C2O library & collabtive

Online catalog

  • C2O
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of genealogi Moral
Penanda Bagikan

Book - Paperback

genealogi Moral

Friedrich Nietzsche - Nama Orang;

Pemikiranku tentang genealogi moral mempunyai bentuk singkat dan sementaranya dalam kumpulan aforisme berjudul Human, all-too-Human, a Book for Free Minds. Aku menulis buku itu pada sebuah musim dingin di Sorento yang membuatku beristirahat dari rimba pikiranku yang liar serta buas. Kala itu musim dingin 1876-1877; namun, pikiran tersebut datang kepadaku lebih awal. Dan ide-ide yang serupa pula inilah yang kuharap berlanjut dalam buku ini: mari kita meyakinkan diri bahwa jeda yang lama ini membuatnya makin matang, sempurna, jernih, dan jelas. Setidaknya, fakta bahwa aku masih memegang pemikiran ini hingga sekarang, bahwa selama bertahun-tahun pemikiran ini terus berkelindan dengan pemikiran lainnya, mendorongku untuk percaya sejak awal bahwa pemikiran ini tidaklah terisolasi ataupun teragitasi, melainkan tumbuh dari akar banal, dari sebuah hasrat utama pengetahuan, diciptakan jauh mendalam pada batas-batas dan tuntutan-tuntutan yang kian bertambah.

Kita membutuhkan kritik terhadap nilai-nilai moral, dan untuk tujuan ini, diperlukan pengetahuan tentang kondisi dan keadaan tempat nilai-nilai ini tumbuh, dan di mana mereka mengalami evolusi dan distorsi (moralitas sebagai akibat, sebagai gejala, sebagai topeng, sebagai Tartuffisme, sebagai penyakit, sebagai kesalahpahaman; tetapi juga moralitas sebagai sebab, sebagai stimulan, sebagai perangsang, sebagai rintangan, sebagai obat), terutama karena pengetahuan semacam itu belum ada hingga saat ini. Nilai-nilai ini diterima begitu saja sebagai fakta yang tak terbantahkan, yang tidak diragukan lagi.

Friedrich Nietzsche


Terlepas polemik atas metodologi Nietzche dalam buku ini, tak bisa dipungkiri bahwa buku ini menawarkan daya ungkap yang kuat terhadap wacana moralitas, salah satunya mengenai “moralitas aristokrat” dan “moralitas budak”. Dengan pendekatan psikologi sosial, Nietzsche membedah ragam interaksi manusia dan konsekuensinya secara timbal balik terhadap kesadaran manusia terkait moralitas. Karena itu pula, baginya, budaya dan moralitas bukanlah kebenaran abadi, melainkan buatan manusia.


Ketersediaan
#
C2O library & collabtive 193 NIE Gen
9199
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
193 NIE Gen
Penerbit
Yogyakarta : Penerbit Basabasi., 2023
Deskripsi Fisik
220p
Bahasa
Indonesian
ISBN/ISSN
9786233054577
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

C2O library & collabtive
  • Informasi
  • C2O main areas
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan & ruang kerjasama komunitas, dengan prinsip tanggungjawab, swakelola, dan perawatan kolektif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?