Detail Cantuman Kembali

XML

Nyanyian di Perantauan


Buku ini memuat 115 lirik lagu yang berasal dari 30 musisi dan band Indonesia yang sedang atau pernah tinggal di Taiwan. Lagu-lagu ini memiliki gaya yang sangat beragam, mulai dari folk, pop, rock, metal, punk, reggae, rap, dangdut, dan tarling.

Buku ini memuat sembilan artikel yang membahas skena musik di Taiwan. Salah satunya ditulis oleh etnomusikologi Michael HB Raditya, yang menggunakan arsip video dari pertunjukan dangdut di Taiwan untuk menganalisis perkembangan Orkes Melayu dan Organ Tunggal selama pandemi Covid-19. Muhammad Irfan yang berperan sebagai jurnalis, disjoki (Disk Jockey, DJ), dan peneliti musik, memilah sejarah musik metal Indonesia dan kondisi komunitas metal Indonesia di Taiwan. Aubrey Fanani, yang saat ini meneliti seni kontemporer Indonesia di Universitas Nasional Yang-ming Chiao-tung (NYCU), mengeksplorasi narasi musisi PMI dalam video musik mereka. Sementara Ralf Ruckus, peneliti independen asal Jerman yang telah lama mengkaji isu buruh dan migrasi, menyumbangkan dua artikel yang sebelumnya diterbitkan di New Bloom, di mana ia mewawancarai dua band yang diinisiasi oleh pekerja migran bernama Jubah Hitam dan SOUTHERN RIOT untuk menelusuri pengalaman mereka dalam bekerja dan berkarya. Mohamad Rivai, bassis SOUTHERN RIOT membagikan kisah perjalanan hidupnya dengan lagu tarling. Sementara itu, Lan Yu-Chen mendokumentasikan pengalaman kami membawa teman-teman musisi dari kalangan PMI ke Desa Tafalong di Hualien untuk bertukar nyanyian dan cerita hidup, serta mencoba menghubungkan pengalaman migrasi dan kerja antara masyarakat adat dan pekerja migran pada zaman saat ini. Wu Ting Kuan, dalam artikel "ABK Pantura dan Drama Tarling", menghubungkan pengalaman berkarya musisi pekerja perikanan, Ang Wang, dengan lanskap pelabuhan di Taiwan untuk menggambarkan bagaimana pekerja migran dari pesisir utara Jawa membangun skena tarling di Taiwan. Di akhir buku, dia memaparkan wawasan PMI melalui penciptaan lagu, serta perubahan dan tantangan dalam skena musik mereka. Artikel ini juga mencoba menjelaskan bagaimana pekerja migran menggunakan lagu untuk memperkuat identitas mereka di negeri asing. Di saat yang sama, dorongan untuk membangun identitas dan menyuarakan kebutuhan mereka menjadikan musik sebagai sarana yang mampu meruntuhkan batas-batas etnis antara suku atau ras.
Aubrey Fanani Dkk - Personal Name
331.625982 FAN Nya
NONE
Book - Paperback
Indonesian
Trans/voices Project
2024
Taiwan
LOADING LIST...
LOADING LIST...