<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4454">
 <titleInfo>
  <title>Kronik Betawi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ratih Kumala</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>Gramedia</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">0</languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent>255</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menyebut nama Betawi selalu mengingatkan


kita pada bermacam-macam stigma negatif. Laki-lakinya tukang kawin,


perempuannya pasrah, pendidikan tidak penting, dan anak mudanya


ketinggalan jaman. Tapi benarkah demikian?





Novel Kronik Betawikarya Ratih Kumala ini bercerita tentang perjalanan kota


Betawi dan


anak daerahnya menghadapi modernisasi dan menepis berbagai persepsi


miring terutama dari para pendatang. Kerelaan berbagi dengan kaum


pendatang dalam mengais rejeki di ibukota ternyata tidak sebanding


dengan dampaknya. Kota Jakarta bagai bukan milik penduduk aslinya lagi.


Diceritakan, pembangunan yang sembarangan dan pertumbuhan permukiman


bahkan telah menghilangkan asal-usul serta sejarah beberapa tempat.





Novel ini sengaja ditulis dengan sangat ringan dan


sederhana, jauh dari kesan sastra yang jelimet. Sebelum diterbitkan sebagai


buku, novel ini telah terlebih dahulu diterbitkan sebagai cerita bersambung di


harian Republika dari Agustus-Desember 2009. Novel


ini khas Betawi, menghibur, menyindir, dan ceplas-ceplos. Sebuah


pengingat, dokumentasi, dan apresiasi bagi nilai-nilai dan keluhuran


budaya Betawi yang patut dibanggakan.





Selamat membaca


dan selamat makin mencintai Jakarta.</note>
 <classification>Indonesia</classification>
 <identifier type="isbn">9789792246780</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>F KUM Kro</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">4573</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive (Social Science)</sublocation>
    <shelfLocator>8000</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>kronik-betawi.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4454</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-02 09:50:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-01-02 09:50:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>