Book - Paperback
Nikah Ilalang
Puisi-puisi dalam Nikah Ilalang ini, sebagaimana ciri puisi Dorothea yang lain, mencitrakan dunia yang keras, kosong, gelap, berbau kematian, kebusukan yang menghadirkan paradoks-paradoks dalam realitas yang jamak. Citra pernikahan, percintaan, kelahiran, keluarga dihadirkan sebagai sesuatu yang menyakitkan, penuh luka, kemunafikan, dan gelap-hampa. Sebagai penyair perempuan, pilihan ciri sajak seperti ini, tentu menentang konvensi sajak perempuan pada umumnya yang cenderung dengan diksi feminin. Boleh jadi, melalui sajaknya ini, Dorothea sengaja melawan stereotip inferioritas perempuan. Bahwa perempuan juga bisa berkuasa dan "bertenaga", awalnya dengan kata
Tidak tersedia versi lain