Max Havelaar: Buku yang Membunuh Kolonialisme (Pramoedya Ananta Toer)

Tulisan ini pertama kali ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dan diterbitkan dalam bahasa Inggris sebagai “Best Story; The Book That Killed Colonialism,” di New York Times, 18 April 1999. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia untuk memperingati hari kelahiran Pram ke-92. Buku-buku Pram dan Max Havelaar tersedia dan dapat dibaca di perpustakaan C2O. Silakan cek katalog perpustakaan untuk …

The Art of Charlie Chan Hock Chye

Buku ini dibuka dengan membandingkan dua tokoh pergerakan Singapura, Lee KuanYew dan Lim Chin Shiong. Yang satu pernah menjadi perdana menteri negeri Singa dan peletak kekuatan ekonomi Singapura di kancah dunia, satunya berakhir sebagai penjual buah-buahan yang mati dalam pengasingannya di Inggris. Sama-sama pejuang namun bernasib berseberangan. Titelnya pun bikin miris, ‘One mountain cannot abide …

Rumah Kertas

Meski tipis dan mampu dilahap sekali duduk, kisah ini (dan bagaimana penulis menceritakannya) mampu memberikan pengalaman spiritual pembacanya berupa teror mental yang lahir dari kecintaan akan buku.

Kota-kota Imajiner

What is it between real and surreal, but perspective – Novel yang sulit, jika tidak mau disebut menyesatkan, bukan dalam arti negatif tentu saja. Yang pertama, saya ingin menyampaikan rasa salut saya pada penerjemahnya. Silahkan googling tentang review dari Kota-kota Imajiner atau dalam bahasa Inggrisnya The Invisible Cities. Disitu anda akan menemukan betapa bahasa yang …

Olenka

Salah satu novel absurd level kanon dalam kesusastraan negeri sendiri. Ini adalah novel pertama Budi Darma yang saya baca, dan sekaligus mengingatkan saya akan gaya bahasa dalam novel-novel Haruki Murakami. Itulah mengapa tercetus suatu kesimpulan awal dan awam bahwa saya tengah membaca novel dengan tema absurditas. Semakin ke belakang, saya semakin yakin bahwa ini adalah …

Natasha’s Dance

Thematically organised, the book encompasses the cultural history of Russia from around 17th to 20th century, with heavy emphasis on the earlier period, especially the 18th and 19th century. Central to all these themes are the questions of quintessential “Russian culture” and national identities: the European and Asian identities, the bourgeois and peasant differences occur …

Anna Karenina

Pujangga besar Rusia, Lev (Leo) Nikolayevich Tolstoi (1828-1910), terkenal terutama karena novel epik sejarahnya, Voina i Mir (Perang dan Damai) ihwal perlawanan rakyat Rusia terhadap invasi Napoleon pada 1812; dalam perlawanan itu kaum bangsawan dan rakyat biasa bahu-membahu membela tanah airnya. Namun, karya Tolstoi yang paling luas dibaca dan diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa asing …