Novel Burung-burung Manyar dapat dibaca sebagai bentuk proyek pasca-kolonial. Novel ini berusaha untuk mencari penyimpangan yang terjadi dalam penulisan sejarah Revolusi Indonesia. Sejarah dalam novel Burung-burung Manyar diceritakan secara mengalir dengan beberapa masukan anekdot. Sejarah tidak disampaikan dengan nada otoriter. Sejarah dicerita melalui kisah cinta seorang yang bekerja mendu…
iin Sulinda Pertiwi anak penjual gethuk cothot, anak seorang kopral KNIL, pekerjaannya pencuci baju zaman revolusi. Iin ternyata seorang gadis cantik yang berani memenggal kepala perwira Gurka. Tetapi, tragis, Iin tertangkap tentara NEFIS, diinterogasi, dituduh subversif, dan diperkosa. Namun, Iin bangkit, bermodal paras cantik lantas berperan sebagai call girl tingkat tinggi, menjadi s…
Berbekal kesadaran historis yang begitu kental, Mangunwijaya mengajak kita untuk mempertanyakan kembali pilar-pilar yang menompang hidup kita, dengan menelusuri kembali dinamika sejarah bangsa kita untuk menemukan kristal-kristal pemikiran yang akan membentuk orientasi baru kita. Anda akan mendapati ide-ide tajam yang praktis dan amat humanis untuk melakukan pembaruan tuntas di segala bidang: p…
Novel ini bercerita tentang pergumulan konflik di dalam keluarga Letnan Jenderal Wiranto, mantan duta besar, Komisaris Bank Pusat Negara, generasi gerilyawan 1945 dengan 5 putra-putriny ayang lahir setelah kemerdekaan. Yang sulung Ny. Anggraini, wanita karirer, janda kayar raya. Yang kedua, Dr.Dr Wibowo, pakar fisika nuklir dan astro-fisika di laboratorium CERN di Jenewa. Adiknya, Letnan-Kolone…
Novel sejarah yang menggabungkan catatan kebudayaan masyarakat Halmahera, Maluku Utara, dengan cerita kehidupan lintas generasi dari suku Tobelo, dan menyimpulnya dalam satu benang merah: semangat kepahlawanan dan keberanian masyarakat dalam menghadapi penguasa dan bangsa kolonial. Berlatar belakang Halmahera pada zaman kolonial dan relasinya dengan para sultan Ternate-Tidore abad ke-16 dan …
Novel sejarah yang menggabungkan catatan kebudayaan masyarakat Halmahera, Maluku Utara, dengan cerita kehidupan lintas generasi dari suku Tobelo, dan menyimpulnya dalam satu benang merah: semangat kepahlawanan dan keberanian masyarakat dalam menghadapi penguasa dan bangsa kolonial. Berlatar belakang Halmahera pada zaman kolonial dan relasinya dengan para sultan Ternate-Tidore abad ke-16 dan …
Bagian ketiga dari trilogi Roro Mendut - Genduk Duku - Lusi Lindri ini memantau, dalam bentuk novel sejarah, secermat mungkin data dan fakta historis Sunan Mangkurat I (abad 17), raja kejam Mataram dan zamannya yang penuh peristiwa dramatis. Tokoh novel, gadis Lusi Lindri, anak perempuan Genduk Duku, terpilih oleh ibu Suri menjadi salah seorang dari pasukan pengawal pribadi Susuhunan Mangkur…
Kita dapat hidup materialistis. Dapat pula kelewat rohani. Yang satu bertanggap mirip mesin. Yang lain berangan-angan begitu 'mengukir langit' akhirat, sehingga hidup fana ini diremehkan karena 'cuma' fana akan lewat berkata; jadi bukan yang sejati. Buku ini mengajak kita agar tidak hanyut dalam kedua ekstrim itu, melalui renungan-renungan refleksif yang bermuara pada penghayatan dari yang ters…
Sebelum meninggal, Romo Mangun pernah bercerita bahwa ia sedang mengerjakan sebuah novel. Mungkin novel inilah yang dimaksud. Semula, naskah novel ini berupa berkas-berkas yang ditulis dengan mesin ketik, tercerai-berai, penuh coretan, sehingga tidak mudah dibaca. Setelah diketik ulang dan disunting seperlunya oleh orang-orang yang dekat dengan Romo Mangun, KPG (Kepustakaan Populer Gramedi…
buku ini merupakan kumpulan essai YB Mangunwijaya dalam berbagai surat kabar. Romo Mangun (panggilan YB Mangunwijaya), dalam pengantar buku ini, melalui buku ini tidak bermaksud menggurui, namun sebagai upaya pembelajaran perjalanan republik ini.