<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3938">
 <titleInfo>
  <title>Satu Pertanyaan Dari Selatan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Liza, Putu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>Bentang</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">0</languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent>242</extent>
 </physicalDescription>
 <note>'Kumpulan cerpen ini merupakan sumbangan untuk melihat sisi lain dari hubungan Indonesia-Australia demi mengungkapkan sudut-sudut yang terlewatkan dan tak tersingkap oleh penghampiran disiplin ilmu, terutama yang menyangkut pengalaman-pengalaman subjektif mahasiswa Indonesia selama perantauan mereka di Negeri Kanguru.' --Amrih Widodo, pengajar di Australia National University





'Dalam bunga rampai ini sosok manusia Indonesia tersorot tajam dengan Australia tidak hanya sebagai latar belakang eksotik yang kadang kala garang, tetapi juga sebagai tantangan yang harus dihadapi, medan pengalaman yang menempa jiwa, pencetus kesadaran akan arti keindonesiaan, bahkan sebagai bumi dan masyarakat yang mampu dicintai oleh muda-mudi Indonesia. Sebagai orang Australia, saya bangga negara saya dapat dijadikan sumber ilham oleh pengarang Indonesia.' --George Quinn, pengajar di Australian National University





'Buku ini menjadi sebuah upaya membangun pengertian lintas budaya antara Indonesia dan Australia yang unik dan sangat berharga karena ditulis bukan oleh para penulis terkenal yang memang terkemuka daya imajinasinya, melainkan oleh mereka yang fasih lantaran langsung mengalaminya.' --Miranda Risang Ayu, kolumnis</note>
 <note type="statement of responsibility">Diterbitkan atas kerja sama Australia Indonesia Institute, PPIA-ANU, Bentang</note>
 <subject authority="">
  <topic>Short story</topic>
 </subject>
 <classification>Indonesia</classification>
 <identifier type="isbn">9793062827</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>F LIZ Sat</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">4053</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive (Religion)</sublocation>
    <shelfLocator>3000</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Satu%2BPertanyaan%2Bdari%2BSelatan.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3938</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-02 09:50:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-01-02 09:50:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>