Detail Cantuman Kembali

XML

Cerita Dari Digul


Pramoedya Ananta Toer adalah seorang penulis novel, cerpen, esai, polemik, dan sejarah tanah air dan bangsanya. Seorang penulis yang dihormati di Barat, tulisan-tulisan Pramoedya yang blak-blakan dan sering bermuatan politik menghadapi sensor di tanah kelahirannya selama era pra-reformasi. Karena menentang kebijakan presiden pendiri Sukarno, maupun penerusnya, rezim Orde Baru Suharto, ia menghadapi hukuman di luar hukum. Selama bertahun-tahun di mana dia menderita penjara dan tahanan rumah, dia menjadi kekuatan utama bagi para pendukung kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.

Sinopsis
Cerita dari Digul merupakan kumpulan tulisan karya para eka-Digulis. Mereka pernah dibuang sebagai tahanan politik semasa pemerintahan kolonial hindia-belanda. Berbagai cerita itu, yang sungguh-sungguh terjadi, mengisahkan suka-duka mereka dalam mempertahankan hidup di tanah buangan Digul, Papua Barat. Getir dan mengharukan.

Digul adalah lokasi di Papua yang ditetapkan oleh pemerintahan kolonial Hindia Belanda saat itu menjadi tempat pengasingan bagi para tahanan politik. Untuk kisah-kisah di buku ini, para tahanan adalah orang-orang yang diasosiasikan dengan pergerakan PKI, terutama pemberontakan 1926. Tentu saja tujuan diasingkan adalah untuk mencerabut mereka dari akar, peradaban, dan pengaruh.

Kehidupan di pengasingan tentu begitu rumit, melelahkan, menyakitkan, dan rawan menyebabkan putus asa. Tempat yang asing dan masih relatif "liar", keharusan bertahan hidup dengan sumber daya terbatas dan penjagaan aparat, kawasan yang sulit untuk bercocok tanam dan rawan malaria, serta perasaan asing dengan lingkungan sekitar termasuk satwa dan penduduk asli kawasan itu.
Pramoedya Ananta Toer - Personal Name
F TOE Cer
9786026208989
NONE
Book - Paperback
Indonesian
KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
2024
Jakarta
xxiv + 320 hlm; 14x21 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...