Kemunculan pengemis di Surabaya diakibatkan perubahan jumlah penduduk Kota Surabaya sejak ditetapkan sebagai Gementee pada tahun 1906. Urbanisasi yang pesat menyebabkan banyak penduduk kota yang tidak mendapat kesempatan kerja. pemiskinan masyarakat bumiputra dengan adanya depresi ekonomi menyebabkan banyaknya pengangguran yang berusaha bertahan hidup di Kota Surabaya.
Sejarah kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Surabaya memiliki hak untuk ditulis. Keseharian yang terdeskripsikan itu bermanfaat untuk memberikan narasi alternatif histografi yang selama ini sering menceritakan orang-orang dan atau peristiwa-persitiwa 'besar'.