<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7690">
 <titleInfo>
  <title>Di Balik Bendera Persatuan:</title>
  <subTitle>Kalangan Nasionalis Indonesia dan Gerakan Antikolonial Dunia 1917-1933</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Klaas Stutje</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Serpong</placeTerm>
   <publisher>Marjin Kiri</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesian</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent>328p</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di Balik Bendera Persatuan bertutur tentang masa-masa mahasiswa yang dijalani oleh Mohammad Hatta, Ali Sastroamidjojo, Sam Ratu Langie, Achmad Soebardjo, dan beberapa mahasiswa ternama lain yang tergabung dalam Perhimpoenan Indonesia di Negeri Belanda. Mereka memanfaatkan keberadaan di Belanda pada periode antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II untuk membuka kontak dengan pelbagai gerakan antikolonial lain di Eropa. Mengikuti petualangan para mahasiswa ini serta aktivis seperti Semaoen dan Darsono, buku ini melacak pelbagai jaringan politik dan sosial orang-orang Indonesia di Zürich, Paris, Berlin, dan Moskow. Mereka terlibat aktif dalam berbagai prakarsa internasional seperti Liga Melawan Imperialisme, dan berjumpa dengan tokoh-tokoh antikolonial terkenal seperti Jawaharlal Nehru dari India dan Messali Hadj dari Aljazair. Buku ini mengungkap bahwa kebangkitan politis elite terdidik Indonesia selama periode itu harus dipahami dalam konteks global perjuangan antikolonial.&#13;
&#13;
“Buku penting, baik bagi sejarah nasionalisme Indonesia maupun bagi mereka yang tertarik menekuni ‘gerakan internasional’ antikolonialisme pada masa interbellum. Menggunakan sumber-sumber arsip Belanda, Indonesia, Prancis, dan Inggris, termasuk berbagai macam surat kabar dan sumber-sumber tercetak lain, Stutje benar-benar meyakinkan dalam keteguhannya bahwa masa awal ‘nasionalisme Indonesia memperoleh banyak inspirasi dan legitimasi dari pentas internasional’.” Heather Streets-Salter, BMGN — Low Countries Historical Review</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">9786020788630</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.802 STU Dib</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9020</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive</sublocation>
    <shelfLocator>959.802 STU Dib</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>KLAAS-FCover-680x984.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7690</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 13:47:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 13:50:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>