Kisah-kisah ini terkumpul antara 1948–1956, suatu kurun waktu yang cukup dipadati pengalaman suram – malah sebaliknya banyak sekali muncul keadaan yang jauh dari segala harapan indah setelah berevolusi menegakkan kemerdekaan. Cerita dari Jakarta menjadilah sebuah kritik-sosial yang mengambil bentuk karikatural dalam oeuvre literer Pramoedya menggambarkan keadaan mau pun…
Perjalanan seorang anak revolusi yang pulang kampung karena ayahandanya jatuh sakit. Dari seputaran perjalanan itu, terungkap bebertapa potong puing gejolak hati yang teka pernah teranggap dalam gebyar-gebyar revolusi. Dikisahkan bagaimana keperwiraan seseorang dalam revolusi pada akhirnya melunak ketika dihadapkan pada kenyataan sehari-hari: ia menemukan ayahnya yang seorang guru ya…
Realisme-sosialis, yang terbungkus oleh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), selama ini menjadi titik sengketa yang tak ada habis-putusnya. Tapi sayang sengketa itu berlangsung tanpa ada referensi yang memadai yang menjelaskan hal-ihwal apa itu realisme-sosialis. Kerap ejekan, kemplangan, hinaan dan lecehan itu hanya didasarkan pada duga dan syak-wasangka bahwa realisme-sosialis identik dengan PK…
Pramoedya Ananta Toer adalah seorang penulis novel, cerpen, esai, polemik, dan sejarah tanah air dan bangsanya. Seorang penulis yang dihormati di Barat, tulisan-tulisan Pramoedya yang blak-blakan dan sering bermuatan politik menghadapi sensor di tanah kelahirannya selama era pra-reformasi. Karena menentang kebijakan presiden pendiri Sukarno, maupun penerusnya, rezim Orde Baru Suharto, ia mengha…
Midah, pada awalnya berasal dari keluarga terpandang dan beragama. Karena ketidakadilan dalam rumah, ia memilih kabur dan terhempas di tengah jalanan Jakarta tahun 50-an yang ganas. Ia tampil sebagai orang yang mudah menyerah dengan nasib hidup, walaupun ia hanya seorang penyanyi dengan panggilan "si manis bergigi emas" dalam kelompok pengamen keliling dari satu resto ke resto, bahkan dari pint…
From the author of the Buru Quartet and one of the greatest writers of our time comes a remarkable memoir of imprisonment and survival. In 1965, Pramoedya Ananta Toer was detained by Indonesian authorities and eventually exiled to the penal island of Buru. Without a formal accusation or trial, the onetime national hero was imprisoned on Buru for eleven years. He survived under brutal conditi…
In Child of All Nations, the reader is immediately swept up by a story that is profoundly feminist, devastatingly anticolonialist—and full of heartbreak, suspense, love, and fury. Pramoedya immerses the reader in a world that is astonishing in its vividness: the cultural whirlpool that was the Dutch East Indies of the 1890s. A story of awakening, it follows Minke, the main character of This E…
Now available in Book - Paperback, from the world-renowned author of The Mute's Soliloquy and The Buru Quartet comes a heartbreaking novel about innocence and power.
Pramoedya's The Girl from the Coast tells the story of a beautiful young woman from a fishing village who finds herself in an arranged marriage with a wealthy aristocrat. Forced to leave her pa…
Gadis Pantai, gadis kampung nelayan -miskin, tak berpendidikan -mendadak hidup di kota jadi orang gedongan sebagai Mas Nganten, Nyonya Bangsawan Anak laut yang tak pernah melihat intan laut, tahunya hanya bau amis ikan. Dulu cuma tahu jalankan perintah, sekarang mesti beri perintah kepada hamba sahaya. Tetapi terhadap Bendoro suaminya ia tetap harus tunduk, takluk mengabdi.
Roman Arok Dedes bukan roman mistika-irasional (kutukan keris Gandring tujuh turunan). Ini adalah roman politik seutuh-utuhnya. Berkisah tentang kudeta pertama di Nusantara. Kudeta ala Jawa. Kudeta merangkak yang menggunakan banyak tangan untuk kemudian memukul habis dan mengambil bagian kekuasaan sepenuh-penuhnya. Kudeta licik tapi cerdik. Berdarah, tapi para pembunuh yang sejati bertepuk dad…
Dengan "Mereka Yang Dilumpuhkan" Pramoedya Ananta Toer memutas semacam film dokumentasi tentang manusia-manusia dalam penjara, anak-anak Indonesia yang dipenjarakan oleh Belanda karena dianggap berbahaya bagi ketentraman politik dan militernya, anak-anak Belanda sendiri yang jadi lemah hati karena merasa tertipu oleh pemerintahnya atau juga karena takut mati dan memilih hukuman dengan mengingka…
Satu-satunya karya non-fiksi Pramoedya semasa tahanan di Buru, bukan novel. Buku ini merupakan kumpulan catatan berisi surat-surat pribadi kepada anak-anaknya yang tak pernah terkirim, juga esai-esai, terutama sangat mencengkam adalah renungannya yang tajam merekam apa yang dialami sebagai pribadi, sebagai suami dan ayah, sebagai pengarang dan tahanan politik rezim militerisme.
Satu-satunya karya non-fiksi Pramoedya semasa tahanan di Buru, bukan novel. Buku ini merupakan kumpulan catatan berisi surat-surat pribadi kepada anak-anaknya yang tak pernah terkirim, juga esai-esai, terutama sangat mencengkam adalah renungannya yang tajam merekam apa yang dialami sebagai pribadi, sebagai suami dan ayah, sebagai pengarang dan tahanan politik rezim militerisme.
Cerita Calon Arang bertutur tentang kehidupan seorang perempuan tua yang jahat. Pemilik teluh hitam dan penghisap darah manusia. Ia pongah. Semua-mua lawan politiknya dibabatnya. Yang mengkritik dihabisinya. Ia senang menganiaya sesama manusia, membunuh, merampas dan menyakiti. Ia punya banyak ilmu ajaib untuk membunuh orang... murid-muridnya dipaksa berkeramas dengan darah manusia. Kalau sedan…
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralogi i…
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namn juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralogi…
Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia mo…
Tatkala para filsuf sejarah masih berpolemik apakah sejarah yang membentuk manusia atau manusia sendirilah yang membentuk sejarahnya, Pramoedya Ananta Toer lewat Tetralogi Pulau Buru -Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca- telah melibatkan diri dalam teka-teki filsafat itu. Tetralogi adalah epos pergulatan manusia-manusia Republik dalam mencari performa ident…
“Marilah kita mengangkat suara untuk memujikan wanita, Ibunda, sumber seluruh penaklukan kehidupan tak habis-habisnya!…Marilah bernyanyi untuk memujikan wanita, Ibunda, satu-satunya kekuatan terdahulu di mana kematian menunduk merendahkan kapalanya!…” (Gorky, Hikayat dari Italia) IBUNDA, merupakan sosok perempuan yang hidup di masa Revolusi Demokratik berlangsung di Rusia, sekitar aw…
Minke is a young Javanese student of great intelligence, sensitivy and ambition. Living equally among the colonists and colonized of 19th-century Java, he battles against the confines of colonial strictures. It is his love for Annelies that enables him to find the strength to embrace his world. This remarkable tale, the first in the Buru Quartet. Was originally recited orally by Indonesia po…
Lewat novel ini Pramoedya ingin menjungkirkan cara pendang konvensional dalam melihat wacana sejarah revolusi Republik yang selalu menempatkan militer dan para jendralnya sebagai kubu heroik dan pahlawan. Adapun tokoh-tokoh anonim yang tak memiliki aksesibilitas ke penulisan sejarah Istana, tersingkir dan lenyap. Pram berusaha menempatkan tokoh-tokoh anonim ini sedemikian rupa di tempatnya yang…
Pramoedya Ananta Toer adalah buku. Buku yang seutuh-utuhnya buku. Karena ia buku yang besar, meluas, dan berwibawa, maka ia abadi: Scripta manent verba volant (tulisan itu abadi, sementara lisan cepat berlalu bersama derai angin). Dan ia yakin akan abadi (W. 30 April 2006). Dan keyakinan itu sudah ia tuliskan dalam sebuah artefak utuh tanpa ragu di halaman 356 kuartet keempat Buru, Rumah Kaca:…
Novel ini merupakan satu dari beberapa dokumen klasik yang penting pra-Indonesia dan merekam secara baik sepak terjang sejarah tanam paksa di teritori kolonial india pada tengahan abad 19 hingga menjelang peralihan abad 20, khususnya masyarakat gula di Jawa Tengah (Sukaraja)
Membaca Keluarga Gerilya seperti kita dapat membaca sebuah keindahan. Kita boleh membaca keindahan falsafah, keindahan prinsip, keindahan perjuangan, keindahan pusara dan kayu nisan, keindahan darah, keindahan cinta dan sejuta keindahan lainnya. Overview Pengarang muda ini dilahirkan di Blora tahun 1925. Ia masik tentara Republik Indonesia, sebagai wartawan-perang dalam dipisi siliwangi…
Novel pendek PAT – ditulis semasa ia di dalam penjara – memaksa kita mengingat-ngingat terus bahwa kebebasan tidak bisa dianggap gampang saja datang dengan sendirinya. Perburuan memiliki segala kewenangan yang sah dari seorang yang mampu bertahan, dan mengandung sebanyak-banyak kebenaran semampu kita menulisnya Lawrence Thornton , penulis ”Imagining Argentina”
Buku ini adalah antologi cerpen dan puisi bertema cinta, untuk perempuan Indonesia. Semua penulis yang terlibat dalam buku ini mendedikasikan hasil penjualan bukunya untuk kelompok/perkumpulan perempuan tidak mampu, baik secara ekonomi maupun keterampilan. Maka, siapa saja yang membeli buku ini berarti ikut menyumbang dan berperan memberdayakan kelompok-kelompok perempuan Indonesia.
Novel.
Pameran dengan tajuk Coexistence, menandai dibukanya Dimensi Art Galery. Saat ini, peta seni rupa di Indonesia telah banyak berubah jika dibandingkan dengan dua dekade terakhir. Dimata Serudi Sera, pelukis Surabaya yang telah 10 tahun bermukim di Paris-Prancis, Surabaya, memiliki andil perkembangan yang cukup besar. Menurut Serudi, Surabaya tidak lagi dianggap sebelah mata di kancah keseni…
Cerita Calon Arang bertutur tentang kehidupan seorang perempuan tua yang jahat. Pemilik teluh hitam dan pengisap darah manusia. Ia pongah. Semua-mua lawan `politik`nya dibabatnya. yang mengkritik dihabisinya. Ia merampas, dan menyakiti. Ia punya banyak ilmu ajaib untuk membunuh orang...murid-muridnya dipaksa berkeramas, berkeramas dengan darah manusia. kalau mereka sedang berpesta takubahnya de…
Cerita dari Blora adalah kumpulan cerpen PAT yang ditulis semasa revolusi 1945-1949, semasa di dalam dan selepas penjara Belanda di Bukit Duri, Jakarta. Pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1952, dan semenjak itu kumpulan cerpen ini telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa asing, lengkap keseluruhannya ataupun terpisah satu persatu. Kesemua cerpen ini mengisahkan kejadian …
Buku ini merupakan jilid ketiga dari seri kronik tentang Revolusi Indonesia, 1945-49. Seni ini dirancang untuk meliputi semua peristiwa yang menjadi berita pada lima tahun pertama Indonesia merdeka. Itu berarti tidak hanya peristiwa politik dan militer, tetaoijuga ekonomi, hukum, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, agama dll., yang biasa diistilahkan dengan bidang cultural universals.
Buku ini disusun sebagai usaha kecil menggarisbawahi bagaimana nama Pramoedya Ananta Toer tak pernah habis. Banyak suara dan kesaksian yang terangkum. Ditulis dari pelbagai penjuru pandangan. Pram selalu punya pembaca yang fanatik, pemerhati yang tekun, dan sekaligus lawan-lawan teks maupun lawan atas politik kebudayaan yang sudah dipilihnya dengan sikap yang penuh tanggung jawab. Dem…