Buku ini menceritakan Gender dalam sastra ini mencoba membongkar ideologi pengarang di balik penciptaan karya sastra. Pengarang secara sadar ataupun tidak sadar mengkonstruksi nilai-nilai dan gagasannya melalui tokoh-tokoh rekannya. apakah konstruksi tersebut mengukuhkan oposisi biner yang selama ini menguntungkan laki-laki? atau sebaliknya, pengarang ingin meruntuhkan budaya patriarki yang mem…
Buku "Sastra Hindia Belanda dan Kita" karya Subagio Sastrowardoyo adalah kumpulan esai yang membahas karya sastra berbahasa Belanda yang ditulis selama masa kolonial. Buku ini mengulas bagaimana para penulis Belanda dan Indo-Eropa menyoroti kehidupan sosial, budaya, dan politik di Nusantara, serta relevansinya bagi pemahaman sejarah bangsa Indonesia
Realisme-sosialis, yang terbungkus oleh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), selama ini menjadi titik sengketa yang tak ada habis-putusnya. Tapi sayang sengketa itu berlangsung tanpa ada referensi yang memadai yang menjelaskan hal-ihwal apa itu realisme-sosialis. Kerap ejekan, kemplangan, hinaan dan lecehan itu hanya didasarkan pada duga dan syak-wasangka bahwa realisme-sosialis identik dengan PK…
Kisah Kasih dari Dapur adalah kumpulan esai yang menjadikan dapur sebagai pintu masuk untuk mengenal hal lain di luar makanan. Di buku ini, makanan tidak hanya dilihat sekadar bahan untuk disantap, tetapi cerminan dari kompleksitas sosial dan politik di sekitar kita. Melalui kisah-kisah hidangan yang beragam, kita menyaksikan bagaimana makanan tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga me…
Pemberontak (The Rebel), merupakan buku karya Albert Camus salah seorang filsuf berpengaruh dari abad ke-20 kelahiran Aljazair. Selain dikenal sebagai sebagai filsuf, ia juga merupakan penulis kenamaan dan pernah diganjar Hadiah Nobel untuk Sastra pada tahun 1957. Tulisan-tulisan dan filosofinya dipenuhi dengan ide absurdisme yang kurang lebih bertema pencarian manusia akan makna dan kejelasan …
Park Wan-suh is a best-selling and award-winning writer whose work has been widely translated and published throughout the world. Who Ate Up All the Shinga? is an extraordinary account of her experiences growing up during the Japanese occupation of Korea and the Korean War, a time of great oppression, deprivation, and social and political instability. Park Wan-suh was born in 1931 in a small…
Dengan buku ini Radhar ingin mencoba membuka pintu kesadaran pembaca bahwa dusta sastra sangat mungkin menjelma menjadi "kebenaran""
Sembilan karangan dalam buku ini ditulis dalam berbagai kesempatan dan untuk berbagai tujuan dalam jangka waktu kurang lebih sepuluh tahun (1975-1986). Kalau tidak dipersiapkan untuk ceramah, seminar atau simposium, biasanya untuk menanggapi peristiwa sastra yang merangsang penulis untuk berperan serta.
Kiranya harus diakui bahwa buku tentang kritik sastra dalam bahasa Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya. Bahkan buku kecil tentang sastra feminis ini merupakan buku pertama yang ditulis dalam bahasa Indonesia, oleh orang Indonesia. Padahal minat masyarakat Indonesia terhadap kesusastraan dirasakan semakin meningkat, sehingga bisa dipastikan buku ini akan memperluas wawasan para pecinta sast…
Buku tentang sastra wangi (yang bicara tentang genital perempuan) walau yang sebenarnya tidak semua esai tapi paling tidak judulnya mengacu ke masalah yang ramai dibicarakan. Bermulai dari Novel pemenang sayembara DKJ milik Ayu Utami yang berjudul Saman. Ada 27 artikel lepas di koran yang dikumpul dalm bundelan buku ini. Menarik untuk dicatat dalam perjalanan sejarah sastra Indonesia.
"Empat Esai tentang Kebebasan" (Four Essays on Liberty) karya Isaiah Berlin adalah kumpulan pemikiran politis fundamental yang membahas dikotomi kebebasan negatif (bebas dari campur tangan) dan positif (kemampuan mengatur diri sendiri). Berlin menekankan pentingnya otonomi individu, mengkritik absolutisme, dan mendukung pluralisme nilai dalam masyarakat liberal.
Buku ini membahas analisis simbolik pada cerita-cerita dongeng klasik Prancis
Buku ini memuat pemikiran mendalam Iwan mengenai kebebasan kreatif, peran penulis, dan isu nasionalisme Indonesia, yang dikelompokkan dalam tiga periode perjalanan hidupnya, termasuk saat menjadi penulis artikel majalah.
Ringkasan AI "The Other Voice" (Suara Lain) karya Octavio Paz adalah kumpulan esai yang menganalisis posisi dan peran puisi modern di tengah dunia kontemporer yang didominasi teknologi, rasionalitas, dan pasar. Paz mengeksplorasi bagaimana puisi bertindak sebagai "suara lain" yang menentang keseragaman modernitas dan mencari makna spiritual serta manusiawi yang hilang.
In the 1930s, the Left Book Club, a socialist group in England, sent George Orwell to investigate the poverty and mass unemployment in the industrial north of England. Once there, he went beyond the requests of the book club, to investigate the employed as well. Orwell chose to live as the coal miners did — sleeping in foul lodgings, subsisting on a meager diet, struggling to feed a family on…
Buku ini adalah kumpulan esai Umberto Eco yang mencakup lima topik penting dalam kebudayaan. Ia menulis tentang perang, pers, fasisme, dan situasi menjelang pergantian milenium.
Buku ini berisi esai-esai tentang wacana kepengarangan dalam sastra, membahas tarik-ulur antara peran pengarang, kritikus, dan pembaca. Disorot pula isu representasi pengarang perempuan serta pentingnya menghadirkan wacana klasik ke ranah publik. Cocok untuk pegiat sastra, seni, dan filsafat.
Melalui karya sastra, sejarawan dapat menemukan lapisan cerita yang tidak terekam dalam arsip konvensional atau sumber yang tidak dapat dijumpai di lapangan. Sastra dalam kategori apa pun, baik lisan maupun tulisan, menyimpan emosi atau mentalitas yang ditutur-tuliskan serta berguna sebagai pintu masuk untuk menelusuri faset dari suatu masa yang “hilang”. Begitu pula hasil penelitian sejara…
Masa lalu tak pernah mati di Amerika Latin, dan tegangan sejarah itulah —antara masa lalu yang bergelimang penindasan dan masa depan yang dirundung kemiskinan—yang memberikan penulis Amerika Latin daya hidup. * * * Ronny Agustinus, seorang penerjemah spesialis Amerika Latin. Ia juga sangat dikenal sebagai salah satu pendiri penerbit Marjin Kiri. Menyebut tulisan-tulisan di buku ini se…
Mario F. Lawi menyinggung Punica, epik Latin dari abad pertama Masehi yang ditulis oleh penyair Silius Italicus, di akhir catatannya tentang toko-toko buku di Roma. Pengalaman di Roma adalah salah satu dari sejumlah pengalaman yang dicatat Mario sejak Temu Sastrawan Indonesia IV di Ternate, akhir Oktober 2011, sampai Siklon Tropis Seroja yang menghantap NTT, awal April 2021. Benang merah catata…
Esai-esai dalam buku ini dikelompokkan ke dalam dua bagian besar. Bagian pertama adalah esai-esai yang merespons puisi maupun merespons karya yang merespons puisi. Bagian kedua adalah esai-esai yang merespons karya-karya sastra selain puisi. Ada beragam karya yang direspons tulisan-tulisan dalam buku ini, mulai dari milik para penulis peraih Nobel Sastra seperti Erik Axel Karlfeldt, Tomas Tr…
East Timor hit the world’s newspaper headlines in August 1999 after its bloody, brave vote for independence from Indonesia - one of the great expressions of a people’s democratic spirit. Exquisitely crafted and evocative, Luis Cardoso’s personal history of his homeland takes as its central image a crossing—from child to adult, Portuguese to Timorese, tolerance to repression, colonialism…
Tembakau yang telah ditanam sejak 1862 menjadikan tanah Deli daerah yang lebih maju daripada kota-kota lainnya. Selain menjadi salah satu pusat seni pertunjukan, industri penerbitan majalah, surat kabar, komik, dan roman juga tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Modernisasi adalah napas kehidupan kota ini. Joesoef Sou’yb dan Matu Mona menjadi sosok yang sangat diperhitungkan dalam sejarah…
“Sejarah selain merupakan warisan juga adalah tandon atau reservoir. Dan dari tandon yang satu ini kita ambil api atau airnya, dengan membawa nyala atau pikulan air, untuk menciptakan tandon-tandon baru, sementara itu tandon yang lama tidak menjadi kering atau padam.” – Hersri Setiawan, dalam esainya Merebut Ruang Negosiasi-
Memperingati 100 tahun kematian Sastrawan Franz Kafka (1924-2024), sejumlah penulis dari pelbagai daerah menerbitkan buku Seratus Tahun Kafka: Kumpulan Esai November, 2024. Buku diterbitkan Komunitas Lerengmedini (KLM) Boja Kendal bekerja sama dengan Penerbit Intelude, Yogyakarta. Gerakan yang bersifat gotong royong ini diinisiasi oleh Sigit Susanto, penulis dan penerjemah karya-karya Franz …
Buku ini terdiri dari dua bagian. Pertama mengulas sikap kerakyatan dalam karya Pramudya A. Toer juga sekaligus posisi kepengarangan Pramudya dalam konteks sastra dunia serta perkaitan dirinya sebagai sastrawan dari negara yang disebut sebagai bagian dari dunia ketiga. Bagian kedua adalah wawancara yang bukan saja berfokus pada proses kreatif Pramudya sebagai sastrawan tetapi adalah juga perhat…
Buku Meneroka Sapardi memuat dua puluh lima tulisan tentang karya-karya Sapardi Djoko Damono. Penulisnya adalah mereka yang pernah menjadi murid Sapardi Djoko Damono yang kini tersebar di berbagai bidang kegiatan dan profesi, mulai dari mahasiswa yang masih aktif, guru, wartawan, editor, sastrawan, dosen, sutradara, hingga wiraswastawan. Dengan caranya masing-masing mereka meneroka karya-karya …
Essays on art, religion, science, society, and prominent people in Indonesia; collection of articles previously published in Bentara column in Kompas daily.
Buku ini yang mengandungi sejumlah 5653 rangkap pantun dalam kumpulan ini menjadi saksi kepada ketulenan dan keaslian lidah orang Melayu menuturkan warisan puisi Melayu bagi mencerminkan sikap orang Melayu yang amat mementingkan nilai budi, menjunjung tinggi hubungan kekeluargaan, hormat-menghormati sesama insan dan hidup penuh muafakat dalam setiap aspek kehidupan. Buku ini amat bermanfaat kep…
TEMPO Catatan Pinggir 12 Goenawan Mohamad Buku Novel merupakan buku novel kumpulan catatan pinggir goenawan mohamad yang telah dimuat di Majalah Tempo dari tahun 2015 - 2016.
xviii, 501 hlm. ; 21 cm
Komitmen Sosial dalam Sastra dan Seni menghadirkan gambaran perjuangan realistis Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), tidak saja perihal perdebatan mengenai arah kebudayaan nasional dan internasional, tetapi juga mengenai perbedaan pendapat dan pendirian dalam tubuh Lekra di pusat dan daerah. Keberagaman pandangan dan pendapat dalam Lekra tidak terbatas pada asas ideologi dan rumusan gagasan, mel…
Throughout the ages and across every continent, people have struggled against those in power and raised their voices in protest-rallying others around them or, sometimes, inspiring uprisings many years later. Their echoes reverberate from Ancient Greece, China and Egypt, via the dissident poets and philosophers of Islam and Judaism, through to the Arab slave revolts and anti-Ottoman rebellions …
Melalui penjelasan yang termuat dalam figur bertopi, pembaca buku mendapatkan pengertian baru akan fungsi religius di candi-candi di Jawa Timur. Penelitian tentang figur bertopi dan simbolismenya memberikan sumbangan luar biasa dalam memahami keunikan kebudayaan Majapahit. Buku ini ditujukan kepada para ahli seni rupa, arkeolog, filolog, dan sejarawan yang berminat pada Indonesia di masa lampa…
Dari sekian catatan yang tertulis, ada satu kata yang sangat dekat dengan kesenian; “perlawanan”. Steven Spielberg menggunakan montase ruang tiga dimensi untuk mengungkap fakta holocoust, menghisap ganja bersama Tuhan dipilih Bob Marley, tapi Jim Morisson, lewat The Doors-nya, menolaj dianggap sebagai pembebas. Mereka berkarya pada masanya, dan perlawanan abadi selamanya. Seni melampaui ben…
Ada banyak hal yang masih perlu dieksplorasi tentang Supersemar. Misalnya saja dengan melihat latar belakang munculnya Supersemar (yang adalah Surat Perintah Presiden Sukarno tertanggal 11 Maret 1966), berikut bagaimana surat perintah itu diimplementasikan, akan terkesan bahwa sebenarnya Supersemar merupakan bagian dari sebuah upaya pelengseran kekuasaan yang bergerak secara bertahap terhadap P…
“Radikal itu menjual!” ungkap Aris Setyawan dalam Pias terhadap buku The Rebel Sell yang mengulas sisi lain produksi budaya tandingan yang katanya merupakan bentuk perlawanan terhadap kapitalisme. Ulasan Aris terhadap buku tersebut barangkali membuat kita mengernyitkan dahi, bahkan ada pula yang tersinggung. Akan tetapi, apa yang diungkapkan Aris memang menarik untuk ditelisik lebih jauh. I…
This book was written between 1981 and 1986, was first published in 1987, and has been out of print since. The Chinese version of it by Yan Bao et al., Zhongguo chuantong xiaoshuo zai yazhou, which also published in 1989, is also out of print. Since then more works especially in Chinese, Japanese, Korean, and Western languages have appeared which are mainly concerned with cultural exchanges bet…
Kumpulan esai Seno Gumira Ajidarma yang sebelumnya pernah diterbitkan dalam "Affair" (2004) dan "Kentut Kosmopolitan" (2008), ditambah beberapa tulisan di Djakarta! free-mag (hingga tahun 2013) yang belum pernah diterbitkan sebelumnya.