Spookhuis

Novel ini sangat menarik perhatian saya pada awalnya.  Gambar covernya mengingatkan saya pada komik-komik Indonesia tahun 70an dan awal 80an.  Setelah saya lihat lebih lanjut ternayta buku ini adalah sebuah roman misteri karya penulis asal Surabaya yang produktif yaitu Pak Suparto Brata. Selain itu yang membuat saya semakin tertarik adalah buku ini meruapakan roman dalam bahasa Jawa.  Selama ini saya sudah menikmati karya-karya Pak Suparto Brata dalam bahasa Indonesia.  Membaca karya beliau dalam bahasa Jawa akan memberikan pengalaman yang mungkin berbeda.

Tulisan-tulisan karya Pak Suparto Brata dalam bahasa Jawa ditulis dengan bahasa Jawa yang mudah dipahami terutama oleh orang Surabaya seperti saya.  Memang ada beberapa kata yang mmebuat saya berpikir untuk menginterpretasikan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.  Tetapi sejauh ini saya menikmati membaca karya Pak Suparto Brata.

Roman t’ Spookhuis (baca: de Spuuk Heiys) menceritakan petualagan Sidharta, seorang pemuda pribumi yang sekolah di sekolah Belanda dengan Sonia Heuvelman, gadis indo teman sekolah Sidharta yang mana Sidharta menyanggupi tantangan teman-temannya terutama Jan van Vliet untuk masuk ke Gedung Setan (bangunan tua yang hingga kini tetap berdiri di pertigaan Jl. Banyu Urip, Diponegoro dan Pasar Kembang).  Dengan keyakinan bahwa hantu itu tidak ada dan dilengkapi alat-alat seperti kamera, alat penerjang dan pentungan.  Mereka masuk ke gedung setan.

Kisah roman pun terjadi saat interaksi Sidharta dan Sonia, gadis indo yang cantik jelita.  Gurauan-gurauan menggoda antara keduanya memberi warna tersendiri dalam roman ini dan walaupun setting cerita adalah Surabaya pada masa kolonial tetapi gurauannya ternyata tidak berbeda jauh dengan anak muda pada jaman sekarang.

Keunggulan dari tulisan-tulisan Pak Suparto Brata adalah cerita dengan detail masa lalu yang rinci.  Hal ini karena pengetahuan Pak Suparto Brata yang kaya akan hal-hal yang terjadi pada masa lampau dan hal ini yang tidak bisa ditandingi penulis-penulis masa kini.  Gambaran tentang keadaan suatu tempat dan keadaan saat itu mampu mengajak alam imaji saya berkelana pada masa-masa tersebut.

Untuk adilnya, kelemahan dari novel roman misteri yang saya rasakan ini adlaah kalimat yang bertelele-tele atau cenderung diulang sehingga laju cerita terasa lambat.  Selain itu penggunaan bahasa Belanda yang cukup banyak tanpa catatan kaki terjemahan membuat pembaca yang tidak mengerti bahasa Belanda akan cukup kesulitan memahami.

Berbagai penghargaan dan capaian yang telah diperoleh Pak Suparto Brata tentunya merupakan jaminan akan bacaan yang enak dinimati dan informatif.  Selamat membaca…

Email | Website | More by »

WADUK JATI LUHUR (wajah dukun namun jiwa dan hatinya luhur). Tjetjunguk petjinta makanan dan sedjarah.

One Reply to “Spookhuis”

  1. bangga, masih ada orang indonesia yang memelihara bahasa daerah dan mencintai, baik sebagai penikmat atau pencipta.. sudah seberapakah kita mencintai bahasa dan memelihara seni dan budaya kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *