C2O library & collabtive

Online catalog

  • C2O
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Nusakambangan Luar Dalam
Penanda Bagikan

Book - Paperback

Nusakambangan Luar Dalam

Klaas Stutje - Nama Orang;

Pada bulan-bulan pertama keberadaan penjara Nusakambangan baru, koran-koran Hindia Belanda tidak begitu menaruh minat. Ini sangat berubah tatkala pejabat Departemen Kehakiman kolonial memutuskan untuk menggunakan pulau ini sebagai tempat penahanan tahanan perang Aceh. Mereka adalah pemberontak yang ditangkap pada tahap akhir perang berkepanjangan antara tentara kolonial Belanda dan Kesultanan Aceh. Mereka merupakan beban besar bagi penguasa kolonial dan banyak di antara mereka divonis 20 tahun penjara karena melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap pasukan kolonial Belanda. Mereka tidak bisa dipekerjakan di Aceh atau Sumatra utara karena risiko melarikan diri dan menghilang dalam masyarakat setempat, yang pasti akan menyembunyikan dan melindungi mereka. Penguasa kolonial di wilayah pinggiran lain tidak begitu punya prasarana untuk dapat mengendalikan dan mengawasi kelompok besar pemberontak dan, akibatnya, sebagian besar terpidana Aceh dijebloskan dalam pelbagai penjara di kota-kota Jawa, yang sebenarnya sudah begitu rusak dan penuh sesak. Orang-orang Aceh yang berbicara dalam bahasa mereka sendiri dan banyak yang berpengalaman perang, segera dikenal sebagai sangat tidak mau tunduk serta tidak sudi bekerja. Jalan keluar paling tepat dari kacamata penguasa kolonial adalah deportasi ke Nusakambangan, tempat mereka dibagi dalam kelompok-kelompok kecil sehingga lebih mudah dilakukan pengawasan kerja. Pada 1906, 100 orang terpidana Aceh pertama tiba di Nusakambangan, dan walaupun Residen Banyumas segera mengeluh bahwa orang-orang Aceh ini terus menolak bekerja, jumlah mereka meningkat menjadi seribu pada 1913. Angka statistik resmi tidak lengkap, tetapi tampaknya kehadiran orang Aceh di Nusakambangan berlangsung paling sedikit sampai akhir 1920an.


Ketersediaan
#
C2O library & collabtive 331.598 STU Nus
9060
Tersedia - B - Deposit needed
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
331.598 STU Nus
Penerbit
Yogyakarta : Tanda Baca., 2025
Deskripsi Fisik
116p
Bahasa
Indonesian
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

C2O library & collabtive
  • Informasi
  • C2O main areas
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan & ruang kerjasama komunitas, dengan prinsip tanggungjawab, swakelola, dan perawatan kolektif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?