Tahun 1953. Dalam buku terakhir ini, Gen sudah menjadi seniman yang cakap, sedangkan teman-temannya sukses dalam bisnis pakaian jadi. Untuk pertama kali, Gen jatuh cinta, tetapi perjalanan cintanya tidak mulus. Salah satu teman Gen juga ada yang kecanduan narkoba sehingga menyusahkan teman-teman lainnya, dan mereka pun terpaksa pindah ke Tokyo. Semua tragedi ini pada akhirnya mendorong Gen untu…
Setelah rumahnya digusur untuk proyek pemerintah, Gen tinggal bersama teman-temannya. Secara kebetulan Gen bertemu seorang pelukis miskin yang hebat, dan untuk pertama kali Gen menemukan tujuan baru dalam hidupnya. Seniman itu mengajari Gen melukis, dan Gen terinspirasi oleh keyakinan sang seniman bahwa “seni bisa mendobrak batas-batas”. Gen bertekad untuk menjadi seniman juga, dan bekerja …
Tahun 1950. Gen sudah duduk di sekolah menengah; salah satu gurunya, Mr. Ohta, berpikiran progresif dan sering berselisih paham dengan guru-guru lain yang konservatif. Dari Mr. Ohta, Gen belajar bahwa kalau ingin mencegah perang, orang tidak bisa berdiam diri saja. Sementara itu, Perang Korea pecah. Jepang terancam ikut terseret di dalamnya. Banyak yang mencari untung dengan menjual senjata. Or…
Gen berusaha mencari percetakan yang mau menerbitkan buku yang ditulis oleh “Papa” yang menjadi saksi mata pengeboman Hiroshima. “Papa” adalah wartawan yang sudah dianggap seperti ayah sendiri oleh teman-teman Gen yang menjadi yatim-piatu akibat peperangan. Dengan segala cara, Gen dan Ryuta akhirnya berhasil menerbitkan dan mendistribusikan buku itu, namun hal ini membangkitkan kemaraha…
"Kondisi ibu Gen semakin memburuk. Ryuta, teman Gen, berencana merampok sekelompok bandit untuk membiayai pengobatan ibu Gen. Sementara itu, Gen bertemu lagi dengan Natsue, gadis yang cita-citanya menjadi penari kandas setelah terkena radiasi bom. Gen membawa Natsue ke tempat penampungan. Di sana Natsue berkenalan dengan gadis lain, Katsuko yang wajahnya cacat oleh bom. Lalu keduanya mulai memb…
Kota Hiroshima berusaha bangkit kembali setelah pengeboman. Gen juga kembali bersekolah, dan mencari teman-teman lamanya yang menghilang setelah pengeboman. Mereka terpaksa menjadi kriminal demi bertahan hidup. Sementara itu, ibu dan kakak Gen harus menghadapi kekurangan uang dan makanan di bagian lain kota, serta efek radiasi yang belum juga berakhir.
Gen dan keluarganya kembali ke Hiroshima dan berusaha melanjutkan hidup di tengah kehancuran yang melanda seluruh negeri setelah Jepang kalah. Sekolah sudah dibuka lagi dan Gen bertemu teman-teman baru. Lalu terjadi hal yang tak terduga––adik bayi Gen, Tomoko, diculik. Gen berusaha menemukannya, tapi setelah berhasil melacak keberadaan Tomoko, dia dihadapkan pada situasi yang sungguh menyed…
Supaya mendapatkan uang untuk menghidupi ibu dan adik bayinya, Gen bekerja merawat Mr. Seiji, seniman yang selamat dari pengeboman tapi mengalami luka bakar parah. Oleh keluarganya, Mr. Seiji ditempatkan di sebuah kamar. Dia dianggap beban dan diharapkan mati saja. Dengan bayaran 3 yen sehari, Gen berusaha mengurus Mr. Seiji dan membangkitkan semangatnya agar mau mencoba melukis lagi. Sementara…
"Setelah selamat dari pengeboman Hiroshima, Gen berusaha mencari nasi untuk ibu dan adik bayinya yang baru lahir. Korban pengeboman berserakan di mana-mana, dan penyakit akibat radiasi mulai menyebar. Gen dan ibunya berusaha mencari tempat tinggal lain yang lebih aman. Tapi tidak mudah mendapatkan bantuan. Bahkan para penduduk desa dan petani-petani di luar kota yang selamat dari pengeboman…
Barefoot Gen adalah komik sepuluh jilid karya Keiji Nakazawa yang didasarkan pada pengalaman-pengalaman penulisnya yang selamat dari pengeboman Hiroshima. Kisah dalam jilid pertama dimulai pada tahun 1945, dan menceritakan peristiwa-peristiwa menjelang dan sesudah bom atom dijatuhkan di Hiroshima. Setelah kota itu hancur lebur oleh bom atom, Gen Nakaoka, yang berumur enam tahun, dan orang…