C2O library & collabtive

Online catalog

  • C2O
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Negara di Tengah Kota: Politik Representasi dan Simbolisme Perkotaan (Surabaya 1930 - 1960)
Penanda Bagikan

Book - Paperback

Negara di Tengah Kota: Politik Representasi dan Simbolisme Perkotaan (Surabaya 1930 - 1960)

Sarkawi B. Husein - Nama Orang;

Simbol kota selalu menjadi perbincangan menarik. Kehadirannya tidak hanya menjadi aksesori untuk mempercantik sebuah kota, tetapi lebih dari itu, simbol kota telah menjadi media untuk mempresentasi sebuah kekuasaan. Oleh karena itu, buku ini mengungkapkan apa, mengapa, dan bagaimana simbol-simbol kota Surabaya berubah seiring dengan perubahan kekuasaan, khususnya dalam periode 1930-1960.
Sejarah simbolisme Surabaya, baik yang berasal dari sesuatu yang sebelumnya sudah ada maupun yang direkonstruksi, dapat dibagi dalam empat periode: periode colonial Belanda, pendudukan Jepang, Orde Lama, dan Orde Baru dan saat ini sebuah tahapan tengah berlangsung. Tiap-tiap periode berusaha membangun kenangan kolektif, tetapi ketika periode tersebut berakhir, periode akan berusaha menghapus ingatan kolektif itu dan membangun sebuah ingatan kolektif baru.

Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika beberapa monument dan patung yang dibangun oleh pemerintahan Belanda saat ini tidak ditemukan lagi jejaknya. Demikian pula dengan nama-nama jalan yang berbahasa Belanda, seperti Coen Boulevard, Altingsstraat, Speelmanstraat, Daendelsstraat, dan lain-lain tidak ditemukan lagi saat ini, Setelah proklamasi kemerdekaan, nama-nama jalan yang diambil dari nama-nama gubernur jenderal tersebut dihapus dan diganti dengan nama-nama pahlawan nasional dan pahlawan lokal Surabaya. Coen Boulevard diubah menjadi Jalan Raya Dr.Sutomo, Altingsstraat menjadi Jalan Trunojoyo, Speelmanstraat menjadi Jalan M.H. Thamrin, Daendelsstraat menjadi Jalan Imam Bonjol, dan Jalan van Heutz diubah menjadi jalan musuhnya, Teuku Umar.

Selain perubahan nama jalan, monument, tugu, patung, lambang kota, masjid, gereja, klenteng, dan makam Tionghoa adalah simbol-simbol kota yang dipilih sebagai pokok kajian yang menjelaskan pada kita siapa, bagaimana, dan dengan mekanisme apa kota ini dikendalikan, terutama dalam periode 1930-an hingga 1960-an.


Ketersediaan
#
C2O library & collabtive (History & Geography) 6000
6122/A
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
959.82421 HUS Neg
Penerbit
Jakarta : ., 9789797995430
Deskripsi Fisik
xxxv + 205 hlm; 14,8 x 21 cm
Bahasa
Indonesian
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Indonesians - History
Surabaya
History - Surabaya
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Pengantar: Prof. Dr. I Ketut Ardhana
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

C2O library & collabtive
  • Informasi
  • C2O main areas
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan & ruang kerjasama komunitas, dengan prinsip tanggungjawab, swakelola, dan perawatan kolektif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?