C2O library & collabtive

Online catalog

  • C2O
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Ibunda
Penanda Bagikan

Book - Paperback

Ibunda

Maxim Gorki - Nama Orang; Pramoedya Ananta Toer - Nama Orang;

“Marilah kita mengangkat suara untuk memujikan wanita, Ibunda, sumber seluruh penaklukan kehidupan tak habis-habisnya!…Marilah bernyanyi untuk memujikan wanita, Ibunda, satu-satunya kekuatan terdahulu di mana kematian menunduk merendahkan kapalanya!…” (Gorky, Hikayat dari Italia)

IBUNDA, merupakan sosok perempuan yang hidup di masa Revolusi Demokratik berlangsung di Rusia, sekitar awal abad 20. Ia hidup di tengah peluit pabrik yang menjerit-jerit di atas perkampungan buruh yang kumuh. Menikah dengan Michail Wlassow, laki-laki peminum berat, yang berlaku amat kejam terhadapnya.

Keadaan berubah ketika suaminya meninggal dan Pawel, anaknya menjadi aktivis buruh dan terlibat dalam gerakan politik pada waktu itu. Rumah Ibunda dijadikan anaknya pusat membangun kesadaran dan tindakan revolusioner kawan-kawannya. Di tengah situasi itulah kesadaran Ibunda terbuka dan menginsyafi siapa dirinya – yang selama ini tak pernah ia kenal kecuali ketakutan dan kesengsaraan.

Keinsyafan itu membangun cinta kasihnya kepada semua anak-anak muda yang sedang berjuang meretas jalan kebenaran dan akal untuk menerangi dunia dengan sorga baru. Cinta kasih ibunda menyinari perasaan-perasaan tersulit anak-anak selama menghadapi represi kekuasaan Tsar. Ia dengarkan mereka bicara, ia sediakan makanan dan minuman, ia buatkan kaus kaki, sambil ia resapi pengertian “majikan dan tuan tanah yang mengisap darah orang kecil” dalam spirit religiusnya.

Ketika Pawel dan anak-anak itu satu-persatu ditangkap bahkan disiksa di depan matanya, Ibunda terjun ke kancah revolusi dengan peranannya sebagai pendistribusi pamplet ke kalangan buruh dan tani. Kemudian ia dituduh pencuri oleh seorang mata-mata, dan saat sedang ditangkap polisi militer dengan kekerasan, ia teriakkan, “bahkan samudera pun takkan mampu menenggelamkan kebenaran.”


Ketersediaan
#
C2O library & collabtive (Fiction & Literature) F GOR Ibu
7310
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
F GOR Ibu
Penerbit
Jakarta : Kalyanamitra., 2000
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesian
ISBN/ISSN
9799626707
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Fiction - Collections
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

C2O library & collabtive
  • Informasi
  • C2O main areas
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan & ruang kerjasama komunitas, dengan prinsip tanggungjawab, swakelola, dan perawatan kolektif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?