Buku ini mengantarkan pembaca untuk memandang Indonesia tidak saja dari kaca mata Jakarta dan gene- ralistik, tetapi dipandang sebagai akumulasi dinamika tradisional dan lokal yang sangat kaya. Dari tulisan- tulisan ini terlihat kompleksitas politik Indonesia.
“Buku yang ditulis Gerry van Klinken ini merupakan sumbangan penting di bidang studi kewargaan, tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Berlawanan dengan paradigma bapakisme (patronase-klientelisme) yang umum di Selatan Global, penulis menunjukkan bahwa konsep kesamarataan, keadilan, keikutsertaan, inklusivitas, dan mobilisasi menjadi kekuatan yang sangat berarti dalam sejarah In…
Gelombang reformasi pasca-1998 dalam politik lokal telah membawa kembali kota-kota menengah – yang meliputi ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten atau kota – ke tengah panggung perpolitikan Indonesia. Buku ini membahas kelas menengah Indonesia (sekarang mencapai jumlah 43%!) dari dekat di tempat di mana para anggotanya tinggal, yaitu kota. Indonesia Menengah membangkitkan kekuatan politik n…
Apa yang menjadikan Indonesia tetap bersatu padu? "Pemimpin yang Kuat" adalah jawaban yang paling sering diberikan. Sebaliknya, buku ini melihat jawabannya pada tingkat menengah dalam masyarakat. Kelas menengah di kota-kota provinsi di seluruh Nusantara menjadi penghubung antara negara dan masyarakat dan turut membentuk kekuasaan negara. The Making of Middle Indonesia meneliti kebangkitan sebua…
As Indonesia emerges from authoritarian rule, public intellectuals have begun to question the way the country's past has been remembered, memorialized and inscribed. Mary Zurbuchen's edited collection of essays addresses the many ways in which Indonesians have dealt with memory, its formation and its manipulation. The authors consider how narratives of the past have taken shape local, nation…
Buku ini tidak hanya memaparkan perkemabngan fisika dari rumus ke rumus; dari penemu ke penemu; dan dari kebudayaan ke kebudayaan, tetapi juga menempatkan perubahan itu dalam konteks perbedaan cara manusia memandang posisi dirinya di alam semesta dri masa ke masa, dari alam gaib ke alam nyata