<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6495">
 <titleInfo>
  <title>Kisah Para Preanger Planters</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Her Suganda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Penerbit Buku Kompas</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesian</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegigihan Van der Hucht berhasil melahirkan pengusaha-pengusaha perkebunan teh di Priangan yang berasal dari satu keluarga besar, The Hunderian. Mereka itu adalah keluarga-keluarga Kerkhoven, Holle, dan Bosscha, yang semuanya bertali-temali karena ikatan darah.&#13;
&#13;
Mereka adalah keluarga-keluarga kaya-raya yang muncul setelah pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan liberalisasi ekonomi. Diberlakukannya Undang-Undang Agraria pada 1870, yang mengubah Priangan menjadi daerah tambang &quot;emas hijau&quot;, melahirkan keluarga-keluarga konglomerat pengusaha perkebunan teh yang kemudian dikenal sebagai Preanger planters.&#13;
&#13;
Tak dapat dipungkiri, kaum elite pengusaha perkebunan memiliki andil besar pada pesatnya perkembangan kota Bandung, sampai kota itu dijuluki &quot;Parijs van Java&quot;. Namun, kenapa kehadiran mereka justru berpengaruh buruk pada kehidupan kaum pribumi? Kenapa masyarakat Priangan mengalami kemandekan ekonomi justru setelah berkembangnya perusahaan-perusahaan perkebunan besar di daerah mereka?&#13;
&#13;
Her Suganda mengupas pula soal interaksi yang tidak sepadan dan hubungan pelik antara kaum pendatang kulit putih dan penduduk pribumi, termasuk dalam hubungan &quot;per-nyai-an&quot; antara laki-laki kulit putih dan perempuan pribumi. Persoalan menjadi lebih rumit ketika dari hubungan itu lahir anak &quot;Indo&quot; berhidung mancung, berkulit putih, dan bermata biru, tetapi bernasib sama dengan sang ibu: Tak memiliki masa depan yang jelas....</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">9789797098261</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8222 SUG Kis</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">7751</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive (Non Fiction)</sublocation>
    <shelfLocator>959.8222 SUG Kis</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>22240609.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6495</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-16 16:37:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-16 16:39:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>