<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4022">
 <titleInfo>
  <title>Komunitas Tionghoa di Surabaya</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andjarwati Noordjanah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>Ombak</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">en</languageTerm>
  <languageTerm type="text">English</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent>152</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Benarkah stereotip yang mengatakan bahwa golongan Tionghoa, sebagaimana dicitrakan oleh mesin propaganda Orde Baru, hanyalah sekumpulan oportunis yang menginginkan kekayaan tanpa prinsip dan tidak punya kepedulian apapun terhadap masyarakat dan politik di sekitarnya? Buku ini mengingatkan kita kembali militansi komunitas Tionghoa. Banyak kenyataan sejarah yang ditutup-tutupi atau secara tak sengan terlupakan masyarakat kita dibuka (oleh buku ini), dan memang sudah saatnyalah diingatkan kembali kepada masyarakat. Andjarwati dengan cermat dan teliti menggali berbagai sumber dalam literatur maupun ingatan seorang informan serta berita-berita surat kabar dan amjalah masa itu, sehingga muncul suatu kisah hidup mengenai zaman awal republik kita dan peran golongan Tionghoa yang tidak kecil. Sesudah membaca buku ini kita akan semakin yakin bahwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, berbagai golongan mempertaruhkan nasibnya pada kembalinya rezim kolonial, termasuk golongan Bumiputra. Nasionalisme yang kompleks dan inklusif kiranya dapat memproses kerumitan kenyataan ini. Dalam kebangkitan kembali aktivisme golongan Tionghoa di Indonesia sesudah 1998, materi seperti yang diuraikan dalam buku ini niscaya bermanfaat, karena dapat memberikan pelajaran keberhasilan masyarakat kewargaan menghadapi kezaliman penguasa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Chinese - Ethnic identity</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Chinese - Cultural assimilation; Chinese - Ethnic </topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <geographic>Surabaya</geographic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Chinese Indonesian</topic>
 </subject>
 <classification>Indonesia</classification>
 <identifier type="isbn">6028335312</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.895105982 NOO Kom</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">4141</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive (History &amp; Geography - Surabaya)</sublocation>
    <shelfLocator>4000</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>KomunitasTionghoaSurabaya.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4022</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-02 09:50:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-31 13:58:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>