Published by Kahlil Gibran in 1923, The Prophet is a philosophical fable made up of 26 poetic essays. It follows Almustafa, a wise man awaiting a ship to take him home after 12 years in the city of Orphalese. Before he leaves, the townspeople ask for his final wisdom on essential human experience.
Kahlil Gibran nampak sebagai perpaduan yang indah antara Tagore, La Fontaine, Nietzsche, dan Sigmund Freud. (The Evening Transcript, 19 Maret 1927) Keindahan ekspresi dan keindahan misteri yang terkandung dalam syair maupun parabel Mr. Gibran telah memenuhi standar tulisan kitab suci. (Jhon Heynes Holmes, Materi Urusan Gereja New York, dalam peluncuran buku Jesus the Son of Man, 1928) Pen…
Saat jatuh cinta adalah masa yang paling indah dan mendebarkan. suatu masa yang berselimutkan dambaan. khayalan dan angan-angan akan seraut wajah sang kekasih yang teramat menggetarkan. suatu perjalanan hidup yang menjadikan dunia di sekitarnya teramat berkilau, bertaburkan kembang-kembang dan aroma wujud harta benda apapun. lantas, dimanakah posisi anda saat indahnya jatuh cinta menyapa?
A TEAR AND A SMILE is a collection of many poems and short stories. Many of his stories reflect on materialism and loathe it,he came from Lebanon to United States and their family lived in poverty,but possibly they were happy and content,but must have seen materialism around them which leads to unrest eventually which reflects in many of his stories.