Kampoeng Ilmu

Jika Jakarta punya Kwitang (yang barusan digusur), Bandung Palasari, Jogja Shopping, di Surabaya umumnya orang berburu buku murah di Jalan Semarang atau Jalan Blauran. Dulunya menempati sepanjang jalan Semarang, semenjak awal bulan April 2008, PKL buku (bekas) sekarang dapat dijumpai di Jl. Semarang 55, di dalam sebuah lahan seluas 2500 meter persegi.

Depannya memang nggak terlalu kelihatan, umumnya pelanggan-pelanggan lama Jalan Semarang masih suka nyasar mencari Kampoeng Ilmu ini. Lokasinya emang agak “nylempit”,  diapit warung-warung kecil di depannya, tepatnya di seberang Jl. Semarang 76.

Suasana Kampoeng Ilmu sekarang
Tanah gundukan awal Kampoeng Ilmu

Kegigihan para PKL buku ini patut diacungi (lebih dari dua) jempol. Dari yang awalnya tanah gundukan yang terik, belum juga bau karena bekas kerokan sungai, dipenuhi kardus-kardus dan fasilitas yang sangat kurang, mereka menghadapi banyak kendala. Jumlah pengunjung dan omzet berkurang drastis, sementara stok buku dan majalah banyak yang rusak terkena teriknya matahari, sampai-sampai sempat tiap bulannya 4 gerobak tutup. Tapi rupanya rintangan-rintangan tersebut tidak memadamkan niat awal mereka untuk membentuk Kampoeng Ilmu sebagai sentra pendidikan dan budaya, terbuka bagi segala lapisan masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dengan cara sederhana dan murah melalui buku.

Dibantu oleh warga setempat dan berbagai pihak, warga Kampoeng Ilmu ini bergotong royong membuat paving, mengupayakan penghijauan, mendirikan mushola, kamar kecil dan pendopo.

Buku murah, tempat asri

“Kedepan nanti, kampoeng ilmu akan kita optimalkan untuk aktivitas-aktivitas seperti taman baca, pendopo untuk berdiskusi, sarana-sarana buku murah, kursus dan cek kesehatan gratis. Dalam kesempatan ini kita berharap generasi muda mau peduli,” ujar Pak Budi, ketua paguyuban Kampoeng Ilmu.

Kira-kira dua minggu lalu, sudut baca Kampoeng Ilmu resmi dibuka. Acara dibarengi dengan pembagian bingkisan bulan Ramadan dan penyumbangan buku untuk melengkapi koleksi sudut baca. Diharapkan pada tanggal 28 November ini, berbarengan dengan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda, Kampoeng Ilmu dapat menggelar acara pendidikan dan budaya.

Email | Website | More by »

Founding director, c2o library & collabtive. Currently also working in Singapore as a Research Associate at the Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS). Opinions are hers, and do not represent/reflect her employer(s), institution(s), or anyone else with whom she may be remotely affiliated.

2 Replies to “Kampoeng Ilmu”

Leave a Reply to adijaya Cancel reply