Kehadiran puisi-puisi F. Aziz Manna dalam konteks puisi Indonesia maupun peta puisi Jawa Timur ikut memperbarui pencapaian puitika yang ditempuh dua penyair penting, Akhudiat dan Zawawi Imron. Dan inilah noise ruang masa kini yang menjadi bahasa performatif puisi-puisi Aziz Manna.