia makanan di sana sebenarnya telah banyak beradaptasi dengan segala aktivitas perdagangan, dengan memaksimalkan ruang-ruang yg tersedia untuk membuat warung dan model-model layanan pendukung aktivitas perdagangan dan bongkar muat.
  • Muhammad Firman (Penulis & peminat sejarah) membuat database bangunan lama yang berhubungan dengan proses evolusi di kawasan Eropa Kota Lama Surabaya. Database ini dengan dilengkapi foto, kajian pustaka, sejarah dan informasi lainnya.
  • Pertigaan Map memamerkan peta berjalan kaki di tiga kawasan Surabaya bagian utara yakni kawasan Eropa, Arab & Pecinan
  • Komunitas Tipografi Surabaya memamerkan hasil respon terhadap tipografi yang ada di kawasan Kota Lama Surabaya

Peserta Diskusi

  • Peneliti Ayorek! Urban Research Workshop: Program untuk bersama-sama berlatih dan memperkuat kapasitas dalam meneliti dan memahami kota—dalam hal ini mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kota Surabaya, untuk kemudian dapat disusun dalam platform data yang terbuka, terintegrasi, dan partisipatoris.
  • Pertigaan Map: Proyek yang dikerjakan oleh Anitha Silvia & Celcea Tifani untuk menyusun peta berjalan kaki di 3 kawasan Surabaya bagian utara yakni: Kawasan Eropa, Arab dan Pecinan
  • Kwangsan Kunstkring: Kolektif yang berfokus pada kerja di wilayah seni & budaya. Menginisiasi dan mendukung pameran, diskusi dan residensi
  • Rujak Centre for Urban Studies: Pusat studi mengenai kajian perkotaan
  • Menara: Pusat studi & penelitian mengenai Arab di Indonesia

 

INFO:
Ari Kurniawan
Email: ari@ayorek.org
HP/WhatsApp: +62 856-3377- 898

Email | Website | More by »

An independent library and a coworking community space. Aims to create a shared, nurturing space, along with the tools and resources for humans (and non-humans) for learning, working, and connecting with diverse communities and surrounding environment—for emancipatory, sustainable future.

More info, visit: https://c2o-library.net/about/ or email info@c2o-library.net

Leave a Reply