One form of performance art that came to Indonesia from China and was warmly received in Java is Wayang Potehi. This hand-puppet performance art went through its own up and downs over the centuries from political circumstances and, yet, today still maintains it original format despite the fact that majority of the artists are now Javanese. "WAYANG POTEHI OF JAVA" is a premium coffee-table book …
This the 2010 second revised edition of Modern Indonesian Art enables an overall view of the country's art development since the mid-19th century. It presents one work by each of 439 Indonesian artists. The illustration of the work selected is accompanied by a short account of the artist's life and career and his or her artistic aims and achievements. With bibliography and artists' index.
Buku "Turning targets" ini berisi cangkupan topik yang sangat luas. Fokus perhatian buku ini tidak hanya pada sejarah Cemeti. Tujuan buku ini adalah bersumbangsih kepada kancah seni rupa di indonesia pada umumnya, pada saat bersamaan turut merekam perkembangannya yang jauh lebih komplek. Para penulis telah mempergunakan sudut pandang yang berbeda-beda dalam cakupan tema yang luas: perkembanga…
Mochtar Apin seorang empu seni lukis nude secara radikal kembali ke lukisan-lukisan nude sederhana pada kurun terakhir hidupnya. Justru pada puncak karir Apin perempuan nude dgn pose-pose yg tampak binal mengisi kanvas-kanvas Apin mengundang kontroversi & hiruk pikuk pertanyaan. Mungkinkah Mochtar Apin seorang pelukis senior yg dihormati secara tiba-tiba mengaitkan diri pada pornografi? Tubuh-T…
Mengapa Orde Baru Harus Masih ada dalam kerangka analisis kita? mengapa kita tidak bisa melakukan yang lebih baik selain menambah " pasca " untuk membicarakan yang kekinian? saya sangat menanti-nanti masa dimana kita memutuskan bahwa Orde Baru sudah berakhir dan hanya merupakan suatu tahap dalam rentang sejarah yang acak dan lebar. Dan belum tentu menjadi masa yang paling menentukan