<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7451">
 <titleInfo>
  <title>Empat Kepak Sayap</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yvonne De Fretes</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hanna Rambe</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Pustaka Obor</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesian</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent>316 Halaman</extent>
 </physicalDescription>
 <note>YVONNE DE FRETES, yang lebih dikenal sebagai penyair dan cerpenis dengan Kumcernya, Bulan di Atas Lovina, dengan sahabatnya HANNA RAMBE, yang dikenal dengan novelnya Mirah dari Banda, kini bersatu dalam buku Empat Kepak Sayap. Antologi yang berisi empat kisah cinta yang dikemas unik oleh kedua penulis senior, yang sama-sama pernah menjadi wartawan. Keempat kisah cinta itu sama-sama- asyik untuk dinikmati dengan alur yang mengalir, sama memesona.&#13;
&#13;
Latar konflik Ambon, yang memisahkan ibu dengan putrinya, dan mempertemukan mereka kembali dalam perbedaan keyakinan semula, merupakan dilema yang cukup menohok. Juga digambarakan ketegaran tokoh wanita yang puitis dalam menyikapi masalah hubungan cinta yang akrab dengan kegagalan sekaligus ragu-ragu. Ada juga tema &quot;cinta tak sampai&quot; yang dibungkus dengan suasana khas pengelanaan pulang mudik, tidak cengeng, meskin hendak berziarah ke makam si kasih tak sampai, yang setelah melewati liku-liku kelana, berfikir dengan bahagia meski di usia lanjut.&#13;
&#13;
Konon, lewat karya kita bisa lebih mengenal penulisnya. Nah, gempita kisah yang disuguhkan dalam Empat Kepak Sayap ini semoga lebih mendekatkan kita dengan kedua penulis, dan semoga buku ini bisa turut menyemarakkan dunia sastra tanah air.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">9786024335588</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>F FRE Emp</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8771</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive</sublocation>
    <shelfLocator>F FRE Emp</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>empat-228x228.gif.gif</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7451</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-22 13:19:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-22 13:24:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>