C2O library & collabtive

Online catalog

  • C2O
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kadang Rumah Tak Memberimu Pulang
Penanda Bagikan

Book - Paperback

Kadang Rumah Tak Memberimu Pulang

Theoresia Rumthe - Nama Orang;

Bagaimana hidup tak pernah mengambil, malah meletakkan. bagaimana mati tak pernah hilang, melainkan tumbuh.

Seseorang Telah Menombak Matahari
siang gulita. kudengar seseorang telah menombak matahari. dengan telanjang badan ia melompat dan satu entakan tangan ia melempar tombaknya ke matahari. mata tombaknya yang beracun meluruhkan terang dan membuat matahari mati. siang menjadi padam. malam menjadi kelam. semua orang di kampung memakai hitam-hitam. para tetua berkumpul dan membicarakan sesuatu pelan-pelan. seakan ada marabahaya yang menangkap suara mereka. setiap rumah memasang telinga dan setiap pasang jalan saling meraba. pasar sunyi, kebun lenyap—kampung hitam bagai arang. tidak ada yang berani ke luar rumah, memasak, atau mengambil air di sumur. semua orang menahan lapar. anak-anak menangis dalam keheningan. tak ada yang bergerak. semua menjadi lupa warna pohon itu apa. di kejauhan terdengar deru ombak, sesuatu sedang merangkak dari dasar laut. sementara itu, orang-orang mulai saling memakan tubuh saudaranya sendiri.

Profil Penulis:
Theoresia Rumthe lahir di Ambon, 16 Oktober 1983. Setelah belasan tahun merantau dan tinggal di kota Bandung, kini ia pulang dan menetap di kota Ambon. Ia menulis puisi, mengajar wicara publik, dan membuat gelaran panggung musik bersama Rempah Gunung, Aroma Dendang Sahaja. Buku-buku puisinya antara lain: Tempat Paling Liar di Muka Bumi (GPU, 2016), Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai (GPU, 2018), Selamat Datang, Bulan (GPU, 2019), dan Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi (GPU, 2021). Kadang Rumah Tak Memberimu Pulang adalah buku puisi solo keduanya yang ia terbitkan tahun 2023.


Ketersediaan
#
C2O library & collabtive F RUM Kad
8785
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
F RUM Kad
Penerbit
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama., 2023
Deskripsi Fisik
184 halaman
Bahasa
Indonesian
ISBN/ISSN
9786020674506
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

C2O library & collabtive
  • Informasi
  • C2O main areas
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan & ruang kerjasama komunitas, dengan prinsip tanggungjawab, swakelola, dan perawatan kolektif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?