<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7894">
 <titleInfo>
  <title>Tanah Para Pendekar:</title>
  <subTitle>Petualangan Elio Modigliani di Nias Selatan Tahun 1886</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Vanni Puccioni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesian</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Book - Paperback</form>
  <extent>360p</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan elok di selatan Sumatra itu oleh para petualang Eropa di abad kesembilan belas dikenal sebagai tanah “liar”, rumah para jagoan yang tak segan memenggal kepala, para pendekar yang bahkan tak dapat ditaklukkan pemerintah kolonial Belanda. Namun Elio Modigliani, seorang penjelajah muda dari Italia, menjejakkan kaki di sana serta keluar-masuk dari satu desa ke desa lain dan pulang dalam keadaan utuh. Didampingi empat pemburu sewaan dari Jawa, Modigliani tak hanya berhasil mendokumentasikan berbagai aspek kehidupan dan budaya Nias, tetapi juga diam-diam membawa pulang 26 tengkorak manusia yang kemudian disumbangkannya ke Museum Nasional Antropologi dan Etnografi di Florence untuk riset mereka.&#13;
&#13;
Pertanyaan besarnya, mengapa Modigliani tak terbunuh, padahal para petualang lain harus kocar-kacir menyelamatkan diri?&#13;
&#13;
Kini Vanni Puccioni, cucu direktur museum yang memamerkan hasil ekspedisi Modigliani, memutuskan untuk mengikuti jejaknya dan menelusuri kembali tempat-tempat yang pernah dikunjungi sang penjelajah. Tujuannya satu: mengungkap bagaimana Modigliani dapat bertahan di antara para pendekar itu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">9786020331645</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>C2O library Online catalog (BETA)</physicalLocation>
  <shelfLocator>920 PUC Tan</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9204</numerationAndChronology>
    <sublocation>C2O library &amp; collabtive</sublocation>
    <shelfLocator>920 PUC Tan</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>tanahh.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7894</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-05 17:57:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-05 17:58:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>