Inilah sekuel Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu, yang diawali dari serangkaian surat pembaca misterius yang mengklaim mengetahui asal-usul pembual kesayangan kita, Warto Kemplung, dan menjelaskan dari mana kelihaian mendongengnya berasal. Namun sekali lagi, apa yang tersampaikan dalam cerita ternyata belum tentu adalah apa yang sesungguhnya terjadi. Ini juga tribut bagi segala bacaan, tonto…
Ulid – Berlatar belakang sebuah desa di Jawa Timur, pembaca disuguhkan pada realita yang dihadapi masyarakat desa. Bukan hanya minim perhatian pemerintah namun mereka juga kalah oleh pasar, kalah oleh pemodal. Bahkan kini, para petani dari beberapa wilayah terancam pekerjaannya. Tidak saja karena pasar, namun juga alih guna lahan yang direncanakan pemerintah. Juga karena anak muda lebih terta…
Menjadi penonton film India di Indonesia sama seperti menjadi sudra: terlalu memalukan untuk diakui dan terlunta-lunta sendiri. Apa benar negara dengan produksi film tahunan terbanyak di seluruh dunia itu tak punya film-film yang membanggakan? Ini buku pengalaman menonton film India. Tentang nostalgia, perjuangan menonton, dan kisah-kisah tentang sejumlah film terbaik yang pernah dihasilkan …
Aku & Film India Melawan Dunia I – Film India selalu terlihat ingar-bingar. Musik yang bertalu-talu, lagu yang mendayu-dayu, barisan penari, kerumunan manusia, dan serombongan besar orang di belakang layar dan cerita. Semua tanpa serbakolosal. Namun, menyukai film India adalah hal yang sama sekali berbeda. Lebih-lebih jika Anda tinggal di sebuah negeri semacam Indonesia yang bangsa penghun…
Belajar Mencintai Kambing merupakan kumpulan cerpen pertama Mahfud Ikhwan. Di dalamnya termuat empatbelas cerpen yang kebanyakan mengambil latar desa. Suatu kawasan yang diakui oleh penulisnya ingin ia tinggalkan tapi secara diam-diam justru sering didatanginya. Orang-orang, dan kisah-kisah khas desa yang bersahaja, bahkan seringkali tidak masuk akal, dikisahkan secara apik dan tak berlebihan. …
“Ini kisah yang sebenarnya belum lama terjadi. Sebuah kisah kelabu penuh darah. Hanya seumuran dua kali coblosan lurah; tidak berselang lama dari saat, untuk pertama kalinya di daerah sini, Golkar menang dari Petiga dengan mudah.” Demikianlah Warto Kemplung mengawali kisahnya kepada siapa saja yang sudi mendengarnya di warung kopi: kisah asmara antara Mat Dawuk dan Inayatun, dua sejoli y…