<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7677">
<titleInfo>
<title>Telinga yang Tidak Dijual di pasar Saham</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Annisa Resmana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Penerbit Writing Revolution</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesian</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Book - Paperback</form>
<extent>87 p</extent>
</physicalDescription>
<note>Bagaimana rasanya menjadi perempuan dalam dunia yang tak henti mengukur, menakar, dan membisukan? Dalam buku puisi Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham, Annisa Resmana menjawabnya bukan dengan slogan, tapi dengan larik-larik yang pekat, peka, dan penuh perenungan. Buku ini memuat 78 puisi yang dibagi ke dalam tiga babak, masing-masing merekam kegelisahan dan kekuatan perempuan dalam beragam wajahnya; sebagai individu, sebagai tubuh sosial, dan sebagai suara yang ingin didengar tanpa harus berteriak.
 
Annisa menjahit kritik dan keintiman ke dalam puisi-puisinya: dari persoalan ekonomi rumah tangga, konstruksi sosial terhadap tubuh dan peran perempuan, hingga pertarungan batin antara panggilan pribadi dan tuntutan publik. Dalam puisi seperti “Cashflow si Durga”, “Rapat Hari Kamis”, atau “Versi Beta dari Tubuhku”, pembaca akan menemukan narasi yang akrab namun juga mencengangkan, menggambarkan perempuan sebagai subjek utuh yang berjuang mempertahankan martabatnya di tengah absurditas sosial modern.
 
Buku ini juga menjadi ruang dialog antara sastra dan seni visual: sampulnya menampilkan lukisan karya Jessica Wilhelmina, pelukis muda yang aktif mengangkat isu perempuan dalam karya-karyanya. Kolaborasi ini memperkuat semangat buku sebagai medium perlawanan dan penyembuhan.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn">9786236343845</identifier><location>
<physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
<shelfLocator>F RES Tel</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">9006</numerationAndChronology>
<sublocation>C2O library & collabtive</sublocation>
<shelfLocator>F RES Tel</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7677</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-17 17:15:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-17 17:16:34</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>