Piknik Akustik 2

Piknik-Akustik-2-cover-525

Release date

31 August 2013

Info

Piknik Akustik adalah sebuah acara tahunan yang digelar oleh perpustakaan c2o yang bekerjasama dengan kawan-kawan. Acara ini mengusung tema piknik, berbagi makanan (potluck) dan temu kangen dengan teman-teman dengan diiringi musik akustik yang dibawakan oleh beragam artis.

Produced by C2O library & collabtive
Recorded outdoor in C2O library
Recording, mixing and mastering by Adhiel Alba
Released by SUB/SIDE
Photos by Erlin Goentoro

Download

Download individual files from archive.org


Piknik Akustik adalah sebuah acara tahunan yang digelar di perpustakaan c2o bekerjasama dengan kawan-kawan. Acara ini mengusung tema piknik, berbagi makanan (potluck) dan temu kangen dengan teman-teman dengan diiringi musik akustik yang dibawakan oleh beragam artis. Di Piknik Akustik kedua, acara ini diramaikan oleh pameran vinyl yang diselenggarakan oleh LOS Surabaya.


Perempuan berambut pendek berkaos turquoise itu maju dengan kepercayaan diri yang tak utuh. Ia mulai duduk di kursi kayu, menyilangkan kaki, tersenyum malu-malu, dan mulai menyapa segelintir penonton yang kelaparan menanti datangnya waktu berbuka puasa. “Err perkenalkan nama saya Deasy Esterina, ini perform pertama yang (membuat) saya rodo ndredeg,” kata perempuan itu lirih,”Pertama saya akan melantunkan lagu Rayuan Pulau Kelapa, biar rodo syahdu gitu sore-sore gini…” kemedokan Deasy disambut tepuk tangan meriah dari siapapun yang hadir pada sore yang ajaib itu.

Selanjutnya, melalui gitar akustik yang ia pangku mengalirlah nada-nada. Sesekali salah kunci itu biasa. Maklum, ini pertama kalinya Deasy unjuk kebolehan dalam memetik gitar. Baru sebulan ia belajar. Kunci-kuncinya pun belum semua dihafal. Petikannya masih kaku. Temponya masih acak-acakan. Telapak tangan kirinya belum kapalan.

Tapi Deasy cuek saja. Tangannya terus menjelajahi batas-batas grip yang baru saja dikenalnya. Beruntung sore itu adik lelakinya, Chris, datang dan bersedia menjadi teman duet. Sehingga penampilan perdana gadis Ambarawa ini tak hancur-hancur amat lah. Justru setelah menyelesaikan “You and I” dan “Everybody”-nya Inggrid Michaelson, penampilannya diganjar tepuk tangan meriah. Penonton pun mulai meneriakkan nama panggungnya yang baru: Deasy Joplin.

“Maaf atas kekurangannya, terimakasih terimakasih atas kesempatannya!” kata Deasy Joplin mengakhiri pertunjukan.

Pagelaran musik bersahaja seperti Piknik Akustik memang tidak hanya menampilkan musisi ber-skill di atas rata-rata dengan pengalaman manggung yang tinggi. Pendatang baru seperti Deasy pun diberi kesempatan yang sama. Pada Piknik Akustik sebelumnya, Pak Handoko Suwono—seorang member gaek c2o Library—secara impromptu memainkan beberapa tembang evergreen dengan teknik petikan yang membius. Kejutan-kejutan kecil seperti itulah alasan paling utama untuk merindukan Piknik Akustik.

Setelah Deasy, acara jeda sejenak untuk berbuka puasa. Berbagai minuman, buah segar, brownies dan panganan kecil hasil potluck terhidang lezat. Memuaskan dahaga sebagian besar pengunjung yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Simak ulasan selengkapnya oleh Ayos Purwoaji di Ayorek.org

Email | Website | More by »

An independent library and a coworking community space. Aims to create a shared, nurturing space, along with the tools and resources for humans (and non-humans) for learning, working, and connecting with diverse communities and surrounding environment—for emancipatory, sustainable future.

More info, visit: https://c2o-library.net/about/ or email info@c2o-library.net

Leave a Reply