<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7286">
<titleInfo>
<title>Budidaya Hantu</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Kelas Mengarang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Malang</placeTerm></place>
<publisher>Penerbit Pelangi Sastra</publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesian</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Book - Paperback</form>
<extent>xiv + 162 halaman; 14x20 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Setiap cerita dalam antologi ini seakan menawarkan undangan, memasuki dunia pikir yang berwarna-warni. Setiap penulis memberikan warna dan sudut pandang yang berbeda tentang hidup modern. Saya senang ketika penulis terlihat dekat dengan cerita karangannya, tapi saya justru tertarik mengulik eksplorasi cerita yang tampak menawarkan imajinasi yang berkeliaran di cerpen-cerpen spekulatif. Bahwa benang merah kumpulan cerita tentang kota bisa dibentangkan ke berbagai interpretasi; dari gaya realisme magis seperti cerita Syah Laksmi hingga fiksi sains seperti cerpen Dyah Ayu Setyorini. Keberagaman dimensi cerita ini sesungguhnya bisa menjadi pisau bermata dua: ia bisa menawarkan kontras gaya tulisan tapi juga menunjukkan adanya keberjarakan penulis dengan referensi realita. Itu mengapa, sejak judul saya punya pertanyaan mendasar ketika membaca tiap cerita: apakah imajinasi penulis mesti begitu jauh dari kenyataan? Apakah semua cerita harus jadi eskapisme murni, alih-alih menjadi perenungan?

Gladhys Elliona</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn">9786236973679</identifier><location>
<physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
<shelfLocator>F MEN Bud</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">8628</numerationAndChronology>
<sublocation>C2O library & collabtive</sublocation>
<shelfLocator>F MEN Bud</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7286</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-11 12:17:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-11 12:19:00</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>