<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6676">
<titleInfo>
<title>Tiongkok yang Kukenal:</title>
<subTitle>Membangun Sosialisme Berciri Khas Tiongkok</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ibrahim Isa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher>Ultimus</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesian</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Book - Paperback</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>IBRAHIM ISA adalah satu dari ribuan orang eksil 65, yaitu mereka yang pada masa itu berada di luar Indonesia untuk belajar atau menjadi delegasi negara untuk menghadiri konferensi internasional.

Kisah mereka berawal dari masa pemerintahan Soekarno pada tahun 1960-an. Pada masa itu, dengan cita-cita mempunyai bangsa yang berdikari di bidang ekonomi, pemerintah RI melakukan kerja sama dengan negara asing untuk mengirim orang-orang muda Indonesia bersekolah di luar negeri dengan berbagai bidang studi, antara lain teknik, kedokteran, pertanian, hingga sastra. Cita-cita Soekarno pada masa itu adalah menjadikan pemuda-pemuda ini sebagai tenaga ahli, sehingga menjadi sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengolah sumber daya alam Indonesia kelak.

Kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa itu yaitu anti-imperialisme. Indonesia juga sedang mempunyai hubungan baik dengan Tiongkok, kedua negara sedang membangun kekuatan yang tidak bergantung pada blok Barat dan blok Timur. Beberapa negara yang menjadi negara tujuan studi antara lain negara-negara sosialis yang terletak di Eropa Timur seperti Uni Soviet, Republik Ceko, Rumania, Albania, Tiongkok, dan sebagainya. Sekitar 1.500 orang dikirim ke negara-negara itu.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn">9786028331722</identifier><location>
<physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
<shelfLocator>951 ISA Tio</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">8042</numerationAndChronology>
<sublocation>C2O library & collabtive (History & Geography)</sublocation>
<shelfLocator>951 ISA Tio</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Tiongkok_yang_Kukenal_Membangun_Sosialisme_Berciri_Khas_Tion.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6676</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-02-14 21:17:33</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-14 21:18:58</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>