Book - Paperback
Dunia Kompeni: Antara Kami, KNIL, dan Indonesia
Di nusantara, KNIL dikenal sebagai militer yang kerjanya menumpas pemberontakan orang-orang Indonesia. P. van Meel, dalam tulisannya De Krijgsverrichtingen van het KNIL, dalam buku Gedenkschrift Koninklijk Nederlandsche Indische Leger 1830-1950 (1990: 65-66) membuat daftar pengerahan ekspedisi KNIL dari 1830 hingga 1950 ke daerah-daerah di nusantara. Tak hanya pemberontakan menolak pajak saja, tapi juga melawan bajak laut. Semua musuh pemerintah kolonial yang bersenjata dan sulit diatasi polisi adalah tugas KNIL. Semua demi kejayaan Ratu Singa, dan juga duit.\\r\\n\\r\\nMeski ada diskriminasi itu, toh banyak juga orang-orang Jawa di sana. Menurut Didi Kartasasmita, orang-orang Indonesia, termasuk orang Jawa, yang jadi serdadu-serdadu KNIL biasanya berasal dari daerah miskin. Daerah subur macam Jawa Barat jarang sekali memberikan pemudanya untuk masuk KNIL. Seperti di Bagelan, yang tak semua pemuda dapat tanah subur yang bisa ditanami. Tidak heran jika serdadu jadi pilihan di masa lalu. “Saya menjadi KNIL demi perut, tampaknya beberapa rekan saya pun begitu. Mereka menjadi alat pemerintah kolonial bukan karena ideologi, tapi untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata Didi Kartasasmita dalam autobiografinya, Didi Kartasasmita: Pengabdian Bagi Republik (1993:39).\\r\\n\\r\\nPetrik Matanasi, bekas mahasiswa pendidikan sejarah di bekas kampus IKIP Jogja. Berdarah Bagelen, lahir besar di Kalimantan Timur dan kini tinggal di Jakarta. Saat ini bekerja di Tirto.ID dan pernah menulis buku-buku sejarah kelas ringan.\\r\\n__Tanjung Karang, 28 Oktober
Tidak tersedia versi lain