Detail Cantuman
Advanced Search
Book - Paperback
Mia Bustam
Buku ini diterbitkan untuk pameran Mia Bustam di Benteng Vredeburg, Yogyakarta 05 Oktober 2025 - 20 November 2025, sebagai bagian rangkaian pameran Biennale Jogja 18.
Pameran Mia Bustam berisi kumpulan arsip berupa memoar, catatan, artikel, dan berita yang memuat perjalanan Mia Bustam sebagai pejuang seni rupa yang aktif dalam organisasi kerakyatan di Indonesia seperti Seniman Indonesia Muda (SIM), Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA), dan sekaligus seorang ibu dari delapan anak. Arsip-arsip tersebut dipajang pada sisi dinding kiri ke kanan yang menarasikan secara runtut dari sejak kelahiran sampai wafatnya Mia Bustam. Lukisan Mia Bustam dipajang di antara setiap narasi. Lukisan-lukisan yang sebagian besar menggambarkan kehidupan Mia Bustam ini dilukis oleh Mia Bustam sendiri. Karya paling mencolok, adalah lukisan anggota keluarga Mia Bustam bersama kedelapan anaknya yang dilukis tanpa sosok ayah. Dalam narasi pun dijelaskan, bahwa Mia Bustam menjadi ibu tunggal setelah bercerai dengan suaminya–Sudjono. Kesibukan domestik Mia Bustam sebagai ibu tunggal dari delapan anak divisualkan pada area tengah ruang pameran Mia Bustam. Terdapat mesin jahit, meja kecil dengan susunan buku-buku bacaan Mia Bustam, serta benang rajut, menunjukkan keahlian Mia Bustam yang sering ia lakukan. Dipamerkan pula karya kerajinan Mia Bustam berupa tas rajut, sulaman taplak meja, dan hiasan dinding.
Adapun karya “Bayang di Balik Tembok” oleh Chandra Rosselini yang menggambarkan beberapa potret Mia Bustam di balik tembok penjara. Ia ditahan akibat terikat dengan organisasi-organisasi berpaham kiri pada masa Orde Baru. Sosok Mia Bustam ini digambarkan meringkuk sendirian dengan latar belakang hitam. Di antara karya Mia Bustam yang dipamerkan, terdapat salah satu lukisan yang memperlihatkan punggung seorang anak perempuan, merepresentasikan kerinduan Mia Bustam terhadap anaknya. Karya-karya Mia Bustam selama tinggal di lapas turut diperlihatkan seperti desain gambar tas, logo, dan poster. Karya-karya inilah yang mampu menambah pemasukan ekonominya di dalam lapas. Pengalaman Mia Bustam sebagai tahanan politik tersebut ia tulis secara mendetail pada memoar pribadinya berjudul “Dari Kamp ke Kamp”. Mia Bustam juga menulis dua karya lain berjudul “Sudjono dan Aku” serta “Kelindan Asa dan Kenyataan”.
Ketersediaan
| 9385 | 305.492072 REZ Mia | C2O library & collabtive | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - C - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
305.492072 REZ Mia
|
| Penerbit | Ruas : Yogyakarta., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
47p
|
| Bahasa |
Indonesian
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






