<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>c2o library</title>
	<atom:link href="http://c2o-library.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://c2o-library.net</link>
	<description>A small subscription library in Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 08:48:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<copyright>Copyright &#xA9; c2o library 2012 </copyright>
	<managingEditor>c2o.library@yahoo.com (c2o library)</managingEditor>
	<webMaster>c2o.library@yahoo.com (c2o library)</webMaster>
	<image>
		<url>http://c2o-library.net/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>c2o library</title>
		<link>http://c2o-library.net</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>A small subscription library in Surabaya</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Society &#38; Culture" />
	<itunes:author>c2o library</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>c2o library</itunes:name>
		<itunes:email>c2o.library@yahoo.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://c2o-library.net/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Reportase: Makassar Nol Kilometer</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/02/reportase-makassar-nol-kilometer/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/02/reportase-makassar-nol-kilometer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 04:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kathleen Azali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Highlight]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3533</guid>
		<description><![CDATA[Buku yang menjadi salah satu rujukan utama bagi siapapun yang ingin mengetahui mengenai budaya populer Makassar dan sekitarnya. Di dalamnya, kita menjumpai 49 artikel (meski versi revisi hanya memuat 48), yang dibagi menjadi 4 tema:  komunitas, kuliner, fenomena, dan ruang.  Dari buku ini, kita bisa membaca mengenai suporter sepak bola PSM, waria Karebosi, casciscus English meeting di Fort Rotterdam, makanan-makanan dari Coto hingga Jalangkote (yang ternyata adalah pastel!), pete-pete (angkutan kota berwarna biru), dan berbagai potret-potret Makassar di tahun 2005.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/02/reportase-makassar-nol-kilometer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Only a Girl tersedia di C2O</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/02/only-a-girl-tersedia-di-c2o/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/02/only-a-girl-tersedia-di-c2o/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 15:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>c2o library</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[writers LIVE! @ c2o]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3519</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, kami girang sekali menerima paket kiriman buku Lian Gouw.  Paket ini berisi 10 eksemplar versi Inggris buku Only a Girl, buku karya Lian yang Oktober 2010 lalu diluncurkan di C2O.  Lian menghadiahkannya pada kami untuk dijual agar hasilnya dapat membantu dana operasional C2O.

Dapat dibeli di C2O:
Only a Girl: Menantang Phoenix (Bhs. Indonesia, Gramedia Pustaka Utama) @ Rp. 65.000
Only a Girl (Bhs. Inggris) @ Rp. 100.000
Diskon 10% untuk anggota C2O.

Info pembelian:
Ph: 031-77525216 / 081515208027
Email: info@c2o-library.net
Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264.

--------

Only a Girl menuturkan dengan sangat menyentuh kisah tiga generasi perempuan Tionghoa yang bergumul demi identitas mereka di tengah ketidakpastian Revolusi Indonesia, Perang Dunia II, dan dunia yang dilanda depresi.

Nanna, seorang ibu yang berperan sebagai kepala keluarga, berupaya keras untuk mempertahankan dan menanamkan nilai-nilai tradisional Tionghoa, sementara anak-anaknya sangat ingin berbaur dengan masyarakat kolonial Belanda yang mereka anggap lebih modern. Carolien, puteri bungsu Nanna, terbuai dengan keuntungan yang dia peroleh dengan mengadopsi gaya hidup barat. Sayangnya, jalan yang dia tempuh terbukti salah setelah perkawinannya memasuki masa-masa sulit dan akhirnya kandas, dan merasakan berbagai akibat membesarkan puterinya, Jenny, dalam budaya Belanda.

Pengasuhan gaya barat yang diterima Jenny ternyata sangat tidak menguntungkan setelah Indonesia merdeka karena budaya Belanda tidak lagi dipandang. Cara-cara unik Nanna, Carolien, dan Jenny menghadapi berbagai tantangan mereka masing-masing memperlihatkan kisah rumit masyarakat China di Indonesia, khususnya antara tahun 1930-1952.

Novel yang terinspirasi oleh peristiwa historis ini akan memberikan banyak pemahaman sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang ingin dipertahankan oleh masyarakat Tionghoa dan bagaimana konflik antargenerasi harus dihadapi dan diselesaikan.

--

Lian Gouw lahir di Jakarta dan dibesarkan di Bandung pada masa kolonialisme Belanda, kemudian beremigrasi ke Amerika dan tinggal di sana sampai sekarang. Puisi dan cerpen Lian Gouw telah dimuat di Quietus Magazine. Her Predicament, versi awal bab pertama novelnya,Only a Girl, dimuat dalam antologi the SF Writers Conference 2006, Building Bridges from Writers to Readers.

Dalam tulisannya, Lian banyak menggali tema-tema relasi antarmanusia, hubungan dengan binatang, dan fantasi bernuansa fabel. Secara khusus, dia tertarik mengeksplorasi kehidupan dan pergumulan kaum perempuan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/02/only-a-girl-tersedia-di-c2o/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Long overdue books</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/02/long-overdue-books-return-home/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/02/long-overdue-books-return-home/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 12:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>c2o library</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Highlight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3478</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang tahun keempat C2O berjalan sebagai perpustakaan, kami sangat senang melihat ribuan buku tidak lagi sekedar menumpuk debu di rak-rak buku pribadi, tapi terus berpindah dari tangan ke tangan, dibaca dan dimanfaatkan lebih banyak orang.

Karena itu, kami mohon kepada tujuh kawan di bawah ini, untuk mengingat bahwa buku-buku yang mereka pinjam ini telah lama tak berpulang, padahal ada banyak orang lain yang memerlukannya.  Sudah puluhan kali kami menelpon, mengirimkan SMS, email dan pesan melalui Facebook mengingatkan kawan-kawan untuk mengembalikan buku-buku tersebut.  Ada yang tidak membalas,  HP tidak lagi aktif, atau sudah pindah tempat tinggal dan tidak bisa lagi kami hubungi.

Sekali lagi, kami mohon kerjasama kawan-kawan untuk melakukan tanggung jawab masing-masing.  Jika Anda mengenal nama-nama di bawah, mohon bantuannya untuk mengingatkan mereka.  Semua buku-buku ini penting bagi kami, dan mereka perlu pulang, agar bisa singgah di tempat lainnya.  Apabila buku tersebut hilang, mohon pertanggungjawabannya untuk mengganti bukunya.

Terima kasih banyak sebelumnya.

----------------
Peminjam: Petrus Yulius Sarwo (Petrus Medi)	
Buku: 
- Palu Arit di Ladang Tebu (Hermawan Sulistyo)
- The Gospel of Judas (Rodolphe Kasser)
Tenggat kembali: 20 Desember 2009	
Lokasi: Juwingan
--
Peminjam: Liem Lina	
Buku:
- Pendidikan Musik: antara Harapan dan Realitas (Dieter Mack)
- The Singing Neanderthals (Steven Mithen)
Tenggat kembali: 25 Maret 2010	
Lokasi: Panjang Jiwo Permai
--
Peminjam: Siti Nur Dania	
Buku:
- The Constitution of Society: Teori Strukturasi untuk Analisis Sosial (Anthony Giddens)
- Konsekuensi-konsekuensi Modernitas (Anthony Giddens)
Tenggat kembali: 25 Mei 2010	
Lokasi: Jombang

Peminjam: Ken Kumbara	
Buku:
- Sakitnya Melahirkan Demokrasi (Sindhunata)
- Lekra Tak Membakar Buku (Rhoman Dwi Aria Yulianti)
Tenggat kembali: 3 Oktober 2010	
Lokasi: Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah
--
Peminjam: Novita N.	
Buku:
- Hikayat Surabaya Tempo Dulu I (Dukut Imam Widodo)
- Kritik Sosial dalam Film Komedi (Harun Suwardi)
- Budaya Visual Indonesia (Agus Sachari)
Tenggat kembali: 9 Desember 2010	
Lokasi: Delta Sari Indah
--
Peminjam: Ahmad Saad Ibrohimi	
Buku:
- Olenka (Budi Darma)	
Tenggat kembali: 27 Agustus 2011	
Lokasi: Mojo
--
Peminjam: Antonius Subandrio	
Buku: 
- Che, sebuah biografi grafis (Spain Rodriguez)
- Buddha 8 (Osamu Tezuka)
- Revolusi Iran (Marjane Satrapi)
Tenggat kembali: 3 September 2011	
Lokasi: Pucangan]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/02/long-overdue-books-return-home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urban Knowledge Dynamics</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/02/urban-knowledge-dynamics/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/02/urban-knowledge-dynamics/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 23:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>c2o library</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi&Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Highlight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3490</guid>
		<description><![CDATA[[ February 12, 2012; 18:00 to 21:00. ] Minggu, 12 Februari 2012 pk. 18.00 - 21.00
C2O Library, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264

Bersama:
Marco Kusumawijaya (RCUS)
Elisa Sutanudjaja (RCUS)
Dian Tri Irawaty (RCUS)
Anwar Jimpe Rachman (Penerbit Ininnawa &#038; Kampung Buku)
pembicara lainnya dalam konfirmasi

Desember lalu, Rujak Center for Urban Studies mengajak kami turut serta dalam workshop “dinamika pengetahuan perkotaan” (urban knowledge dynamics). Workshop ini dilangsungkan di tiga kota-wilayah Indonesia—Surabaya, Makssar dan Kendari—sebagai dasar pembentukan jejaring yang berguna untuk menciptakan kondisi yang memperbanyak kesempatan bagi prakarsa melakukan perubahan.

Minggu, 12 Februari 2012 ini, RCUS bersama teman-teman dari Makassar dan Kendari, akan berkunjung lagi ke Surabaya untuk menindaklanjuti workshop ini, sekaligus untuk berbagi pengetahuan dinamika pengetahuan perkotaan di kota masing-masing. Bagaimana mengelola suatu komunitas yang organik? Kendala, hambatan, dan taktik atau strategi apa yang diterapkan masing-masing komunitas untuk melampauinya?

Bagaimana kita menciptakan kondisi untuk memperbanyak kesempatan bagi prakarsa melakukan perubahan? Bagaimana meningkatkan produksi-bersama dan berbagi pengetahuan perkotaan oleh dan bagi kalangan luas warga? Bagaimana warga dapat menggunakan pengetahuan perkotaannya dalam meningkatkan mutu partisipasi dalam proses-proses perkotaan? Itu hanyalah segelintir pertanyaan yang akan bersama-sama kita bahas. Mari bergabung dalam diskusi terbuka ini untuk kemudian dapat saling memperkaya wawasan kita semua dalam penerapan pengetahuan yang selalu berbeda-beda di tiap kota!

Terbuka untuk umum, tapi tempat terbatas. Mohon mendaftar terlebih dahulu untuk memastikan jumlah peserta. Donasi sukarela untuk menjaga kelangsungan program C2O.

Pendaftaran:
info@c2o-library.net / 031-77525216]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/02/urban-knowledge-dynamics/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Voice of the Past: Oral History</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/02/voice-of-the-past-oral-history/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/02/voice-of-the-past-oral-history/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 20:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kathleen Azali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=2835</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah lisan yang dimaksud dalam buku ini, tidaklah terbatas pada kajian cerita lisan, folklor, hikayat, atau mitos yang biasanya ditujukan untuk menjaga kekayaan dan nilai-nilai tradisi yang hampir punah saja.

Melalui buku ini, Thompson mengingatkan kita untuk mempertanyakan dokumen-dokumen rujukan utama sejarah.  Suara siapa yang kita pilih untuk didengar, jika kita membatasinya hanya pada sumber-sumber yang “sahih” itu?  Bagaimana kita menentukan proses seleksi dan evaluasi sumber data?  Bukankah sudah sering kita lihat, bagaimana “sejarah yang sah” tiap kali dikonstruksi ulang ketika terjadi pergantian kekuasaan?  Struktur kekuasaan bekerja dengan membentuk masa lalu dalam citranya—semakin personal, lokal, remeh dan tidak penting suatu dokumen, semakin kecil kemungkinannya diakui.

Pengetahuan mengenai proses sejarah lisan di sini bukan bermaksud secara langsung memberi makna ataupun posisi politis, tapi lebih untuk mengingatkan kita bahwa semua aktivitas dan penelitian yang kita lakukan, mau tidak mau, pasti memiliki konteks sosial, implikasi politis, dan keberpihakan. Untuk kepentingan siapa masa lalu kita dibentuk?  Siapa yang memiliki suara dalam sejarah?

Thompson memulai bukunya dengan memberi selayang pandang kaitan sejarah dengan masyarakatnya, dan bagaimana sejarah lisan mendorong proses pembentukan sejarah yang tidak terbatas pada peristiwa dan tokoh besar.  Pada dasarnya, sejarah lisan bukanlah suatu hal yang baru; sebaliknya, sejarah lisan adalah sejarah pertama sebelum tulisan ditemukan.  Jika kesahihan sumber lisan (wawancara dengan orang biasa, misalnya) dipertanyakan, sebetulnya, kita sendiri pun perlu mempertanyakan kesahihan sumber-sumber tertulis. (Kita ingat sendiri buku-buku sejarah Nugroho Notosusanto.)

Selain mengubah isi sejarah itu sendiri menjadi (katakanlah) lebih demokratis, metode sejarah lisan sendiri cenderung mendorong proses yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan antara peneliti dengan sekitarnya.  Karena projek sejarah lisan—dengan penekanannya pada wawancara dan interaksi langsung—memerlukan kerjasama dan pengertian antara peneliti dan informan dalam posisi yang lebih setara dan informal.  Batasan antara peneliti (akademi) dengan informan (“orang biasa”) pun cenderung menjadi lebih cair jika dibandingkan dengan sekedar berkutat pada arsip-arsik tertulis kuno.

Buku ini dilengkapi dengan panduan untuk memulai projek sejarah lisan.  Dari uraiannya, terlihat semangat, antusiasme dan rasa tanggung jawab Thompson untk mengajak pembaca terlibat dalam pembentukan wacana sejarah yang relevan dengan masyarakatnya. Selain memberi ide-ide projek yang seru dan kolaboratif (bisa melibatkan anak-anak, lansia, siapapun), Thompson membahas proses wawancara, penyimpanan dan penyaringan data dengan mendetil, lengkap dengan panduan pertanyaan wawancara dan daftar bacaan lanjutan yang sangat membantu. Praktis sekaligus kritis.

Ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti, buku ini tidak hanya memberi kita panduan untuk memulai projek sejarah lisan, tapi juga membahas, dan mempertanyakan, metode dan makna sejarah dalam kehidupan kita, serta pentingnya peran sumber-sumber lisan yang sering kali kurang diperhatikan.  Buku yang mendorong kita tidak hanya untuk mempelajari sejarah, tapi juga dengan aktif mengujarkan, menuliskan, membentuknya.  “Oral history gives history back to the people in their own words. And in giving a past, it also helps them towards a future of their own making.”]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/02/voice-of-the-past-oral-history/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Have a Little Faith</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/02/have-a-little-faith/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/02/have-a-little-faith/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 01:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ary Amhir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3357</guid>
		<description><![CDATA["Keyakinan itu tentang melakukan sesuatu. Kau adalah bagaimana kau beraksi, bukan sekedar bagaimana kau percaya. Itu membuat ritual dalam beragama menjadi penting."

Ungkapan ini paling saya suka dari quote Albert Lewis si rabi dalam buku ini, karena bisa menampik komentar usil orang ketika saya berangkat beribadah, “Buat apa shalat, kalau cuma ritual?” hahaha !

Have a Little Faith dibuka dengan permintaan Albert Lewis, rabi berumur 82 tahun kepada si penulis, Mitch Albom, untuk membacakan eulogy-nya di saat kematiannya nanti. Permintaan yang aneh, menakutkan, karena Mitch bukan umat yang patuh. Malah dia tergolong skeptis memandang agama yang dianggapnya menimbulkan perpecahan dan kekacauan di bumi. Padahal dulu, di masa kecilnya, Mitch sangat akrab dengan kehidupan religi sebagai ‘putra altar’ ala Yahudi.

Mitch akhirnya menyetujui permintaan sang rabi, dengan syarat dia diperbolehkan mengunjungi rabi secara berkala untuk mengenal siapa rabi sebenarnya. Maka kisah pun dibangun dari sini. Si rabi dan kehidupan sehari-harinya dalam pandangan dan kenangan Mitch, ikatan Mitch dengan kehidupan religiusnya di masa lalu, dan tentang Henry Convington.

Henry adalah seorang pastor di sebuah gereja tua yang nyaris runtuh di Detroit, kota tempat tinggal Mitch. Henry mulanya seorang pecandu, pengedar narkoba, dan juga kriminal. Dia pernah dipenjara selama tujuh tahun karena kejahatannya. Dalam sebuah kejadian yang membahayakan jiwanya, Henry berdoa, jika dia selamat, dia akan memberikan hidupnya kepada Tuhan. Dan Jesus, mengabulkan doanya.

Di gereja bobroknya Henry melayani jemaatnya yang terdiri dari para tuna susila, pecandu, dan mereka yang tersisih. Keihlasan Henry, penyerahan dirinya yang total walau dalam keterbatasan menarik perhatian Mitch.

Menurut saya, ada beberapa hal yang membuat buku ini menarik. Pertama, bahasanya yang sederhana dan mudah dimengeti, ditunjang cara bercerita Mitch dalam tiga plot yang singkat dan tak bertele-tele. Mulanya dia berkisah tentang si rabi, lalu ganti dirinya, kemudian si pastor. Berulang begitu. Kisah yang berkaitan dengan kekinian, masa lalu, atau kejadian yang berkesan. Kisah yang dirangkainya secara singkat, mengena, dan tak membosankan.

Kedua, buku ini merupakan kisah nyata, dan ditulis Mitch berdasarkan lebih tujuh tahun pengalamannya bersahabat dengan rabi. Albert meninggal pada umur 90 tahun, Seperti buku-bukunya yang lain (Tuesday wit Morrie, For One More Day), Mitch selalu mendasarkan buku-buku yang ditulisnya berdasarkan kisah nyata. Semi biografi, karena merupakan pengalaman pribadinya dan tokoh-tokohnya. Dengan begitu pembaca merasa ini hal ini bisa juga terjadi pada mereka. Bukan utopia.

Tokoh yang diangkat Mitch pun selalu orang biasa. Orang biasa dengan pengalaman hidup yang tak biasa. Kata kawan, mirip chiken soup-lah tapi jelas bukan genre chiken soup hehe..

Ketiga, percakapan dan quote dalam buku ini begitu hidup dan mengena. Misalnya, ketika Mitch bertanya kepada Albert Lewis kenapa dia menjadi rabi, jawabannya sungguh unik:

I always like a people
I love gentleness
I have patience
I love teaching
I am determined in my faith
it connects me to my past
it allows me to fulfill the message of our tradition: to live good, to do good, n to be blessed.
Lalu mengapa bukan Tuhan yang menjadi alasan? Tanya Mitch. Jawabnya, ‘God was there before number one.’

Atau ketika seorang gadis kecil yang terpaksa mengungsi karena perang di negerinya, dikasihani orang karena tak punya rumah, dia membantah tegas. ‘I have a home, but I don’t have a house to put it in’.

Keempat, buku ini tak menggurui secara langsung akan keyakinan pada agama tertentu, apalagi menanamkan doktrin. Sebagaimana disadari penulisnya di akhir buku, bahwa ‘faith is not the conclusion, but the search, the study, the journey to belief. You can’t fit the lord in a box. But you can gather stories, tradition, wisdom, and in time, you needn’t lower the shelf; god is already nearer to thee.’

Berbagai pertanyaan seperti apa itu keyakinan, apa pentingnya keyakinan dalam hidup kita, lalu bagaimana keyakinan menghadapi berbagai masalah di dunia, mulai perang agama, toleransi, cinta kasih, dan sebagainya, dijawab dalam buku ini, walau secara umum.

Beberapa quote menarik seperti ‘enemy schememy’ yang dilukiskan antara arab-yahudi, atau ‘may your God and my God bless you always’ untuk menerjemahkan toleransi, membuat saya terbahak membacanya. Masih banyak lagi quote yang menarik dan bermakna.

Bagi saya, Have a Little Faith bukan buku biasa. Dia buku luar biasa, membuat saya bergairah membaca sejak halaman pertama hingga terakhir. Tidak cepat-cepat, namun lamat-lamat menikmati setiap kisah, plot, percakapan, dan quote yang dibangun sang penulis dengan indahnya. Ini buku indah, menginspirasi, dan membuka kotak logika saya yang sempit. Buku yang membuat saya tersenyum, tergelak, atau geleng-geleng kepala tatkala menikmatinya.

Mungkin karena saya bukan agnostik (walau dulu mengira begitu). Namun bagi kaum agnostik dan skeptis terhadap agama pun, buku ini bisa membuka cakrawala. Apalagi di saat seperti sekarang ini, dimana konflik agama masih kerap terjadi dan selalu mendidihkan emosi, membaca buku ini sungguh meneduhkan sekaligus menghibur.

Jadi kenapa perlu ‘have a little faith‘? Setidaknya kalau ada keluarga saya yang mati, saya bisa bilang Tuhan memanggilnya, jadi bukan karena salah saya (jawaban ala ‘Albert Lewis’)

Akhir kata, selamat membaca! Dijamin tidak menyesal! Semoga! ]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/02/have-a-little-faith/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Invitation</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/02/invitation/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/02/invitation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 03:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>c2o library</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Highlight]]></category>
		<category><![CDATA[Pemutaran Film]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi&Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pemutaran film]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3293</guid>
		<description><![CDATA[[ February 18, 2012; 18:00 to 21:00. ] Peluncuran &#038; diskusi film "Invitation" di Surabaya
Sabtu, 18 Februari 2012, pk. 18.00

bersama filmmaker, Affan Hakim

2012 &#124; Indonesia &#124; Romance/Drama &#124; 30 menit &#124; Bhs Indonesia  &#124; English Subtitles
Produksi Kata Pictures (www.katapictures.com)

Metha berusaha meyakinkan sahabatnya Alya, untuk membuat janji bertemu dengan Erga.  Seorang pria yang pernah ditaksirnya dulu semasa kuliah. Metha berpendapat, bahwa Alya harus menyampaikan perasaannya, jikapun tidak terjadi apa-apa, ya sudah. Erga akan menikah, setidaknya itu yang tertulis di undangan pernikahan Erga yang disampaikan Metha kepada Alya. Setelah perdebatan Alya dan Metha yang melibatkan feminisme, gendersentris, dan berbagai hal lainnya, Alya dengan hati-hati dan penuh keraguan membuat janji bertemu Erga. Erga datang, namun mereka berdua kemudian dihadapkan pada sebuah situasi yang canggung dan kaku. Apalagi obrolan mereka selanjutnya, ternyata membahas sesuatu yang jauh melenceng dari apa yang sebenarnya mereka rencanakan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/02/invitation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>c2o Newsletter vol. 22</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/02/c2o-newsletter-vol-22/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/02/c2o-newsletter-vol-22/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 03:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>c2o library</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Highlight]]></category>
		<category><![CDATA[Newsletter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3405</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum memasuki bulan Februari, kami menerima beberapa tawaran acara, dengan tema yang berhubungan dengan—tidak lain lagi—hari Valentine. Afternoon Talk, band folk indie dari Lampung hadir bersama Silampukau, Soenarsoepratman, Taman Nada, Bagus Dwi Danto, Karnivorus Vulgaris dan Handoko Suwono dalam tour mereka Love Letter to Java. Affan Hakim, filmmaker dan desainer Surabaya, akan memutar film pendeknya, Invitation. Mari datang menikmati dan berbincang langsung dengan mereka! Untuk menyemarakkan, kami putar pula film-film bertema senada untuk menemani akhir pekan Anda. Klab Baca kali ini pun mengangkat kumpulan cerita erotik Anais Nin, Delta of Venus.

Selain itu, kami juga mengundang teman-teman untuk hadir dalam acara diskusi dinamika pengetahuan perkotaan bersama Rujak Center for Urban Studies dan Anwar Jimpe Rachman.

Imlek barusan, kami memutar film dokumenter pendek Giri Prasetyo, Rumah Leluhur Naga, mengenai kelenteng tertua di Surabaya, kelenteng Hok An Kiong. Terima kasih kepada Giri, Bu Shinta Devi, Ardian Purwoseputro, dan Anitha Silvia yang sudah membantu melaksanakan pemutaran. Reportasenya bisa dibaca di: http://c2o-library.net/2012/01/reportase-rumah-leluhur-naga/  Sebelum pemutaran, Manic Street Walkers, klab pejalan kaki, kembali melangsungkan rute kedua mereka menelusuri beberapa jejak Tionghoa di Surabaya.

C2O berkomitmen untuk mendukung karya, aspirasi dan literasi lokal. Jika Anda adalah seorang penulis, filmmaker, musisi, atau Anda mempunya karya/gagasanyang ingin Anda presentasikan di C2O, Anda dapat menghubungi kami di info@c2o-library.net untuk mendiskusikan format acara selambat-lambatnya 30 hari sebelumnya. Terima kasih.

Silakan mengunduh dan membaca newsletter kami, gratis, di: http://www.archive.org/download/C2oNewsletterVol.22February2012/c2o-newsletter22.pdf

SAMPUL: Foto oleh Erlin G., Chimp Chomp Design.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/02/c2o-newsletter-vol-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Afternoon Talk</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/01/afternoon-talk-love-letter-to-java-tour-2012/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/01/afternoon-talk-love-letter-to-java-tour-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 12:14:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>c2o library</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Highlight]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3378</guid>
		<description><![CDATA[[ February 19, 2012; 17:00 to 21:00. ] Di bulan Februari 2012, Afternoon Talk akan mengadakan Afternoon Talk: Love Letter to Java Tour di 5 kota (Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya dan Malang).  Di Surabaya, mereka akan hadir:

Minggu, 19 Februari 2012, pk. 17.00
Perpustakaan C2O
Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264 (jalan kecil seberang konjen Amerika.
Lihat peta di: http://c2o-library.net/about/address-opening-hours/)
Gratis &#038; terbuka untuk umum.
INFO: info@c2o-library.net / 0856 4543 8964 
Bersama:
Silampukau, Soenarsoepratman, Taman Nada, Bagus Dwi Danto, Karnivorus Vulgaris, Handoko Suwono

Afternoon Talk adalah band indie pop folk asal Lampung dengan musik akustik yang pendek dan manis, menampilkan Sofia (Vocal) Osa (Guitar,Bass) Ridwan (Guitar, Drum), Bagas (Guitar). Yang unik mereka juga memakai Ukulele, Harmonika dan bebunyian lain untuk mendukung musiknya.

Twitter: @afternoontalks
FB: Afternoon Talk
http://reverbnation.com/afternoontalk
http://soundcloud.com/fauxsndct

"Absolutely sweet and brilliant!"
SEA INDIE

"Lagu - lagu mereka sangat enak didengarkan pada siang/sore hari. Notasi yang catchy, hook -hook membius, aransemen simpel, sound yang pas, dan karakter vokal yang kuat menjadi senjata mereka. Untuk pendengar musik Folk, akustik dan indie pop, Afternoon Talk layak untuk didengarkan!"
MAJALAH HAI]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/01/afternoon-talk-love-letter-to-java-tour-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemutaran film</title>
		<link>http://c2o-library.net/2012/01/pemutaran-film/</link>
		<comments>http://c2o-library.net/2012/01/pemutaran-film/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 00:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>c2o library</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemutaran Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pemutaran film]]></category>
		<category><![CDATA[Sinematek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://c2o-library.net/?p=3372</guid>
		<description><![CDATA[[ February 4, 2012; 18:00 to 21:00. February 11, 2012; 18:00 to 21:00. February 25, 2012; 18:00 to 21:00. February 26, 2012; 18:00 to 21:00. ] Bulan ini kami mendapat kesempatan untuk merayakan Afternoon Talk: Love Letter to Java Tour (19 Februari), dan memutar film pendek 'Invitation' (18 Februari) karya Affan Hakim, salah satu filmmaker muda Surabaya. Untuk meramaikan, kami memutar berbagai film lainnya dengan tema senada. Jadwal lengkapnya, di bawah.

Info lebih lanjut, hubungi: info@c2o-library.net

---------------
Atonement
Sutradara: Joe Wright. Diadaptasi dari novel Ian McEwan (novel tersedia di rak fiksi C2O)
2007 &#124; UK &#124; 123m &#124; English with English subs

Sabtu, 4 Februari 2012, pk. 18.00

1935. Briony Tallis, seorang gadis 13 tahun bercita-cita menjadi penulis. Ketika Robbie Turner, putra dari pembantu rumah tangga Tallis menaruh hati pada kakaknya, Cecilia, dan Briony melihat keduanya bercinta, Briony kemudian menuduh Robbie suatu tindakan kriminal yang tidak dilakukan Robbie. Cecilia dan Robbie saling mencintai satu sama lain, tapi tuduhan palsu Briony mengubah nasib dan kehidupan ketiganya, selamanya.

-------------------
Midnight in Paris
Sutradara: Woody Allen
2011 &#124; USA &#124; 94 m &#124; Warna &#124; Inggris, teks Inggris

Minggu, 5 Februari 2012, 18.00

Bercerita mengenai pengalaman sekelompok turis Amerika yang terpesona dengan Paris. GIll Pender, seorang screenwriter yang sukses tapi tidak puas dengan kehidupannya, dan sangat menggilai Paris di tahun 1930an. Dia bercita-cita menjadi penulis "sesungguhnya", dan melalui time travel yang ajaib setiap malam, di mana dia dibawa ke Paris di tahun 1930an, dan bertemu dengan berbagai idolanya, dia terpaksa menghadapi kenyataan mengenai ketidakcocokannya dengan tunangannya dan tujuan hidup mereka yang berbeda.

-------------------
Happy Together
Sutradara: Wong Kar-Wai
1997 &#124; Hong Kong &#124; 96 menit &#124; Cantonese, English subs

Sabtu,11 Februari 2012, 18.00

Yiu-Fai dan Po-Wing tiba berlibur ke Argentina dari Hong Kong, tapi di sana hubungan mereka malah merenggang. Yiu-Fai bekerja di sebuah bar tango untuk mendapatkan uang kembali pulang. Ketika Po-Wing muncul kembali dalam kondisi penuh luka, Yiu-Fai merasa kasihan, tapi tidak mampu lagi membina hubungan yang lebih intim, mengingat Po-Wing sendiri tidak siap untuk komitmen jangka panjang. Yiu-Fai kemudian bekerja di rumah makan Cina dan bertemu dengan Chang dari Taiwan.

------------------
Invitation
Peluncuran &#038; diskusi film "Invitation" di Surabaya
Sabtu, 18 Februari 2012, pk. 18.00
Terbuka untuk umum. Donasi untuk mendukung kelanjutan program ini.

bersama filmmaker, Affan Hakim

2012 &#124; Indonesia &#124; Romance/Drama &#124; 30 menit &#124; Bhs Indonesia &#124; English Subtitles
Produksi Kata Pictures (www.katapictures.com)

Metha berusaha meyakinkan sahabatnya Alya, untuk membuat janji bertemu dengan Erga. Seorang pria yang pernah ditaksirnya dulu semasa kuliah. Metha berpendapat, bahwa Alya harus menyampaikan perasaannya, jikapun tidak terjadi apa-apa, ya sudah. Erga akan menikah, setidaknya itu yang tertulis di undangan pernikahan Erga yang disampaikan Metha kepada Alya. Setelah perdebatan Alya dan Metha yang melibatkan feminisme, gendersentris, dan berbagai hal lainnya, Alya dengan hati-hati dan penuh keraguan membuat janji bertemu Erga. Erga datang, namun mereka berdua kemudian dihadapkan pada sebuah situasi yang canggung dan kaku. Apalagi obrolan mereka selanjutnya, ternyata membahas sesuatu yang jauh melenceng dari apa yang sebenarnya mereka rencanakan.

-----------------

Melancholia
Sutradara: Lars von Trier
2011 &#124; Denmark / France &#124; 130m &#124; English with English subs

Sabtu, 25 Februari 2012, pk. 18.00

Dalam film indah mengenai kiamatnya dunia ii, Justine dan Michael sedang merayakan pernikahan mereka di rumah saudara perempuan mereka, Claire, dan suaminya, John. Meskipun Claire berusaha sekuat mungkin, pernikahan tersebut berlangsung kacau, dengan ketegangan keluarga dan relationship. Sementara sebuah planet bernama Melancholia sedang meluncur menabrak bumi...

-----------------

L’enfant
Sutradara: Jean-Pierre &#038; Luc Dardenne
2005 &#124; Belgium &#124; 91m &#124; Warna &#124; Prancis, English subs

Minggu, 26 Februari 2012, 18.00

Bruno, 20 tahun dan Sonia, 18, bertahan hidup dengan tunjangan negara dan kriminal-kriminal kecil. Bruno kemudian menjual bayi mereka ke pasar gelap untuk mendapatkan uang tunai. Sonia yang shock membuatnya berusaha memperbaiki kesalahannya dan membeli kembali bayinya, tapi penolakan Sonia, serta hutang-hutang dan keputusasaannya membawanya ke terali penjara...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://c2o-library.net/2012/01/pemutaran-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

