Comics on Screen pt. 1

Untuk menyambut dan mempersiapkan Cergamboree: Festival komik Indonesia – Prancis, yang akan diadakan untuk ketiga kalinya bulan Februari depan, C2O akan memutar berbagai animasi dan film mengenai komik. Tonton bagaimana cerita sehari-hari bisa diangkat menjadi komik dalam American Splendor, bagaimana kemanusiaan dan kekejian perang digambarkan dalam The Grave of the Fireflies, dan perlawanan terhadap totalitarianisme bergejolak dalam V for Vendetta. Tiap Jumat, pk. 17.00, selama bulan Januari 2011.
————–
American Splendor
Sutradara: Shari Springer Berman & Robert Pulcini
2003 | USA | 100 menit | Warna | Inggris, teks Inggris
Pemutaran: 14 Januari 2011, 17.00

Biopic mengenai almarhum Harvey Pekar, penulis serial komik American Splendor, sekaligus adaptasi komik-komiknya yang mendramatisasi kehidupan sehari-harinya sebagai penyortir dokumen, kolektor berbagai macam trinkets, komikus dan tukang ngedumel.

Award: Grand Jury Prize, Sundance Film Festival dan FIPRESCI, Cannes Film Festival 2003
—————-
The Grave of the Fireflies
Sutradara: Isao Takahata
1998 | Jepang | 88m | Warna | Jepang, teks Inggris
Pemutaran: Jumat, 21 Januari 2011, 17.00

Animasi ini dengan manusiawi menceritakan kekacauan dan penderitaan pada zaman Perang Dunia II di Jepang dari sudut pandang sepadang kakak adik. Dibuat berdasarkan novel semi-autobiografis, penulisnya telah kehilangan adiknya di tengah-tengah perang.
——————-
V for Vendetta
Sutradara: James McTeigue
2005 | USA | 127 menit | Warna | Inggris, teks Inggris
Pemutaran: Jumat, 28 Januari 2011, 17.00

Dibuat berdasarkan komik Alan Moore dan David Lloyd, V for Vendetta dengan tajam menceritakan masa depan distopia London, di mana seorang figur misterius bertopeng, “V”, berusaha melawan totalitarianisme Inggris di bawah partai Norsefire. Komik ini juga terinspirasi kejadian Gunpowder Plot. Jika kamu menyukai novel Orwell, Huxley, Pynchon, dkk., wajib ditonton.

Asal-usul peradaban: senapan, kuman, dan baja?

Kenapa orang-orang Eropa bisa menjajah begitu banyak bagian dunia? Kenapa bukan orang-orang Inca yang menguasai dunia dengan peradabannya? Kenapa kota-kota pertama kali berkembang di Timur Tengah? Kenapa pertanian tidak muncul di Australia? Dan kenapa daerah tropis sekarang rentan dengan kemiskinan?

Menurut Jared Diamond, faktor lingkungan–ekologis dan geografis–berpengaruh banyak dalam membentuk kesenjangan teknologi dan kekuasaan. Dalam buku dan dokumenternya, Guns, Germs and Steel, Jared Diamond memaparkan bagaimana faktor-faktor lingkungan mempengaruhi pembentukan nasib peradaban manusia.

Secara garis besar, teori utamanya adalah bahwa Eropa Asia memiliki lebih banyak keuntungan lingkungan, seperti: bentuk memanjang horisontal benua Eropa-Asia memberi iklim yang lebih merata dan mempermudah penyebaran flora dan fauna; flora-fauna yang ada di Eropa-Asia jauh lebih mudah didomestikasi; dan hidup berdampingan dengan hewan-hewan ternak meningkatkan kekebalan penyakit dan wabah.

Bagaimana menurut Anda? Mari menonton dan mendiskusikannya di C2O. Tiga episode, diputar Sabtu, tanggal 15, 22 dan 29 Januari 2011:

* Episode I: Out of Eden – Sabtu, 15 Januari 2010, pk. 17.30
* Episode II: Conquest – Sabtu, 22 Januari 2010, pk. 17.30
* Episode III: Tropics – Sabtu, 29 Januari 2010, 17.30

Jared Diamond adalah penulis dan ilmuwan yang telah menulis berbagai buku ilmiah populer. Saat ini ia menjabat sebagai Profesor geografi dan fisiologi di UCLA, California. Anda bisa meminjam atau membeli beberapa bukunya di C2O, antara lain The Third Chimpanzee, Guns, Germs and Steel dan Collapse.

Book Discussion: Mati, Bertahun yang Lalu

Mengundang kerabat untuk diskusi buku (dilakukan dalam bahasa Inggris) “Mati, Bertahun yang Lalu.” Mari melatih bahasa Inggris sambil membahas novel!

Senin, 3 Januari, 2011, 15.00 WIB.
Perpustakaan C2O, Jl. Dr. Cipto 20, Surabaya 60264
(Jalan kecil seberang konjen Amerika, lihat peta)
Tentang Penulis

Soe Tjen Marching Soe Tjen Marching adalah seorang Indonesianis, penulis, dan feminis. Ia memperoleh gelar Ph.D.nya dari Universitas Monash, Australia. Ia telah diundang sebagai dosen tamu di berbagai Universitas di Australia, Britania dan Eropa. Soe Tjen banyak menulis artikel di berbagai suratkabar Indonesia maupun asing, cerita pendek, dan juga membuat komposisi musik. Ia pernah memenangi beberapa kompetisi penulisan kreatif di Melbourne – Australia.
Moderator

Dr. Angus Nicholls dosen dalam sastra komparasi di Queen Mary University of London. Beberapa bukunya telah diterbitkan oleh Camden Press dan Cambridge University Press. Angus saat ini juga menjabat sebagai Acting Director di departemennya. http://www.sllf.qmul.ac.uk/staff/nicholls.html

INFO: c2o.library@yahoo.com
http://c2o-library.net/

Merry Christmas & Happy New Year

Bulan ini, selain juga karena kondisi cuaca, kami mengurangi kegiatan tayang, demi memfokuskan diri pada evaluasi, pengolahan, serta penataan aktivitas untuk tahun depan. Di akhir tahun, C2O tutup dari hari Sabtu, 25 Desember 2010 s/d Minggu, 2 Januari 2011.
Senin, 3 Januari 2011, kami kembali buka seperti biasa.

Jika Anda belum mengisi survei evaluasi program dan fasilitas kami, kami mohon bantuan teman-teman untuk mengevaluasi C2O dengan mengisi survei yang tersedia on-line
http://www.surveygizmo.com/s3/423533/Evaluasi-fasilitas-dan-program-C2O
Formulir survei juga tersedia di meja sirkulasi dan bisa diisi langsung saat berkunjung ke C2O.

Terima kasih dan sampai jumpa!

Stop-Motion

Selama bulan Desember 2010, kami menyuguhkan dua film animasi stop-motion menarik untuk Anda, tanpa diskusi di TV kecil kami. Tonton cerita-cerita H.C. Andersen dan alegori negara totaliter dalam teater boneka dalam The Puppet Films of Jiri Trinka, atau saksikan animasi khas Tim Burton tentang penduduk kota Halloween yang nyasar ke kota Natal dalam The Nightmare before Christmas. Selamat menikmati bersama keluarga, dan nantikan pemutaran dan diskusi film tahun depan!

The Puppet Films of Jiri Trnka
Pemutaran: Sabtu, 11 Desember 2010, ,17.30

Terlahir di tahun 1912 di Bohemia, sutradara, penulis dan pembuat boneka Jiri Trnka telah membuat banyak karya-karya terkenal di kalangan animator dan teater. Koleksi film ini mencakup karya-karya terkenalnya: “The Emperor’s Nightingale” berdasarkan cerita Hans Christian Andersen dan dinarasikan oleh Boris Karloff. Jangan lewatkan juga “The Hand”, alegori negara totaliter yang memantau segala kegiatan si boneka pemahat.

Daftar judul:
The Emperor’s Nightingale (1951, 67 min.), The Hand (18 min.), The Story of the Bass Cello (13 min.), A Merry Circus (11 min.), A Drop Too Much (14 min.), The Song of the Prairie (21 min.), Jiri Trnka: Puppet Animation Master documentary (12 min.).

“Trnka—the name is the sum of childhood and poetry.” Jean Cocteau

Film ini adalah hadiah dari Ariani Darmawan, Rumah Buku & Kineruku.

——————

The Nightmare before Christmas
1993 | Amerika | 75 menit | Warna | Bahasa Inggris, teks Inggris

Pemutaran: Sabtu, 18 Desember 2010, 17.30

Kota Halloween adalah dunia mimpi yang dihuni oleh monster, hantu, goblin, vampir, manusia serigala dan penyihir. Jack Skellington (“Sang Raja Labu”) memimpin mereka dalam perayaan mencekam tiap Halloween, tapi dia sendiri sudah jenuh dengan rutinitas yang sama dari tahun ke tahun. Saat berjalan-jalan di hutan pinggir kota, dia tidak sengaja membuka portal ke “Kota Natal.”

Terpesona dengan atmosfer Natal, Jack memaparkan penemuan dan pemahamannya (yang terbatas) mengenai liburan tersebut kepada penduduk kota Halloween. Mereka gagal mengerti maksud Jack dan membandingkan apa yang dia katakan dengan ide mereka mengenai Halloween. Dia terpaksa setuju dan mengumumkan bahwa mereka akan merampas Natal. Jack menaiki kereta kuda berbentuk peti mati yang ditarik tengkorak-tengkorak rusa dan mengantarkan hadiah-hadiah mengerikan.

Tentang Kota

Bagaimana kota digambarkan dalam film? Berikut adalah beberapa contoh film klasik terkenal tentang kota: Berlin, Tokyo, Manhattan dan Paris. Dengan pilihan dari berbagai periode, selalu ada sesuatu gambaran kota untuk kamu nikmati di akhir minggu di C2O!

—————————–
Berlin, Symphony of a Great City
Sutradara: Walter Ruttmann
1927 | Jerman | 65 menit | BW | Silent, teks Inggris
Pemutaran: 5 November 2010, 17.00

Satu contoh genre “simfoni kota”, menggambarkan kehidupan dalam kota melalui impresi visual, dengan gaya semi-dokumenter tanpa isi narasi konvensional, meskipun urutan kejadian tetap menunjukkan semacam tema besar atau impresi kehidupan sehari-hari.
—————
Tokyo Story
Sutradara: Yasujiro Ozu
1953 | Jepang | 136 menit | BW | Jepang, teks Inggris
Pemutaran: 12 November 2010, 17.00

Cerita mengenai sepasang suami istri lansia yang pergi ke Tokyo untuk mengunjungi anak-anaknya yang telah dewasa, tapi menemukan bahwa anak-anaknya terlalu sibuk untuk menghabiskan waktunya dengan mereka. Kerap dianggap sebagai mahakarya Ozu, dan dua kali muncul di majalah Sight & Sound dalam daftar ‘Top Ten’ film terbaik.
——————
Manhattan
Sutradara: Woody Allen
1979 | USA | 96 menit | BW| Bhs. Inggris
Pemutaran: 19 November 2010, 17.00

Komedi romantis mengenai duda 2x cerai berusia 42 tahun yang berpacaran dengan perempuan 17 tahun, sebelum akhirnya jatuh cinta dengan perempuan se-lingkuhan sahabat karibnya.
Film dari koleksi Erlin Goentoro.
—————
Paris, Je t’aime
2006 | Prancis | 120 menit | BW| Prancis, teks Inggris
Pemutaran: 26 November 2010, 17.00

Aktor-aktor dari berbagai negara termasuk Amerika, Inggris dan Prancis, muncul dalam film dengan durasi 2 jam yang terdiri dari 18 film pendek dengan latar belakang distrik Paris yang berbeda. Dibuat oleh 22 sutradara: Gurinder Chadha, Sylvain Chomet, Joel dan Ethan Coen, Gerard Depardieu, Wes Craven, Alfonso Cuarón, Nobuhiro Suwa, Alexander Payne, Tom Tykwer, Walter Salles dan Gus Van Sant

Bedah Buku The ‘O’ Project

Sabtu, 13 November 2010, 15.00
Bersama penulis, Firliana Purwanti
Pembicara: Dr. Soe Tjen Marching, dosen FISIP Unair
Moderator: Putri Aisyiyah, Peminat kajian feminis

The ‘O’ Project lahir dari rentannya kedaulatan tubuh perempuan karena mitos dan ketabuan. Setelah dibedah di berbagai kota di Indonesia, kini The ‘O’ Project hadir di Surabaya.

Penulis : Firliana Purwanti
Editor : Agustine, Budi Setiyono, Dédé Oetomo, Christina M. Udiani
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, 2010

Soerabaja, Surabaya dan Jalan Raya Pos

Selama bulan November 2010, bersama komunitas Surabaya Tempo Dulu sebagai narasumber, C2O akan memutar dua film berkaitan dengan sejarah Surabaya. Tiap Sabtu (kecuali Sabtu ke-2), pk. 17.30. Gratis (donasi sukarela) & untuk umum!

————–
Soerabaja, Surabaya
2008 | Belanda | 55 menit | teks Indonesia
Dokumenter revolusi Surabaya oleh Peter Hoogendijk.
Info: www.soerabajasurabaya.nl
Pemutaran: 6 November 2010, 17.30

Sutradara Peter Hoogendijk membawa ibunya, Thera André, ke Surabaya, kota di mana ibunya kembali dari kamp Jepang 60 tahun yang lalu. Thera kemudian dilarikan oleh tentara Inggris ke luar kota. Selama di Belanda, ia bahkan tidak tahu sama sekali mengenai Pertempuran Surabaya. Peter membawa ibunya kembali ke kota kelahirannya untuk mencari tahu apa yang terjadi, dan dari dokumenter ini, kita bisa melihat berbagai sudut pandang: perayaannya tiap 10 November dan wawancara dengan para veteran pejuang (Pemuda), korban pelarian Belanda, dan putra-putra Jendral Mallaby.
————-
Jalan Raya Pos
1996 | Belanda | 155 menit | Bhs. Indonesia
Narasi: Pramoedya Ananta Toer. Diproduksi oleh: Pieter van Huystee Film & TV, Nederland 1996
Pemutaran: 20 & 27 November 2010, 17.30

Disutradarai oleh Bernie Ijdis, film Jalan Raya Pos (De Groote Postweg) ini bukan bercerita soal Daendels, tapi lebih menceritakan tentang Indonesia masa kini, khususnya kehidupan-kehidupan di sekitar jalan raya dibangun Daendels lebih dari 200 tahun yang lalu. Dalam film ini kita bisa melihat berbagai realita zaman itu (mungkin hingga sekarang): mulai dari bis berkaraoke, kehidupan gelandangan di kolong Jembatan Merah, pabrik gula dadakan, hingga pengamen menyanyikan tragedi Marsinah. Almarhum Pram, yang juga telah menulis buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (tersedia di C2O), hadir sebagai narator dalam film ini dalam kesehariannya di rumahnya. Jangan dilewatkan!

Peluncuran buku Only a Girl: Menantang Phoenix

PELUNCURAN BUKU “Only a Girl – Menantang Phoenix”
@ C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264
Sabtu, 23 Oktober 2010, 17.30
Bersama Lian Gouw (penulis Only a Girl), dan Soe Tjen Marching (penulis dan pengajar kajian media & seksualitas FISIP Unair)

Only a Girl – Menantang Phoenix menuturkan dengan sangat menyentuh kisah tiga generasi perempuan China yang bergumul demi identitas mereka di tengah ketidakpastian Revolusi Indonesia, Perang Dunia II, dan dunia yang dilanda depresi.

Nanna, seorang ibu yang berperan sebagai kepala keluarga, berupaya keras untuk mempertahankan dan menanamkan nilai-nilai tradisional China sementara anak-anaknya sangat ingin berbaur dengan masyarakat kolonial Belanda yang mereka anggap lebih modern. Carolien, puteri bungsu Nanna, terbuai dengan keuntungan yang dia peroleh dengan mengadopsi gaya hidup barat. Sayangnya, jalan yang dia tempuh terbukti salah setelah perkawinannya memasuki masa-masa sulit dan akhirnya kandas, dan merasakan berbagai akibat membesarkan puterinya, Jenny, dalam budaya Belanda.

Pengasuhan gaya barat yang diterima Jenny ternyata sangat tidak menguntungkan setelah Indonesia merdeka karena budaya Belanda tidak lagi dipandang. Cara-cara unik Nanna, Carolien, dan Jenny menghadapi berbagai tantangan mereka masing-masing memperlihatkan kisah rumit masyarakat China di Indonesia, khususnya antara tahun 1930-1952.

Novel yang terinspirasi oleh peristiwa historis ini akan memberikan banyak pemahaman sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang ingin dipertahankan oleh masyarakat China dan bagaimana konflik antargenerasi harus dihadapi dan diselesaikan.

Lian Gouw lahir di Jakarta dan dibesarkan di Bandung pada masa kolonialisme Belanda, kemudian beremigrasi ke Amerika dan tinggal di sana sampai sekarang. Puisi dan cerpen Lian Gouw telah dimuat di Quietus Magazine. Her Predicament, versi awal bab pertama novelnya, Only a Girl, dimuat dalam antologi the SF Writers Conference 2006, Building Bridges from Writers to Readers.

Dalam tulisannya, Lian banyak menggali tema-tema relasi antarmanusia, hubungan dengan binatang, dan fantasi bernuansa fabel. Secara khusus, dia tertarik mengeksplorasi kehidupan dan pergumulan kaum perempuan.

Pesan/beli bukunya di C2O?
Versi terjemahan Indonesia, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka, 5 Oktober 2010. Bisa dipesan pre-order di C2O dengan harga Rp. 65.000 (diskon 10% untuk anggota C2O). Buku bisa diambil langsung di c2o, atau dikirimkan dengan ekspedisi (tambah ongkos kirim). Jika menginginkan tanda tangan dari penulis, buku bisa diambil/dikirim setelah tanggal 23 Oktober 2010.
Info selanjutnya, email: c2o.library@yahoo.com / HP: 0815 1520 8027 (Yuli)
atau datang langsung ke sirkulasi C2O Library, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264.

Bissu, Pendeta Bugis Sulawesi Selatan

Pemutaran Film & Diskusi Santai: Keragaman Jender di Indonesia: Bissu, Pendeta Bugis
Bersama Soe Tjen Marching (penulis, akademisi, dan pimred Gandrung, jurnal kajian seksualitas).
Sabtu, 30 Oktober 2010, 17.30 WIB
C2O, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264

Dalam kepercayaan Bugis, ada 4-5 jenis kelamin, yaitu: “Oroane” (laki-laki); “Makunrai” (perempuan); “Calalai” (perempuan berpenampilan seperti laki-laki); “Calabai” (laki-laki berpenampilan seperti perempuan); dan Bissu, yang dianggap sebagai kombinasi dari semua jenis kelamin tersebut. Bissu memiliki peran penting dan dianggap sebagai manusia suci keturunan dewata dengan kedudukan tinggi. Mari bergabung, menonton dan berdiskusi santai untuk mengenal secuplik keragaman jender Nusantara!