Bon Suwung (Gunawan Maryanto)

by
June 28, 2009 11:30  |  1 Comment

bonsuwung

Antologi Cerpen | INSISTPress | 2005 | 152pp

Satu antologi cerpen yang mengajak kita masuk dalam suatu dunia asing yang kental dengan bisikan retorika dan alusi puitik. Gunawan Maryanto mengolah cerita-ceritanya berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, misalnya: Jangan bilang-bilang kala diangkat dari Murwakala dan Ruwatan dalam serat Centhini, Serat Padi dari Serat Canyos Dewi Sri, dll. Maryanto memberi penjelasan mengenai teks-teks lama tersebut dalam catatan akhirnya, yang serunya dapat menjadi cerita baru pula, sekaligus tetap menjadi bagian tak terpisahkan. Bukan hanya sekedar catatan akhir yang dingin, sekedar ditempelkan sebagai informasi teksnya.

Aku pingin crita, dawa
Nanging apa kowe kuwawa?
Aku kuwawa?

Diawali dengan puisi di atas, pembaca diajak bermain-main dalam dunia pikiran dan bahasa Maryanto. Permainan dan persilangan dikemas apik dalam “dunia” Bon Suwung: karakter-karakter datang dan pergi dari cerita satu ke cerita lain, peristiwa-peristiwa saling menyapa dan bersilangan. Ada repetisi-repetisi menonjol dalam antologi ini yang—kalau saya boleh bilang—mengingatkan saya pada tulisan-tulisan Borges (boleh coba Sejarah Aib yang sudah diterjermahkan dalam bahasa Indonesia oleh LKiS). Keasyikan dalam memainkan elemen-elemen teks, yang terus dipilah-pilah dan diolah, entah secara kebetulan ataupun sengaja, untuk menciptakan variasi-variasi baru yang pada akhirnya juga memperkaya dunia teks-teks sebelumnya.

Bon Suwung sendiri adalah satu cerpen dari antologi ini yang ditulis dalam dua versi: bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. (Saya juga pernah membaca cerpen berjudul Kebon Suwung di Kompas tahun 1970an tentang pasangan suami istri yang kesusahan sehingga sang istri harus menjual diri, ee… malah mati diperkosa.)

Salah satu tambahan koleksi buku sastra Indonesia kontemporer di C2O yang paling saya nikmati. Juga dijual dengan harga diskon Rp.20.000.

Categories: Book reviews
Tags:

: Founding director, c2o library & collabtive. Currently also working in Singapore as a Research Associate at the Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS). Opinions are hers, and do not represent/reflect her employer(s), institution(s), or anyone else with whom she may be remotely affiliated.
Email this author | Visit author's website | All posts by

One Response

Feed Trackback Address
  1. […] Bon Suwung |  c2o-library.net., 28 Juni 2009. […]

Leave a Reply


Subscribe

Daftarkan email untuk menerima berita
Subscribe to receive email updates

Archives


Book reviews »
rumahkertascarlosdominquez-575x350
Rumah Kertas
Carlos María Domínguez
by Ivana Kurniawati
Meski tipis dan mampu dilahap sekali duduk, kisah ini (dan bagaimana penulis menceritakannya) mampu ...
Film reviews »
invitation05
Invitation
Affan Hakim, 2011
by Iman Kurniadi
Sebuah movie screening patut saya ikuti karena biasanya saya bertemu dengan para movie mak...
Music reviews »
Deugalih. Foto: Denan Bagus (akudenan.wordpress.com)
Guyonan Intim dan Syahdunya Tur ‘Monster of Folk’ di Surabaya

by Debby Utomo
Project yang dibawakan oleh Rayhan Sudrajat, Deugalih, dan Ledakan Urbanisasi ini menyadarkan saya b...
Download »
ronascent2_outtatime
Outtatime
Ronascent
by c2o library & collabtive
Ronascent, salah satu media musik online yang berbasis di Surabaya, kembali menerbitkan kumpulan ...
Event »
pasardjenggot575x350
Pasar Djenggot vol. 1

by c2o library & collabtive
Pasar Djenggot ☞ Minggu, 11 Desember 2016, pk. 15.00 – 18.00 di c2o library & collabti...

Twitter

Latest stories curated by Ayorek!, connecting the people & the city of Surabaya