Kampoeng Ilmu

by
September 29, 2008 04:55  |  2 Comments

Jika Jakarta punya Kwitang (yang barusan digusur), Bandung Palasari, Jogja Shopping, di Surabaya umumnya orang berburu buku murah di Jalan Semarang atau Jalan Blauran. Dulunya menempati sepanjang jalan Semarang, semenjak awal bulan April 2008, PKL buku (bekas) sekarang dapat dijumpai di Jl. Semarang 55, di dalam sebuah lahan seluas 2500 meter persegi.

Depannya memang nggak terlalu kelihatan, umumnya pelanggan-pelanggan lama Jalan Semarang masih suka nyasar mencari Kampoeng Ilmu ini. Lokasinya emang agak “nylempit”,  diapit warung-warung kecil di depannya, tepatnya di seberang Jl. Semarang 76.

Suasana Kampoeng Ilmu sekarang

Tanah gundukan awal Kampoeng Ilmu

Kegigihan para PKL buku ini patut diacungi (lebih dari dua) jempol. Dari yang awalnya tanah gundukan yang terik, belum juga bau karena bekas kerokan sungai, dipenuhi kardus-kardus dan fasilitas yang sangat kurang, mereka menghadapi banyak kendala. Jumlah pengunjung dan omzet berkurang drastis, sementara stok buku dan majalah banyak yang rusak terkena teriknya matahari, sampai-sampai sempat tiap bulannya 4 gerobak tutup. Tapi rupanya rintangan-rintangan tersebut tidak memadamkan niat awal mereka untuk membentuk Kampoeng Ilmu sebagai sentra pendidikan dan budaya, terbuka bagi segala lapisan masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dengan cara sederhana dan murah melalui buku.

Dibantu oleh warga setempat dan berbagai pihak, warga Kampoeng Ilmu ini bergotong royong membuat paving, mengupayakan penghijauan, mendirikan mushola, kamar kecil dan pendopo.

Buku murah, tempat asri

“Kedepan nanti, kampoeng ilmu akan kita optimalkan untuk aktivitas-aktivitas seperti taman baca, pendopo untuk berdiskusi, sarana-sarana buku murah, kursus dan cek kesehatan gratis. Dalam kesempatan ini kita berharap generasi muda mau peduli,” ujar Pak Budi, ketua paguyuban Kampoeng Ilmu.

Kira-kira dua minggu lalu, sudut baca Kampoeng Ilmu resmi dibuka. Acara dibarengi dengan pembagian bingkisan bulan Ramadan dan penyumbangan buku untuk melengkapi koleksi sudut baca. Diharapkan pada tanggal 28 November ini, berbarengan dengan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda, Kampoeng Ilmu dapat menggelar acara pendidikan dan budaya.

Categories: Artikel
Tags:

: Founding director, c2o library & collabtive. Currently also working in Singapore as a Research Associate at the Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS). Opinions are hers, and do not represent/reflect her employer(s), institution(s), or anyone else with whom she may be remotely affiliated.
Email this author | Visit author's website | All posts by

2 Responses

Feed Trackback Address
  1. tinta says:

    one of the best spot in sby!

Leave a Reply


Subscribe

Daftarkan email untuk menerima berita
Subscribe to receive email updates

Archives


Book reviews »
rumahkertascarlosdominquez-575x350
Rumah Kertas
Carlos María Domínguez
by Ivana Kurniawati
Meski tipis dan mampu dilahap sekali duduk, kisah ini (dan bagaimana penulis menceritakannya) mampu ...
Film reviews »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie mak...
Music reviews »
Deugalih. Foto: Denan Bagus (akudenan.wordpress.com)
Guyonan Intim dan Syahdunya Tur ‘Monster of Folk’ di Surabaya

by Debby Utomo
Project yang dibawakan oleh Rayhan Sudrajat, Deugalih, dan Ledakan Urbanisasi ini menyadarkan saya b...
Download »
ronascent2_outtatime
Outtatime
Ronascent
by c2o library & collabtive
Ronascent, salah satu media musik online yang berbasis di Surabaya, kembali menerbitkan kumpulan ...
Event »
tukarobralbacabuku-575x350
Baca, Obral & Tukar Buku

by c2o library & collabtive
Baca, Obral & Tukar Buku Lapak buku murah untuk membeli dan bertukar buku ☞ Sabtu, 10 Desembe...

Twitter

Latest stories curated by Ayorek!, connecting the people & the city of Surabaya