“Sepanjang lebih dari dua dasawarsa terakhir, Chandra Talpade Mohanty telah menghasilkan gugusan tulisan yang luar biasa mengenai feminisme transnasional, secara radikal mengubah cara berpikir kita tentang kategori-kategori seperti ‘perempuan Dunia Ketiga,’ ‘perempuan kulit berwarna ,’ dan ‘globalisasi.’ Buku ini memadukan esai-esai klasiknya dengan tulisan-tulisan baru yang menek…
Charts the history of women's liberation and calls for a revitalized feminism. Nancy Fraser’s major new book traces the feminist movement’s evolution since the 1970s and anticipates a new—radical and egalitarian—phase of feminist thought and action. During the ferment of the New Left, “Second Wave” feminism emerged as a struggle for women’s liberation and took its place alon…
Dalam bulan Februari 1967 kami ditahan. Saya disiksa begitu hebat hingga gigi-gigi saya rontok. Saya tak sadarkan diri selama tiga hari. Kemudia mereka menggali liang kubur dan akan menguburkan saya jika saya tidak mau menyebutkan nama dan alamat anggota lainnya."Sepeninggal pengakuan Sujinah, mantan pemimpin Gerwani ini hanyalah sekuku hitam dari kejinya penderitaan yang dialami oleh jutaan tr…
Buku ini memuat tulisan-tulisan terpilih gadis Arivia selama sepuluh tahun menggeluti bidang feminisme sejak tahun 1995 hingga tahun 2005. kumpulan tulisan ini tersebar diberbagai jurnal, surat kabar, terbitan buku, seminar, lokakarya serta bahan-bahan pengajaran feminisme di berbagai universitas. Ia menulis banyak hal yang berkaitan dengan masalah perempuan Indonesia di Indonesia, dari persoal…
�Laki-laki juga Harus Melakukan Afirmasi!� (Revolusi Sosial atas Ketidakadilan Gender) Pada awalnya, ide emansipasi perempuan berangkat dari menentang penindasan. Pelaku penindasan dalam tahap awal pemikiran emansipasi perempuan ini adalah laki-laki beserta kebudayaan yang mereka ciptakan. Kebudayaan itu dinamakan patriarkhi. Feminis radikal bahkan melalui �perjuangan tubuh� meny…
Buku ini semacam ?direktori? dan prerequisite untuk mengantarkan pembaca menjelajahi berbagai referensi yang sophisticated tentang munculnya fenomena male-feminist terutama di era post-modern. Stamina penulis yang juga sebagai seorang male-feminist masih tergolong prima, setidaknya dalam melontarkan berbagai persoalan diskursif yang tidak semua orang mampu melakukannya. (Siti Ruhaini Dzuhayatin).
'The letters Raden Ajeng Kartini wrote from her home in East Java to Stella Zeehandelaar, the 'modern girl' in Amsterdam, are amongst the most powerful and stirring of the many letters she wrote in the last four years of her life. They express both her passionate hope and powerful aspiration to bring about change - in her own life, to the position of Javanese women, to colonised Java - and refl…