<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4198">
 <titleInfo>
  <title>Hikayat Nakhoda Asik dan Hikayat Merpati Mas</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sapirin bin Usman; Muhammad Bakir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>Masup Jakarta</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">0</languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent>336</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai warisan sastra masa lalu, hikayat ciptaan Sapirin bin Usman al-Fadli dan Muhammad Bakir ini sangat menghibur karena menimbulkan rasa heran, kagum dan ketawa. Sarat dengan adegan-adegan yang hebat dan fantastis, yang menunjukkan sebuah kreativitas yang mengagumkan. Apalagi karya ini pun dengan sinis menertawakan norma-norma klasik. Sikap kepahlawanan dan kesempurnaan yang dengan tekun diilustrasikan oleh sastra klasik tidak sesuai lagi dengan mentalitas zaman mereka.





Sikap kritis kedua pengarang hikayat itu juga diperlihatkan terhadap unsur Islam yang sering disebut sebagai napas masyarakat dan budaya Betawi. Inilah aspek menarik dari karya itu: berakar kuat dalam tradisi sastra lama, berlatarbelakang dunia hikayat yang penuh keajaiban, tetapi sekaligus membangkang dengan gaya jenaka dan kreatif terhadap segala belenggu tradisi lama itu.





Sungguh suatu khazanah warisan budaya Betawi yang sangat berharga sebab setiap pembacanya bukan saja akan terbawa dalam kenyamanan menikmati tradisi beserta kegirangan memperolok tradisi, lebih jauh lagi akan menemukan refleksi masyarakat dan mentalitas Betawi di suatu periode ketika kemodernan kian menghebat di Batavia selama periode 1860-1890.</note>
 <note type="statement of responsibility">Masup Jakarta : Ecole Francaise d'Extreme-Orient : Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2009. 


This text was kindly provided by Henri Chambert-Loir


 


Editorial notes and bibliography


    </note>
 <classification>Indonesia</classification>
 <identifier type="isbn">9789791570664</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>398.209598 USM Hik</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">4317</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive (Anthropology; History &amp; Geography)</sublocation>
    <shelfLocator>6000</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>HikayatNahkodaAsik.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4198</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-02 09:50:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-01-02 09:50:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>