Merebut Ruang Kota: Aksi Rakyat Miskin Kota Surabaya 1900-1960an
-->

Anak Sabiran, di Balik Cahaya Gemerlapan (Sang Arsip)

by
June 3, 2013 15:38

BOX_PUB-ANAKSABIRAN-C2O

Pemutaran & diskusi film: Anak Sabiran, Di Balik Cahaya Gemerlapan (Sang Arsip)
Jumat, 7 Juni 2013, pk. 18.00 – 21.00
C2O library & collabtive, Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya 60264
(lihat peta)

bersama:
Hafiz Rancajale (sutradara) bersama Otty dan Diki (Forum Lenteng)
moderator: Aditya Adinegoro (Kinetik)

Gratis & terbuka untuk umum/semua umur.
Harap Datang Tepat Waktu.

“Anak Sabiran, Di Balik Cahaya Gemerlapan” mencoba membaca gagasan pengarsipan filem yang ada di dalam pikiran Misbach Yusa Biran sebagai seorang tokoh yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk mengawetkan wacana dan memaknainya kembali sebagai sumber sejarah perfileman Indonesia yang disimpannya di Sinematek Indonesia. Filem ini kemudian menelusuri jejak-jejak ‘pengetahuan’ dari Sang Arsip yang memutuskan berhenti menjadi sutradara dan memilih menjadi pengarsip filem. Melalui pemikirannya lahirlah Sinematek Indonesia yang menjadi pusat pengarsipan filem pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Kehadiran Sinematek Indonesia tidak bisa dilihat hanya sebagai sebuah ruang penyimpanan artefak-artefak bersejarah, tetapi juga sebagai ruang pengawetan sejarah gagasan dan wacana sinema Indonesia. Namun situasi Sinematek Indonesia yang semakin memburuk telah mengancam artefak-artefak sejarah gagasan dan wacana kepada hal yang paling mengerikan dalam peradaban manusia, punahnya sejarah pengetahuan.

Dalam filem yang berdurasi sekitar 160 menit ini, dihadirkan dua sudut pandang dari generasi yang berbeda dalam memaknai arsip dan sejarah gagasan dan wacana sinema Indonesia. Misbach Yusa Biran sebagai tokoh sejarah filem yang mengalami perubahan dan perkembangan sinema Indonesia sejak tahun 50an dan generasi baru dunia filem Indonesia yang diwakili oleh beberapa narasumber. Benturan dan kolaborasi itu tidak sekedar membicarakan biografi seorang tokoh besar dalam filem Indonesia saja, tetapi tentang gagasan besar dari memaknai arsip sebagai sebuah jembatan mengkonstruksi ulang masa lalu dan menafsir catatan-catatan sejarah itu untuk mencari kemungkinan-kemungkinan  baru (baik teori, sejarah, kritik, dan lain sebagainya) bagi masa kini dan bahkan masa depan Forum Lenteng sebagai organisasi budaya non-profit yang fokus dalam pendidikan bidang media, terutama media filem dan video, telah menyelesaikan pembuatan filem “Anak Sabiran, di Balik Cahaya Gemerlapan (Sang Arsip)” di bulan Maret 2013 lalu. Pemutaran perdana yang diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya – Taman Ismail Marzuki, 29 April lalu telah menghadirkan sekitar 800 penonton sesuai dengan kapasitas tempat duduk yang tersedia, termasuk beberapa tamu khusus seperti Nani Wijaya, Deddy Mizwar, Riri Riza, Ajip Rodisi, dan lainnya.

Melihat bagaimana antusiasnya masyarakat untuk menghadiri penayangan perdana kemarin, kami merasa bahwa filem yang membicarakan sejarah filem di Indonesia ini menjadi sangat penting untuk dinikmati oleh lebih banyak kalangan, khususnya bagi para pelaku dunia perfileman, seperti sutradara, produser, artis-aktor, kritikus, para pemangku kepentingan di pemerintahan dan bahkan masyarakat itu sendiri. Karena sosok yang dihadirkan dalam filem ini yaitu Misbach Yusa Biran merupakan tokoh penting perfileman Indonesia yang tidak hanya berhubungan pada sejarah industri filem di Indonesia saja, tetapi juga usahanya dalam menjaga dan melestarikan sejarah perfileman Indonesia.

Forum Lenteng adalah sebuah organisasi nirlaba egaliter sebagai sarana pengembangan studi sosial dan budaya yang fokus dalam pemberdayaan media berlokasi di Jakarta sejak 2003.

INFO:
http://anaksabiran.akumassa.org
Email: info@forumlenteng.org
Twitter: #AnakSabiran

Categories: HighlightPemutaran Film

: C2O library & collabtive is an independent library and a co-working space that aims to create a shared, nurturing space, along with the tools and resources for humans (and non-humans) for learning, working, and connecting with diverse communities and surrounding environment. More info, visit: https://c2o-library.net/about/ or email info@c2o-library.net
Email this author | Visit author's website | All posts by

Leave a Reply


Subscribe

Daftarkan email untuk menerima berita
Subscribe to receive email updates

What’s On

Archives


Book reviews »
rumahkertascarlosdominquez-575x350
Rumah Kertas
Carlos María Domínguez
by Ivana Kurniawati
Meski tipis dan mampu dilahap sekali duduk, kisah ini (dan bagaimana penulis menceritakannya) mampu ...
Film reviews »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie mak...
Music reviews »
Deugalih. Foto: Denan Bagus (akudenan.wordpress.com)
Guyonan Intim dan Syahdunya Tur ‘Monster of Folk’ di Surabaya

by Debby Utomo
Project yang dibawakan oleh Rayhan Sudrajat, Deugalih, dan Ledakan Urbanisasi ini menyadarkan saya b...
Download »
ronascent2_outtatime
Outtatime
Ronascent
by c2o library & collabtive
Ronascent, salah satu media musik online yang berbasis di Surabaya, kembali menerbitkan kumpulan ...
Event »
pasardjenggot575x350
Pasar Djenggot vol. 1

by c2o library & collabtive
Pasar Djenggot ☞ Minggu, 11 Desember 2016, pk. 15.00 – 18.00 di c2o library & collabti...

Twitter

Latest stories curated by Ayorek!, connecting the people & the city of Surabaya