Buku The ‘O’ Project lahir dari rentannya kedaulatan tubuh perempuan karena mitos dan tabu. Proyek ini membongkar kebisuan perempuan terhadap kenikmatan seks dan orgasme. Penulis tergelitik mengungkap realitas, mengapa jumlah perempuan yang mencapai orgasme begitu rendah dibandingkan laki-laki? Yakni, 29 persen saja. Padahal semua orang paham bahwa perempuan dapat orgasme berkali-kali. Bertolak dari sana, dia membuat The ‘O’ Project.
Tujuannya agar setiap perempuan tahu apa itu orgasme, bagaimana mendapatkannya, dan membuat keputusan bertanggungjawab berdasarkan pengetahuan tentang orgasme yang utuh dan kritis. Tidak terbatas pada studi literatur, dia juga melakukan serangkaian wawancara dengan banyak perempuan di Aceh, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan Makasar, dengan responden usia 25-55 tahun.