C2O library & collabtive

Online catalog

  • C2O
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Chambers: Makassar Urban Culture Identity
Penanda Bagikan

Book - Paperback

Chambers: Makassar Urban Culture Identity

Rachman, Anwar J - Nama Orang;

�Geliat embrio budaya muda yang terlahir dari pergerakan yang dimotori idealisme dan cara pandang yang berbeda terhadap fashion dan musik dari para penggagasnya.�





Testimoni padat berisi tentang perjalanan sebuah pergerakan usaha bernama Chambers akhirnya terbit dalam sebuah buku. Terberkatilah Anwar Jimpe Rachman, sang penulis yang memiliki sejumlah portofolio jurnalistik menjanjikan. Ia berhasil merangkum perjalanan Chambers sebagai sebuah entitas bisnis dan pergerakan subkultur dari Makassar. Kerja keras dan militansi pendirinya untuk mendobrak pakem budaya yang populer beredar di kalangan anak muda Makassar di awal tahun 2000-an, adalah motor penggeraknya.





Dimulai dari prolog �Makassar, Migrasi, dan Anak Muda�, Jimpe mengisahkan kultur dan ciri khas penduduk Bugis-Makassar berikut perkembangan Makassar sebagai salah satu kota dengan peradaban tertua dan termasyhur di Kawasan Indonesia Timur. Potret pertumbuhan ekonomi yang pesat di Makassar ditopang oleh kultur dan karakter leluhur yang cakap dalam perniagaan, pola migrasi, dan penguasaan maritim.





Obrolan ala anak muda tak pernah lepas dari kegelisahan. Jimpe memotret kisah Ardy dan Aby, dua pemuda Bugis berusia 18 tahun yang dipertemukan karena satu hal: baju metal! Kesamaan kiblat pakaian dan musik mereka turut didukung dengan insting mereka untuk mandiri dan tampil beda. Pertemuan dengan sepasang saudari kembar, Irmayanti dan Rismayanti juga dipicu hal yang sama: selera pakaian. Embrio Chambers baru saja tumbuh.





Sepak terjang keempat pendirinya mengelola Chambers dimulai dari usaha menjajakan pakaian �dari pintu ke pintu�. Filosofi logo dan nama Chambers berbetuk �X� (tanda silang) yang terdiri dari ilustrasi dua sosok perempuan dan laki-laki menjadi prasasti abadi di awal pendiriannya. Sebuah ruko di kawasan ternama di Makassar, Panakukang, toko kecil itu memulai segalanya. Dalam perjalanannya, Chambers menjadi alternatif pemuda-pemudi Makassar dan sekitarnya dalam hal fashion, musik, dan pergerakan budaya.





Tak melulu bisnis pakaian, Chambers menjadi garda terdepan di pertengahan era 2000-an bagi perkembangan skena musik. Sejak kemunculan perdana di tahun 2004, Chambers Show telah bergulir hingga 12 edisi. Ditambah lagi Rock In Celebes yang mulai digelar secara rutin sejak tahun 2010. Atau upaya mereka mendukung band-band potensial dari Makassar seperti Debluesfresh, Unremains, dan The Gameover. Pada bagian enam buku ini, �Chambers Entertainment & Impresariatnya�, Jimpe mengisahkan pencapaian Chambers dalam mengelola bisnis distro dan musik. Keduanya saling menghidupi dan melengkapi.





Pengalaman mengelola sejumlah event berskala raksasa mengantarkan Chambers menuju pada satu titik penting. Getol mempromosikan Makassar sebagai destinasi wisata dan budaya, Chambers turut membesarkan aspek penting dalam jejak peradaban Makassar. Tengok saja kisah Chambers dalam mengorganisasi penyelenggaraan pertandingan klub sepakbola legendaris dari Sulawesi Selatan, PSM Makassar. Panggilan jiwa untuk turut mendukung kiprah klub kesayangan warga Sulawesi Selatan itu melampaui ekspektasi dan cara pandang publik terhadap anak muda Makassar. Tercitra kasar, rusuh, dan berantakan? Telan bulat-bulat asupan berita tak bermutu di televisi itu, dan anda akan segera menyingkirkannya dari pandangan untuk selamanya.





Inilah jagat yang layak untuk dieksplorasi. Bukan lagi berselisih paham bagaimana cara memajukan kultur lokal tanpa meninggalkan kearifan lokal. Kisah manis Chambers yang dituturkan melalui sentuhan midas dari tulisan Jimpe menunjukan bahwa anak muda harus bersatu padu. Kendali untuk mengubah cara pandang dengan jalan positif dan produktif ada di tangan generasi muda. Sekarang atau kelak.





Chambers: Makassar Urban Culture Identity





ISBN: 978-602-14742-0-4


Penulis: Anwar Jimpe Rachman


Pengantar: Hardinansyah Putra Siji


Penerbit: Chambers Celebes


Spesifikasi: Book - Softcover, xii x 130 halaman, 12.5�19.5 cm


Rilis Perdana: Desember 2013





(Didik Yandiawan, dikutip dari taxundergroundcommunity.com)





http://makassarnolkm.com/ulasan-chambers-makassar-urban-culture-identity/


Ketersediaan
#
C2O library & collabtive (Cultural Studies; Languages & Linguistics) 8000
5556
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
959.8 ANW Cha
Penerbit
: Chambers Books., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
9786021474204
Klasifikasi
Indonesia
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

C2O library & collabtive
  • Informasi
  • C2O main areas
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan & ruang kerjasama komunitas, dengan prinsip tanggungjawab, swakelola, dan perawatan kolektif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?