Sebuah upaya untuk memahami berbagai urusan penyediaan perumahan rakyat di Jakarta yang sudah menjadi semacam lingkaran setan itu, serta mengungkapkan mengapa kerja besar penyediaan rumah rakyat yang secara ekonomi terjangkau itu tak akan pernah berhasil, khususnya di era pasca-reformasi ketika pasar telah menjadi panglima dan paradigma utama dalam ekonomi-politik negara