Buku ini membahas penyakit kelamin tidak dimaksudkan untuk meneliti penyakit kelamin sebagai penyakit, pun bukan untuk menuliskan sejarah penyakit kelamin, tapi lebih untuk menggambarkan sejarah tentang wacana penyakik kelamin. Dengan kata lain, persoalan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana penyakit kelamin dipersepsi pada masa lalu. Melalui pembacaan laporan pemerintah kolonial, peneli…
Buku ini secara terperinci membahas tentang keberadaan "urang Banjar" dan kebudayaannya. menguraikan yarakat keragaman budaya Banjar, sejarah masyarakat Banjar, termasuk pengaruh-pengaruh dari kebudayaan Melayu, Dayak dan Jawa bernuansa Islam terhadap kebudayaan Banjar
Buku ini merekam kehidupan nyata harian rakyat Papua di berbagai tempat di Tanah Papua selama tahun 2008. Isinya mencakup dimensi hak-hak sipil dan politik serta hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya seperti dirumuskan dalam dua konvenan PBB tentang daftar hak-hak tersebut.
Salah satu faktor pemicu munculnya berbagai persoalan di Papua adalah adanya kenyataan bahwa orang Papua hidup dengan nasionalisme ganda dalam jiwa mereka. Sampai masa Perang Dunia II (Perang Pasifik), sudah belasan tahun rakyat Papua hidup dalam dogma “nasionalisme Papua” yang ditanamkan Belanda. Dogma ini menebar impian bahwa orang Papua kelak akan hidup berdaulat atas bumi mereka sendiri…
Buku ini memaparkan fakta-fakta sejarah yang menjadi motivasi Belanda untuk menguasai dan melakukan pemekaran di Nederlands Nieuw Guinea (Papua) dari 1898 hingga 1962. Berbagai upaya pemekaran di NNG dilakukan Belanda dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, keamanan, ekonomi dan sumber daya manusia secara menyeluruh. Kajian ini masih relevan untuk melihat kebijakan pemekaran wilayah di Pa…
The sources of the Papua conflict are grouped into four sets of issues. First is the issue of the marginalization of indigenous Papuans, and the discriminatory impacts on them resulting from the economic development of, political conflicts in, and mass migrations to Papua since 1970. Second is the issue of the failure of development, particularly in the fields of education, health, and economic…
Dengan mengikuti uraian sejarah yang dikisahkan dalam buku ini kita bisa mengetahui perihal keterlibatan orang Portugis dan Spanyol dalam sejarah Maluku Utara. Buku ajar sejarah tidak banyak memberi keterangan mengenai kegiatan Portugis dan Spanyol. Bahan-bahan yang relevan yang dihimpun penulisnya dari pelbagai perpustakaan di Jakarta selama waktu yang cukup lama memungkinkan kita dapat me…
DOKUMENTASI mengenai sejarah Timor Timur sudah banyak beredar, namun buku ini memaparkan sejarah Timor Leste dengan lebih lengkap. Dalam buku ini dibahas sejarah Timor berdasarkan sumber-sumber dan arsip-arsip berbahasa Eropa yang berhasil menyatukan beberapa pandangan mengenai Funu bangsa Timor, sebuah ciri ritual peperangan dan pengusiran orang asing khas bangsa Timor. Sejarah ternyata menunj…
Buku ini terdiri dari dua jilid. Jilid pertama mengulas dari sisi kebudayaan di Maluku Tengah, jilid kedua berisi tentang sejarah Maluku, khususnya Maluku Tengah. Jilid pertama Tulisan-tulisan Bartels memberi perspektif yang utuh untuk memahami sistem dan nilai-nilai adat di Maluku dalam relasinya dengan dinamika keberagamaan masyarakat. Dia menuntun kita untuk meyakini bahwa sistem keari…
Buku ini terdiri dari dua jilid. Jilid pertama mengulas dari sisi kebudayaan di Maluku Tengah, jilid kedua berisi tentang sejarah Maluku, khususnya Maluku Tengah. Jilid pertama Tulisan-tulisan Bartels memberi perspektif yang utuh untuk memahami sistem dan nilai-nilai adat di Maluku dalam relasinya dengan dinamika keberagamaan masyarakat. Dia menuntun kita untuk meyakini bahwa sistem kea…
In 1616, an English adventurer, Nathaniel Courthope, stepped ashore on a remote island in the East Indies on a secret mission - to persuade the islanders of Run to grant a monopoly to England over their nutmeg, a fabulously valuable spice in Europe. This infuriated the Dutch, who were determined to control the world's nutmeg supply. For five years Courthope and his band of thirty men were besie…
Buku ini selain menyuguhkan sejarah masyarakat Tionghoa Makassar yang selama ini baru sedikit mendapat perhatian dalam studi sejarah, juga merupakan studi pertama yang menyusun sejarah Tionghoa di Makassar secara global dari abad ke-17 hingga ke-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tionghoa di Makassar ternyata meninggalkan kekayaan jejak sejarah yang tersebar luas mulai dari kolek…
Buku ini adalah liputan aneka warna 500 tahun wilayah Indonesia Timur yang unik dan kaya secara ilmiah namun jelas-jelas terasing. Memuat catatan 28 orang dengan beragam latarbelakang dan dari berbagai belahan dunia yang tertarik, jatuh cinta hingga tersasar ke sana sejak abad ke-16 sampai ke-21. Nama-nama seperti Pulau Komodo, Raja Ampat, Lombok, Seram, Banda, Flores atau Laut Sawu, Arafuru…
BUKU INI menyajikan catatan sejarah Maluku Utara selama 7 abad (1250-1950) yang lengkap dan menyeluruh. Di dalamnya diceritakan sepak terjang kerajaan-kerajaan Maluku Utara menghadapi Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda; persaingan Ternate dan Tidore memperebutkan pengaruh di Indonesia Timur dari Sulawesi sampai Papua; sampai peran Maluku Utara dalam Perang Dunia II dan masa-masa awal Repub…
Buku ini buku pertama yang merekam denyut manusia-manusia yang menghidupkan pasar terpenting di Sulawesi Selatan
Buku ini mengupas sejarah Kerajaan Mori, salah satu kerajaan di Indonesia yang berkembang sekitar abad ke-16. Wilayah kerajaan ini sekarang menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.
Mengenal Sejarah Sulawesi Selatan* Warisan Arung Palakka; Sejarah Sulawesi Selatan Abad ke-17 merupakan alternatif bacaan tentang sejarah daerah-daerah di Indonesia, yang kini sebagian masih bebenah diri. Karya penulis asal Selandia Baru, Leonard Y Andaya ini bukanlah tentang dongeng sebuah negeri. Lebih dari itu, banyak isu kontroversial yang jawabannya berusaha dipaparkan dalam buku ini…
Beragam citra dan stereotip yang tersebar luas ditujukan untuk orang Bugis, Makassar, juga sukunya lain di Sulawesi Selatan. Banyak di antaranya yang berlawanan satu sama lain. Penduduk Sulawesi Selatan dilukiskan sebagai pelaut yang berani, perantau yang lihai, bangsawan feodal dan pengikutnya, penganut paham kebebasan demokratis yang hanya mengakui pemerintahan yang dibentuk berdasarkan kontr…
Kebangkitan Masyarakat Adat Tidak banyak buku yang bercerita tentang perjuangan masyarakat yang berfokus pada perspektifmasyarakat itu sendiri. Tulisan Claudia D’Andrea adalah salah satu dari sedikit buku yang mencoba memahami bagaimana masyarakat menyikapi gerakannya. Dalam buku ini, Claudia membantu pembaca untuk memahami kompleksitas gerakan masyarakat dalam mempertahankan tanahnya. Di…
In 1940, a Dutch colonial officer named Louis Fontijne (1902-1968) was commissioned to conduct an investigation of indigenous land tenure and leadership in the Residency of Timor and Dependencies. Dealing specifically with Kelimado, a region included in the Nage district of central Flores, its main product was a remarkable study of society and culture and the effects of over three decades of Du…
Buku setebal 414 halaman ini buah dari usaha mengumpulkan dan memilih 71 tulisan dari 43 jurnalis warga yang pernah terbit selama 2012 sampai 2014. Jumlah tulisan itu merupakan hasil pemilahan pengelola situs setelah memeriksa dan membaca ulang sekurangnya 250 catatan dan berita dari warga berkaitan perkembangan kota di sekitar mereka.
Suku Bajo pernah menguasai perairan Nusantara di masa silam. Hampir seluruh pulau berpenduduk di Nusantara pernah mereka rambah. Tak heran mereka dianggap sebagai jembatan penghubung pulau-pulau Nusantara dan cermin keunggulan bahari. Ketika menguasai Nusantara, penjajah menghalau Suku Bajo dari berbagai tempat. Kini suku terkemuka ini tinggal tersudut di salah satu kawasan di Sulawe…
Pelras menyisipkan sejumlah detak kebudayaan Bugis yang tampak melangkahi denyut kultural Eropa yang sering dianggap berada di garis terdepan arus waktu progresif. Pelras misalnya menyajikan bagaimana kebudayaan Bugis menyediakan ruang bagi gender ketiga dan keempat (calabai dan calalai), dan bagaimana perempuan menduduki tempat yang benar-benar sejajar dengan lelaki, dengan hak setara dalam me…
Combining historical geography with historical demography, and conceived as a study in environmental history, this book examines the long-term relationship between population, economy, and environment in the northern half of the Indonesian island of Sulawesi. Using a rich variety of Dutch historical sources, it reconstructs and analyzes patterns of demographic, economic, and landscape change th…
Perpindahan besar-besaran orang Bugis ke luar kampungnya di Sulawesi Selatan dimulai pada paruh kedua abad ke-17, utamanya karena perang yang berujung pada labilnya keadaan politik. Awalnya eksodus ini diwarnai para pengungsi yang meninggalkan kampungnya yang kalah perang demi menyelamatkan diri dari tindak balas dendam. Cerita tentang pengungsi ini memang lebih sering tragis, namun di balik it…
Minyak bumi di Balikpapan ternyata memiliki kontribusi penting baik bagi Indonesia maupun bagi Balikpapan sendiri. Melalui buku ini pembaca diajak untuk berkelana dari tingkat yang paling lokal, yaitu Balikpapan, sampai ke tingkat nasional, bahkan internasional karena yang turut andil dalam proses pengeboran sampai pengolahan minyak melibatkan perusahaan-perusahaan internasional. Balikpapan mam…
Menuangkan ide, gagasan untuk mengkritik atau hanya sekadar teguran dengan maksud penyadaran bisa melalui berbagai cara. Penulis buku ini melakukannya melalui tulisan di tabloid milik Keuskupan Surabaya Jubileum dalam ruang yang dikenal sebagai obrolan Cak Klowor. Mood dan pikiran penulis serta situasi masyarakat atau gereja yang menonjol sering menjadi dasar penulisannya. Keunikan bahasa campu…
Ini buku pertama yang terlengkap dalam menyediakan gambaran-gambaran penting tentang hidup dan kehidupan Nicolaus suhirman Driyarkara. Buah disiplin, kerja keras dan kerendahan hati.
Grass Roots and the Neighborhood Associations: On Japan's Chonaikai and Indonesia's RT/RW" explores the role of neighborhood associations in Japan (Chonaikai) and Indonesia (RT/RW) as grassroots organizations
Jika dianalogikan dengan bangunan, setiap masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono meletakkan struktur yang berbeda-beda menurut zamannya. Dinasti saat ini (kesepuluh) berada di tahap paling baru yang meletakkan dasar itu, dan berusaha menjalankan peran Kraton di tengah masyarakat dan bangsa. Generasi selanjutnya akan meneruskan pembangunan di atas pondasi itu, untuk menciptakan Indonesia yang …
Dunia Maluku, berikut kerajaan-kerajaan dan masyarakat di dalamnya, memiliki tatanannya sendiri baik dalam perkara duniawi hingga surgawi, setidaknya begitu menurut Leonard Andaya. Suatu tatanan yang khas, tentunya, dan tidak selalu dapat dipersamakan dengan kebudayaan lain di Indonesia. Tatanan yang meliputi berbagai dimensi dan aspek kehidupan masyarakat Maluku, dan belum lagi berbagai dualis…