<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7276">
 <titleInfo>
  <title>Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yoo Eun-Jung</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesian</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent>225 Halaman</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luka hati selalu disebabkan oleh orang-orang yang paling dekat dengan&#13;
kita. Semakin kita membuka diri dalam sebuah relasi, semakin rentan kita&#13;
tersakiti. Ingin menyenangkan orang lain, berusaha keras memenuhi standar&#13;
mereka, kita pun berharap mendapat timbal balik yang setara, bahkan&#13;
lebih. Sayangnya, kenyataan berkata lain.&#13;
&#13;
Namun, mestikah kita menutup diri dari semua relasi dalam hidup kita?&#13;
Menjadi dingin dan apatis hingga melewatkan kesempatan untuk menjalani&#13;
hidup yang menyenangkan?&#13;
&#13;
Yoo Eun-Jung, lewat pengalamannya sebagai psikiater, telah bertemu&#13;
banyak pasien yang terluka hatinya karena relasi dengan keluarga, teman,&#13;
kolega, dan pasangan. Dalam buku ini, ia menuliskan “resep psikologis”&#13;
untuk melindungi diri dan perasaan kita sendiri dalam sebuah relasi. Sebuah&#13;
penguat bagi orang-orang muda untuk mencapai kemandirian emosi,&#13;
dengan belajar mengenali diri sendiri, berfokus pada perasaan sendiri, dan&#13;
menyampaikan kebutuhannya kepada orang lain.&#13;
&#13;
Sebab, siapa lagi yang bisa menjadi pendukung terbaik bagi diri kalau&#13;
bukan kita sendiri?</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">9786020661322</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>158.1 EUN Har</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8618</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive</sublocation>
    <shelfLocator>158.1 EUN Har</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7276</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-25 17:35:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-25 17:36:23</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>