Dari penulis karya sastra pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2014 kategori prosa., Semua untuk Hindia, hadir kembali tiga belas cerita pendek berlatar kolonial. Dalam Teh dan Pengkhianat kita diajak bertamasya lagi ke masa silam: ketika awal mula sepeda dipakai kaum bumiputra di Hindia Belanda, sewaktu wabah cacar mengancam sementara sarana dan prasarana transportasi masih terbatas, saat globe…
Tahun 1755. Menjelang kebangkrutan VOC, imperium dagang terbesar di dunia, Jan Aldemaar Staalhart dan Joost Borstveld, sepasang petugas hukum, menemukan diri mereka terseret pusaran arus besar penyelundupan budak dan opium, yang melibatkan sejumlah orang penting di Batavia-Ommelanden. Rasina adalah seorang budak bisu yang leluhurnya menjadi korban pembantaian massal oleh Jan Pieterszoon Coen…
Sebelum dikenal lewat karya-karya berlatar era kolonial, yang menyabet penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa, Iksaka Banu telah terlebih dahulu meramaikan lembar sastra media massa ternama Indonesia seperti majalah Matra, Femina, dan Koran Tempo dengan cerpen-cerpennya yang imajinatif, absurd, dan sesekali berbau fiksi-sains dengan latar kehidupan urban yang kuat. Ratu Sekop dan Cerita-ceri…
Sebelum dikenal lewat karya-karya berlatar era kolonial, yang menyabet penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa, Iksaka Banu telah terlebih dahulu meramaikan lembar sastra media massa ternama Indonesia seperti majalah Matra, Femina, dan Koran Tempo dengan cerpen-cerpennya yang imajinatif, absurd, dan sesekali berbau fiksi-sains dengan latar kehidupan urban yang kuat. Ratu Sekop dan Cerita-ceri…